4 Langkah Penanganan Vaginismus yang Bisa Dilakukan

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
4 Langkah Penanganan Vaginismus yang Bisa Dilakukan

Halodoc, Jakarta – Vaginismus merupakan kondisi yang menyebabkan otot-otot vagina atau miss V “menolak” aktivitas seksual. Kondisi ini ditandai dengan mengencangnya otot di sekitar vagina saat penetrasi akan dilakukan. Meski begitu, vaginismus tidak memengaruhi gairah seksual namun bisa menghambat hubungan intim. 

Sebagian besar vaginismus terjadi karena kondisi mental seseorang, misalnya karena rasa takut, trauma, serta stres sebelum berhubungan intim. Namun umumnya, kondisi ini akan teratasi jika penyebabnya, yaitu rasa takut atau stres, sudah diatasi. Memaksakan penetrasi di tengah kondisi vaginismus bisa memicu rasa sakit, sulit melakukan aktivitas seksual, serta merasa tidak puas. Kondisi ini sangat umum dan bisa terjadi pada setiap wanita. 

Baca juga: 6 Gejala Vaginismus yang Harus Diwaspadai

Gejala yang muncul sebagai tanda penyakit ini bisa bervariasi dan berbeda antara satu orang dengan yang lainnya, tergantung tingkat keparahan vaginismus yang terjadi. Penyakit ini bisa ditandai dengan rasa nyeri saat penetrasi, vagina terasa perih atau mengencang, kesulitan melakukan penetrasi, nyeri saat memasang tampon, serta kejang otot atau berhenti bernapas saat mencoba penetrasi. 

Selain masalah pada mental, ada beberapa faktor lain yang juga bisa menyebabkan penyakit ini. Vaginismus bisa saja terjadi karena kondisi medis tertentu, baru menjalani persalinan, faktor usia, sejarah kekerasan, hingga efek samping dari konsumsi obat-obatan tertentu. Untuk mendiagnosis kondisi ini, biasanya dimulai dengan pemeriksaan fisik maupun riwayat, terutama yang berkaitan dengan seksual. 

Pemeriksaan fisik yang dilakukan bertujuan untuk mendeteksi adanya kejang pada vaginismus, yang bisa digunakan untuk mengonfirmasi penyakit vaginismus. Ada beragam jenis perawatan yang bisa dipilih untuk mengatasi kondisi ini, mulai dari terapi relaksasi Miss V, terapi emosional, dan operasi. 

Senam kegel atau latihan kendali pelvic floor serta latihan vagina. Cara ini dilakukan untuk meringankan rasa sakit secara perlahan, sehingga membantu mengatasi vaginismus. Sementara pada kondisi yang lebih parah, tindakan operasi mungkin dibutuhkan. Cara ini dilakukan untuk memperlebar vagina, namun baru bisa dilakukan pada kondisi tertentu. 

Baca juga: 3 Disfungsi Seksual yang Rentan Dialami Wanita

Selain dengan pengobatan, vaginismus juga bisa ditangani dengan beberapa tips, yaitu: 

1. Sesuaikan Posisi 

Seperti diketahui, vaginismus adalah kondisi yang menyebabkan seorang wanita kesulitan untuk menerima penetrasi. Bisa jadi, hal itu terjadi karena kesalahan posisi dalam melakukan hubungan intim. Nah, kalau itu yang terjadi, kamu bisa mencoba untuk meminta pasangan mengubah posisi agar lebih tepat dan nyaman. 

2. Lakukan Foreplay 

Foreplay alias pemanasan bisa membantu hubungan intim terasa lebih nyaman dan mudah. Kalau kamu memiliki masalah dengan vaginismus atau kesulitan untuk menerima penetrasi, cobalah untuk melakukan foreplay lebih lama untuk menstimulasi pelumas alami pada miss V. 

3. Gunakan Pelumas 

Bisa jadi rasa sakit yang muncul saat penetrasi terjadi karena miss V tidak memiliki cukup banyak pelumas. Kalau foreplay tidak banyak membantu, kamu dan pasangan bisa mencoba untuk menggunakan pelumas tambahan, yang dapat membuat hubungan intim terasa lebih nyaman. 

4. Sampaikan Perasaan 

Seperti diketahui, vaginismus terjadi karena ada ketegangan pada otot miss V. Maka dari itu, cobalah untuk menyampaikan apa yang kamu rasakan dan minta pasangan untuk tidak memaksakan penetrasi. 

Baca juga: Perlu Tahu, 5 Tanda Disfungsi Seksual pada Wanita

Cari tahu lebih lanjut seputar vaginismus dan cara penanganannya dengan bertanya pada dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download sekarang di App Store dan Google Play!