• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 4 Kondisi yang Dapat Memicu Terjadinya Vaskulitis

4 Kondisi yang Dapat Memicu Terjadinya Vaskulitis

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Vaskulitis adalah istilah umum untuk menunjukkan beberapa kondisi yang dapat menyebabkan peradangan pada pembuluh darah. Kondisi tersebut bisa membuat pembuluh darah kamu melemah, meregang, membesar, atau menyempit. Yuk, cari tahu kondisi apa saja yang dapat memicu terjadinya vaskulitis di bawah ini.

Ada banyak jenis vaskulitis. Beberapa jenis memengaruhi pembuluh darah yang memasok darah ke organ-organ tertentu, seperti kulit, mata, atau otak. Jenis lain mungkin melibatkan banyak sistem organ pada saat yang bersamaan. 

Beberapa jenis vaskulitis dapat muncul dalam kondisi yang ringan dan tidak memerlukan perawatan. Beberapa jenis lain mungkin lebih parah. Namun, kebanyakan jenis vaskulitis jarang terjadi.

Penyebab dan Kondisi yang Memicu Vaskulitis

Sayangnya, sampai saat ini, penyebab vaskulitis masih belum diketahui. Namun, beberapa jenis vaskulitis berkaitan dengan susunan genetic seseorang. Sementara yang lainnya disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang menyerang sel-sel pembuluh darah secara tidak disengaja.

Beragam kondisi yang mungkin dapat memicu reaksi sistem kekebalan tersebut, antara lain:

  1. Infeksi, seperti hepatitis B dan hepatitis C.
  2. Kanker darah.
  3. Penyakit sistem kekebalan tubuh, seperti rheumatoid arthritis, lupus, dan scleroderma.
  4. Reaksi terhadap obat-obatan tertentu.

Biasanya, ketika pembuluh darah dipengaruhi oleh vaskulitis, mereka dapat berdarah atau meradang. Kondisi ini dapat menyebabkan lapisan dinding pembuluh darah menebal dan membuat pembuluh darah menyempit, sehingga jumlah aliran darah yang membawa oksigen dan nutrisi penting ke jaringan dan organ tubuh kamu berkurang. Akibatnya, pembuluh darah yang terpengaruh akan rentan mengalami pembekuan. Bila pembuluh darah melemah, maka aneurisma atau tonjolan dapat terbentuk.

Baca juga: Hati-Hati, Infeksi Hepatitis B dan C Bisa Sebabkan Vaskulitis

Faktor Risiko Vaskulitis

Vaskulitis sebenarnya dapat terjadi pada siapa saja tanpa memandang usia, jenis kelamin, maupun ras. Namun, ada beragam faktor yang dapat meningkatkan risiko vaskulitis, antara lain:

  • Kebiasaan merokok.
  • Mengidap infeksi hepatitis B atau C kronis.
  • Mengidap beberapa jenis kondisi autoimun, termasuk rheumatoid arthritis, skleroderma, lupus, dan sindrom Sjogren.

Gejala Vaskulitis yang Perlu Diwaspadai

Jadi, bagi kamu yang memiliki kondisi-kondisi yang dapat memicu terjadinya vaskulitis seperti di atas, penting bagi kamu untuk mewaspadai gejala vaskulitis.

Gejala vaskulitis sangat bervariasi dan biasanya dihubungkan dengan berkurangnya aliran darah ke seluruh tubuh. Gejala vaskulitis secara umum, antara lain:

  • Demam.
  • Sakit kepala.
  • Kelelahan.
  • Berat badan menurun.
  • Pegal-pegal.
  • Berkeringat di malam hari.
  • Muncul ruam.
  • Mengalami masalah saraf, seperti kebas atau lemas.
  • Hilangnya denyut nadi pada tungkai tubuh.

Namun, gejala yang spesifik juga bisa muncul tergantung pada jenis vaskulitis yang dialami pengidap. Bila kamu mengalami gejala vaskulitis di atas, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk memastikan diagnosis dan mendapatkan pengobatan secepatnya. Untuk melakukan pemeriksaan terkait gejala kesehatan yang kamu alami, kamu juga bisa langsung buat janji di rumah sakit pilihan kamu lewat aplikasi Halodoc

Baca juga: Waspada, Ini Komplikasi yang Dapat Terjadi pada Pengidap Vaskulitis

Pengobatan untuk Vaskulitis

Untuk mengatasi peradangan pada kasus vaskulitis, dokter mungkin akan memberimu obat kortikosteroid atau yang dikenal sebagai steroid. Kamu mungkin perlu meminum obat tersebut untuk waktu yang lama. Obat lain juga dapat diresepkan untuk membantu memperlambat sistem kekebalan tubuh dengan efek samping yang lebih ringan daripada steroid. 

Semakin cepat vaskulitis terdeteksi dan diobati, peluang pengidap untuk sembuh pun semakin besar. Dengan perawatan yang tepat, pengidap vaskulitis pun dapat menjalani hidup secara produktif dan berumur panjang. 

Baca juga: 5 Makanan Sehat untuk Pengidap Vaskulitis

Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play sebagai teman penolong untuk memudahkan kamu menjaga kesehatan sehari-hari.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Vasculitis.
WebMD. Diakses pada 2020. Vasculitis.