• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 4 Kandungan Produk Kecantikan yang harus Dihindari

4 Kandungan Produk Kecantikan yang harus Dihindari

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
undefined

Halodoc, Jakarta – Membuat kulit tampak lebih putih, bebas jerawat, dan terlihat lebih awet muda tanpa kerutan. Inilah beberapa keuntungan yang ditawarkan berbagai produk kecantikan. Bentuknya pun beragam, mulai dari krim foundation, krim pagi, krim malam, serum, dan masih banyak lagi. Namun, dibalik segala keuntungan yang ditawarkan, semua kosmetik tidak pernah lepas dari penggunaan bahan kimia yang cenderung berbahaya.

Meski begitu, sebagian besar wanita tidak hanya menggunakan satu atau dua produk kecantikan, tetapi lebih dari 12 produk, mulai dari kecantikan kulit muka hingga kulit tubuh. Jika diakumulasi, akan terdapat sebanyak 168 bahan kimia berbeda yang terkandung di dalamnya. Beberapa produk dengan kandungan zat kimia yang perlu kamu waspadai adalah parfum, cat kuku, dan krim anti penuaan.

Supaya lebih jelas, berikut adalah beberapa kandungan produk kecantikan yang harus dihindari:

Parabens

Tidak hanya produk kosmetik, wanita dan sebagian pria juga menggunakan produk pembersih berupa sampo, kondisioner, juga pembersih wajah. Namun, ternyata dalam produk tersebut terkandung parabens yang berperan sebagai pembasmi bakteri sekaligus pengawet.

Baca juga: 6 Bahaya Kandungan Merkuri dalam Kosmetik

Jika digunakan dalam jumlah berlebih, parabens akan berbahaya bagi kesuburan tubuh. Kondisi ini disebabkan karena tingginya parabens pada urine saat wanita dalam masa sebelum pembuahan dikaitkan dengan lama waktu wanita mendapatkan kehamilan. Semakin tinggi kadar parabens, maka wanita akan semakin sulit hamil.

Mineral Oil

Kandungan produk kecantikan yang berbahaya selanjutnya adalah mineral oil, yang banyak terdapat pada krim pelembab, lip balm, minyak kayu putih, dan krim untuk mata. Meski tidak berbau, ternyata kandungan ini justru membuat kulit lebih cepat kehilangan air dan mengalami dehidrasi.

Tak hanya itu, mineral oil juga membuat kerja alami kulit dalam bernafas dan menyerap nutrisi menjadi tidak maksimal. Kandungan ini jugalah yang membuat kulit wajah rentan mengalami jerawat dan komedo.

Triclosan

Triclosan lebih banyak terdapat dalam sabun antibakteri yang kamu pakai sehari-hari. Namun, ternyata adanya triclosan dapat memicu terjadinya gangguan produksi hormon yang berhubungan dengan kesuburan. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa wanita yang sering menggunakan triclosan akan lebih sulit untuk mendapatkan kehamilan. Oleh karena itulah, penggunaan kosmetik atau produk perawatan dengan kandungan ini harus dihindari.

Baca juga: Tanda-Tanda Alergi Kosmetik dan Cara Mengatasinya

Formaldehyde

Selain parabens, formaldehyde adalah kandungan produk kecantikan yang berbahaya yang juga terdapat dalam produk perawatan sampo, gel rambut, atau kondisioner adalah formaldehyde. Senyawa kimia ini berguna untuk mencegah tumbuhnya mikroba dalam produk-produk tadi. Meski begitu, dampak negatif dari penggunaan formaldehyde adalah munculnya iritasi kulit hingga risiko terserang penyakit kanker.

Cermat Saat Membeli Produk Perawatan dan Kecantikan

Kosmetik memang diperlukan demi menunjang penampilan, terlebih bagi wanita. Penggunaan krim, bedak, lipstick, maskara, dan berbagai produk lainnya akan menampilkan kesan wajah yang lebih segar dan indah dipandang. Namun, tetap saja kamu perlu bijak saat membeli produk kecantikan.

Kamu tidak harus berhenti menggunakan berbagai produk ini sepenuhnya. Cukup bacalah dengan teliti komposisi bahan yang terkandung dalam kosmetik yang akan kamu beli. Akan lebih baik jika kamu membeli kosmetik yang terbuat dari bahan organik demi mengurangi paparan bahan kimia di dalam tubuh.

Demikian tadi beberapa kandungan produk kecantikan yang harus dihindari demi menjaga kesehatan tubuh. Jika kamu menemukan kandungan kimia yang tidak kamu kenali, kamu bisa bertanya pada dokter untuk mendapatkan informasi dan penjelasan yang lebih lengkap. Pakai aplikasi Halodoc supaya kamu lebih mudah dalam bertanya, atau ingin membeli obat dan melakukan cek lab tanpa harus keluar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga!