• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 4 Hal yang Perlu Diperhatikan saat Pengidap Autisme Kerja Kantoran
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 4 Hal yang Perlu Diperhatikan saat Pengidap Autisme Kerja Kantoran

4 Hal yang Perlu Diperhatikan saat Pengidap Autisme Kerja Kantoran

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 01 Agustus 2022

“Ternyata pengidap autisme bisa bekerja kantoran asalkan ia ditempatkan pada bidang yang tepat. Seperti misalnya bidang yang memerlukan ketelitian tinggi, karena mereka sangat mahir dalam hal ini. ”

4 Hal yang Perlu Diperhatikan saat Pengidap Autisme Kerja Kantoran4 Hal yang Perlu Diperhatikan saat Pengidap Autisme Kerja Kantoran

Halodoc, Jakarta –   Mungkin kamu sudah sering mendengar bahwa orang dengan gangguan autisme punya jiwa seni tinggi. Itulah sebabnya, mengapa orang yang mengidap autisme sering bekerja di bidang seni, seperti pemusik ataupun pelukis. 

Lantas, apa jadinya jika pengidap autisme bekerja kantoran?  Situasi kerja kantoran pastinya membutuhkan kemampuan interaksi sosial, sesuatu yang lebih sulit untuk dilakukan oleh pengidap autisme. 

Apa yang perlu diperhatikan saat pengidap autisme bekerja kantoran? Baca selengkapnya di sini!

Edukasi Mengenai Autisme di Lingkungan Kantor

Ada beberapa karya fiksi sinema yang pernah mengangkat mengenai autisme dan kemampuan briliannya. Sebut saja Mercury Rising (1998) yang bercerita tentang seorang anak penyandang autisme yang berhasil memecahkan kode rahasia, yang kemudian membuatnya dikejar-kejar FBI.

Kemudian, ada juga serial The Good Doctor (2017) yang menceritakan tentang dokter bedah berbakat yang juga menyandang autisme. Terbaru adalah drama Korea yang lagi banyak diperbincangkan di media sosial The Extraordinary Attorney Woo (2022) yang mengisahkan  pengacara perempuan yang mengidap sindrom Asperger.

Karya-karya fiksi bisa saja membuat hal-hal yang terlihat tidak mungkin menjadi mungkin. Namun, benarkah dalam kehidupan nyata, seseorang dengan autisme bisa bekerja kantoran seperti orang-orang pada umumnya?

David Kearon, direktur dari Adult Services for Autism Speaks, menyebutkan bahwa kebanyakan orang dengan autisme memiliki kemampuan bekerja. Hanya saja tantangannya jelas berbeda dan membutuhkan dukungan yang tepat. 

Namun, tidak dimungkiri, untuk beberapa pekerjaan yang berhadapan dengan klien, misalnya seperti bekerja di bidang penjualan, pengidap autisme akan sulit berkomunikasi. Akan tetapi, kamu tidak boleh lupa bahwa beberapa departemen di kantor akan sangat membutuhkan akurasi data dan ketelitian. Nah, kemampuan inu yang bisa sesuai dengan kemampuan karyawan yang memiliki autisme. 

Lantas, apa saja hal yang perlu diperhatikan saat pengidap autisme kerja kantoran?

1. Memilih Pekerjaan Sesuai dengan Minat 

Sebelum memasuki dunia kerja, ada baiknya pengidap autisme, memilih pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan dan kelebihan yang dimilikinya. Dengan begitu, akan lebih mudah beradaptasi.

Misalnya, buat pengidap autisme yang menyenangi dunia data, bisa bekerja di bidang Human Resources, dan dipekerjakan pada jobdesc pengaturan data.

2. Mengikuti Pelatihan dari Perusahaan

Dilansir dari Tempo.co, Agustus 2021 lalu, Google merekrut 500 karyawan dengan autisme untuk mengelola pendataan perusahaannya. Dalam proses perekrutan tersebut, Google bekerja sama dengan Stanford University, untuk membangun lingkungan kerja yang inklusif. 

Nah, yang dilakukan Google adalah hal yang sangat positif, karena memang karyawan dengan autisme membutuhkan instruksi jelas mengenai bidang kerja dan lingkungan kantornya sebelum akhirnya bergabung dan menjalankan tugasnya. Tidak hanya karyawan dengan autisme, karyawan-karyawan lain juga perlu mendapatkan pelatihan bagaimana berinteraksi dengan penyandang autisme. 

3. Mengetahui Cara Penyelesaian Masalah yang Tepat

Tidak hanya karyawan berkebutuhan khusus, semua karyawan sudah seharusnya memiliki cara penyelesaian masalah yang tepat ketika harus berhadapan dengan tantangan di dunia kerja.

Memahami apa yang bisa membuat mood kembali stabil adalah hal yang penting untuk menemukan cara penyelesaian masalah yang tepat di saat situasi tidak berjalan sesuai dengan harapan. 

Penyandang autisme tidak menyukai kebisingan, dan suara yang terlampau keras. Mungkin dengan memasang headphone, bisa meredam suara keras tersebut. 

4. Memahami Diagnosis

Memahami kondisi autisme yang dialami dapat membuat seorang karyawan lebih bisa mengatasi kesulitan di dunia kerja. Misalnya, para perekrut harus tahu betul akan hal-hal yang kerap dialami oleh pengidap autisme yang bisa menghambatnya dalam bekerjak. Misalnya adalah kecemasan sosial, tantangan sensorik, kekakuan dalam berkomunikasi, kesulitan dalam menangani kritik, adalah. 

Itulah hal yang perlu diperhatikan saat pengidap autisme bekerja kantoran. Informasi selengkapnya mengenai gangguan autisme bisa ditanyakan langsung ke dokter lewat aplikasi Halodoc. Belum punya aplikasinya? Yuk, download Halodoc sekarang juga! 

Referensi:
Tempo.co. Diakses pada 2022. Google Rekrut 500 Calon Karyawan dengan Autisme, Begini Proses Seleksinya.
WebMD. Diakses pada 2022. What Helps Adults With Autism Get and Keep a Job?
UDS.org. Diakses pada 2022. Autism in the Workplace: How to Accommodate Adults with Autism At Work.
Very Well Health. Diakses pada 2022. 10 Things to Know About Autism and Employment.