4 Makanan Penambah Darah untuk Mencegah Anemia pada Ibu Hamil

Ditinjau oleh  dr. Verury Verona Handayani   10 Desember 2020
4 Makanan Penambah Darah untuk Mencegah Anemia pada Ibu Hamil 4 Makanan Penambah Darah untuk Mencegah Anemia pada Ibu Hamil

Halodoc, Jakarta – Selama masa kehamilan, tubuh ibu membuat lebih banyak sel darah merah untuk memenuhi kebutuhan tubuh ibu dan perkembangan Si Kecil. Itu sebabnya, ibu memerlukan asupan zat besi yang lebih banyak untuk mencegah terjadinya anemia. Setiap sel darah merah menggunakan zat besi sebagai intinya. Namun, zat besi tidak dapat dibuat oleh tubuh ibu dan harus diperoleh dari makanan yang ibu konsumsi.

Meskipun zat besi ditemukan di banyak makanan, zat ini sulit diserap, sehingga tubuh sulit mendapatkan cukup zat besi untuk memenuhi kebutuhannya selama kehamilan. Ketika ibu tidak memiliki cukup zat besi dalam makanan, tubuh hanya bisa membuat lebih sedikit sel darah merah sehingga ibu mengalami kondisi yang disebut anemia. Nah, supaya terhindar dari anemia, ibu perlu mengonsumsi makanan yang kaya zat besi seperti berikut:

1. Sayuran Berdaun Hijau

Sayuran hijau, terutama yang berwarna gelap adalah salah satu sumber terbaik zat besi. Beberapa sayuran hijau yang kaya akan zat besi contohnya bayam, kubis, dan sawi. Namun, beberapa sayuran hijau tinggi zat besi, seperti bayam dan kangkung juga tinggi oksalat. Nah, oksalat sendiri dapat mengikat zat besi mencegah penyerapan zat besi. Jadi, meskipun mengonsumsi sayuran hijau sebagai bagian dari pencegahan anemia, jangan bergantung pada sayuran hanya untuk mengobati kondisi tersebut.

Baca juga: Hati-Hati, Anemia saat Hamil Tingkatkan Risiko Stunting pada Anak

Vitamin C membantu perut menyerap zat besi. Makan sayuran hijau dengan makanan yang mengandung vitamin C seperti jeruk, paprika merah, dan stroberi dapat meningkatkan penyerapan zat besi. 

2. Daging dan Unggas

Semua daging dan unggas mengandung zat besi. Daging merah seperti daging kambing dan sapi adalah sumber terbaik. Unggas dan ayam juga bagus meski memiliki jumlah yang lebih rendah. Makan daging atau unggas dengan makanan zat besi lain, seperti sayuran berdaun hijau, bersama dengan buah kaya vitamin C dapat meningkatkan penyerapan zat besi.

3. Seafood

Beberapa makanan laut menyediakan zat besi seperti tiram, kerang, scallop, kepiting, dan udang Beberapa ikan, seperti tuna, ikan kembung, ikan kuwe, dan salmon juga mengandung zat besi yang baik. Meskipun sarden kalengan adalah sumber zat besi yang baik, sarden juga tinggi kalsium. Kalsium dapat mengikat zat besi dan mengurangi penyerapannya. Makanan tinggi kalsium sebaiknya tidak dimakan bersamaan dengan makanan kaya zat besi. Contoh makanan kaya kalsium adalah susu, yoghurt, keju, kefir, dan tahu. 

Baca juga: Ibu Hamil Alami Anemia, Haruskah Bed Rest?

4. Kacang dan Biji-Bijian

Selain murah dan mudah ditemukan, kacang adalah sumber zat besi yang baik. Contoh jenis kacang yang kaya zat besi adalah kacang merah, buncis, kedelai dan kacang polong. Selain kacang, jenis biji-bijian yang mengandung zat besi contohnya biji labu, kacang mete, kacang pistachio dan biji bunga matahari. Kacang almond juga merupakan sumber zat besi yang baik, tetapi karena kacang juga tinggi kalsium, almond mungkin tidak meningkatkan kadar zat besi secara signifikan.

Baca juga: 3 Penanganan Anemia Kambuh saat Hamil

Itulah jenis-jenis makanan penambah darah yang mampu mencegah anemia pada ibu hamil. Jika ibu punya pertanyaan lain seputar anemia, hubungi dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat aplikasi ini, ibu dapat menghubungi dokter kapan dan di mana saja via Chat atau Voice/Video Call.

Referensi:
UCFS Health. Diakses pada 2020. Anemia and Pregnancy.
Healthline. Diakses pada 2020. Best Diet Plan for Anemia.

Mulai Rp50 Ribu! Bisa Konsultasi dengan Ahli seputar Kesehatan