4 Jenis Makanan Ini Picu Angioedema

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
4 Jenis Makanan Ini Picu Angioedema

Halodoc, Jakarta - Angiodema merupakan gejala pembengkakan pada lapisan bawah kulit, yang kerap terjadi akibat reaksi alergi. Meski umumnya tidak berbahaya, tetapi beberapa kasus angiodema dapat membuat pengidapnya sulit bernapas, terutama jika pembengkakan terjadi di saluran pernapasan. Benarkah kondisi ini dipicu oleh jenis makanan tertentu? 

Pada angiodema yang disebabkan oleh alergi, atau allergic angiodema, beberapa jenis makanan memang dapat memunculkan reaksi alergi dan memicu angiodema. Makanan-makanan tersebut adalah:

  1. Kacang.

  2. Kerang.

  3. Telur.

  4. Susu.

Baca juga: Alasan Angioedema Dapat Sebabkan Sulit Bernapas

Namun, allergic angiodema tidak hanya bisa terjadi akibat makanan, tetapi juga:

  • Obat-obatan, seperti antibiotik, aspirin, dan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS).

  • Gigitan serangga, seperti lebah.

  • Alergi lateks, sejenis karet yang digunakan sebagai bahan sarung tangan karet, balon, atau kondom.

Jika kamu mengalami berbagai reaksi usai mengonsumsi atau berkontak dengan faktor-faktor pemicu allergic angiodema tersebut, sebaiknya hindari hal-hal itu. Kalau perlu, diskusikan hal ini dengan dokter di aplikasi Halodoc. Diskusi dengan dokter bisa dilakukan lewat fitur Chat atau Voice/Video Call, kapan dan di mana saja.

Jenis-Jenis Lain dari Angiodema Berdasarkan Penyebabnya

Selain allergic angiodema, ada beberapa jenis angiodema lain, yang dibedakan berdasarkan hal yang menyebabkannya, yaitu:

1. Hereditary Angioedema

Jenis angiodema ini terjadi karena kekurangan protein penghambat C1-esterase dalam darah. Protein ini memiliki peran penting dalam menjaga sistem kekebalan tubuh. Ketika tubuh mengalami kekurangan protein ini, sistem imun dapat berbalik menyerang tubuh dan menimbulkan gejala angiodema. 

Gejala pembengkakan akibat hereditary angiodema dapat dipicu oleh beberapa faktor, seperti:

  • Stres.

  • Prosedur bedah atau perawatan gigi.

  • Penggunaan pil KB.

  • Kehamilan.

  • Cedera atau infeksi.

Baca juga: Ketahui Perbedaan Angioedema dengan Biduran

2. Idiopathic Angioedema

Idiopathic angiodema merupakan jenis angiodema yang tidak diketahui penyebabnya. Namun, kondisi ini diduga memiliki kaitan dengan gangguan pada sistem kekebalan tubuh. Pembengkakan yang terjadi pada idiopathic angioedema dapat dipicu oleh beberapa faktor, seperti:

  • Stres.

  • Mengenakan pakaian ketat.

  • Olahraga terlalu berat.

  • Iklim yang terlalu panas atau terlalu dingin.

  • Konsumsi alkohol, kafein, atau makanan pedas.

  • Kondisi medis, seperti lupus atau limfoma (tetapi hal ini sangat jarang)

Yang Terjadi pada Tubuh Ketika Alami Angiodema

Seperti telah disebutkan di awal, gejala utama dari angiodema adalah pembengkakan pada lapisan bawah kulit. Pembengkakan ini terjadi karena adanya penumpukan cairan di lapisan dalam kulit, yang dapat terjadi pada berbagai bagian tubuh seperti area sekitar mata, bibir, lidah, tangan, kaki, dan area genital. Bahkan pada kasus yang parah, pembengkakan juga dapat terjadi di bagian dalam tenggorokan dan perut.

Baca juga: 4 Hal yang Bisa Tingkatkan Risiko Angioedema

Pembengkakan akibat angioedema umumnya tidak menimbulkan gatal. Namun pada idiopathic dan allergic angioedema, bengkak yang muncul dapat disertai biduran atau urtikaria, yang terasa gatal. Selain itu, ada juga beberapa gejala lain yang dapat menyertai, seperti:

  • Sensasi panas dan nyeri, di area yang mengalami pembengkakan.

  • Sesak napas, akibat pembengkakan di tenggorokan dan paru-paru.

  • Mata merah, akibat pembengkakan di konjungtiva (selaput bening yang melapisi bagian depan mata).

Sementara itu, jika angioedema terjadi akibat faktor genetik, gejala lain yang dapat muncul adalah:

  • Sulit berkemih, akibat pembengkakan di kandung kemih atau saluran lubang kencing (uretra).

  • Sakit perut, akibat pembengkakan di lambung dan usus. Kondisi ini dapat memicu diare, mual, dan muntah.

Jika mengalami gejala-gejala tersebut, segera periksakan diri ke dokter agar penanganan bisa segera dilakukan. Untuk melakukan pemeriksaan, kini kamu bisa langsung buat janji dengan dokter di rumah sakit melalui aplikasi Halodoc, lho. Jadi, pastikan kamu sudah download aplikasinya di ponselmu, ya.

Referensi:
NHS Choices UK. Diakses pada 2019. Angioedema.
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Hives and Angioedema.
Healthline. Diakses pada 2019. Angioedema (Giant Hives).