• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 4 Masalah Menstruasi yang Perlu Diperiksakan ke Dokter
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 4 Masalah Menstruasi yang Perlu Diperiksakan ke Dokter

4 Masalah Menstruasi yang Perlu Diperiksakan ke Dokter

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 30 Agustus 2021
4 Masalah Menstruasi yang Perlu Diperiksakan ke Dokter

Menstruasi umumnya terjadi selama 5–7 hari dengan siklus 21–35 hari. Akan tetapi, kondisi amenorea, dismenorea, menorrhagia, dan premenstrual dysphoric disorder bisa membuat siklus atau jadwal haid seseorang berubah bahkan terganggu. Jika mengalami hal ini, ada baiknya untuk segera melakukan pemeriksaan ke dokter untuk mengetahui penyebab gangguan haid, sehingga bisa segera ditangani.

Halodoc, Jakarta – Menstruasi pada wanita normalnya terjadi setiap 2135 hari. Namun, ada kondisi tertentu yang bisa membuat siklus haid berubah, bahkan terganggu. Jika terjadi sesekali dan tidak parah, gangguan menstruasi sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan. Namun, waspada jika kondisi ini berulang, terjadi dalam jangka waktu panjang, serta memicu gejala parah. 

Ada beragam gangguan yang bisa terjadi pada siklus haid, mulai dari darah yang terlalu banyak atau sedikit, nyeri parah, tubuh lemas, hingga depresi menjelang menstruasi. Lantas, apa saja masalah menstruasi yang perlu diwaspadai dan harus segera diperiksakan ke dokter? Cari tahu jawabannya di artikel berikut ini!

Baca juga: Wanita yang Obesitas Rentan Alami Gangguan Menstruasi

Gangguan Menstruasi yang Harus Diwaspadai 

Ada beragam gangguan menstruasi yang bisa dialami wanita. Jika hanya terjadi sesekali dan tidak dibarengi dengan gejala parah, tidak perlu terlalu khawatir. Namun, beberapa jenis gangguan haid mungkin harus segera mendapatkan penanganan medis agar terhindar dari komplikasi, termasuk risiko masalah kesuburan. Berikut ini beberapa gangguan haid yang perlu segera diperiksakan ke dokter: 

  1. Amenorea 

Salah satu gangguan yang bisa terjadi adalah amenorea, yaitu kondisi yang menyebabkan wanita berhenti haid padahal tidak sedang hamil. Penyakit ini dibedakan menjadi dua jenis, yaitu amenorea primer yang menyebabkan wanita belum pernah menstruasi sama sekali hingga 16 tahun, serta amenorea sekunder yang membuat wanita tidak haid selama 3 bulan atau lebih, padahal tidak sedang hamil dan sudah pernah haid sebelumnya. Pemeriksaan ke dokter perlu segera dilakukan untuk mengetahui penyebab penyakit ini. 

  1. Dismenorea

Selain berhenti keluar darah, gangguan haid juga bisa ditandai dengan nyeri yang terasa sangat parah. Kondisi ini disebut dengan dismenorea. Nyeri biasanya akan terasa pada hari pertama dan hari kedua menstruasi dan disertai dengan gejala kram di perut bawah, hingga ke punggung dan paha. Gejala sakit kepala, mual, dan muntah juga bisa muncul. Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan kondisi ini, salah satunya riwayat penyakit tertentu. Segera lakukan pemeriksaan ke dokter untuk mengetahui penyebab pasti munculnya nyeri. 

Baca juga: Wanita Perlu Tahu, Ini 2 Jenis Gangguan Menstruasi

Jika ragu, kamu bisa menyampaikan keluhan seputar gangguan menstruasi ke dokter di aplikasi Halodoc. Sampaikan gejala yang dialami dan dapatkan rekomendasi terbaik dari ahlinya. Dokter bisa dengan mudah dihubungi melalui Video/Voice Call atau Chat. Download aplikasi Halodoc sekarang di App Store atau Google Play! 

  1. Menorrhagia 

Darah haid bisa keluar secara berlebihan, sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Kondisi di mana darah menstruasi yang keluar dalam jumlah terlampau banyak disebut dengan menorrhagia. Selain darah yang berlebih, kondisi ini juga menyebabkan haid berlangsung dalam waktu lama, yaitu lebih dari 7 hari serta berisiko menimbulkan gejala anemia, seperti lemas dan pucat. 

  1. Premenstrual dysphoric disorder (PMDD)

Nyeri atau kram perut ringan adalah hal yang normal muncul menjelang menstruasi. Kondisi ini dikenal dengan istilah premenstrual syndrome (PMS), gejala lain yang bisa muncul adalah sakit kepala, tubuh lemas, hingga keluhan psikologis, seperti gelisah, merasa cemas, mudah marah, serta perubahan suasana hati alias mood yang terjadi tiba-tiba. 

Baca juga: 6 Gangguan Sistem Reproduksi yang Umum Menyerang Wanita

Gejala PMS biasanya akan mereda dan hilang saat menstruasi tiba atau pada hari-hari pertama haid. Namun jika kondisi ini berlanjut dan gejala yang muncul cukup parah serta mengganggu, maka kondisi ini disebut Premenstrual dysphoric disorder (PMDD). Penyebab pasti kondisi ini belum diketahui, tetapi PMDD diduga berkaitan dengan kelainan zat kimia di otak, salah satunya serotonin. Maka dari itu, pemeriksaan ke dokter perlu segera dilakukan untuk memastikan penyebabnya.

Seperti dikatakan sebelumnya, gangguan haid yang hanya terjadi sesekali dengan gejala ringan sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan. Namun, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke dokter jika masalah berlanjut dan menyebabkan gejala yang bisa mengganggu aktivitas sehari-hari. 

Referensi: 
MedlinePlus. Diakses pada 2021. Premenstrual Dysphoric Disorder.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2021. Abnormal Menstruation (Periods).
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Menstrual Cycle: What’s Normal, What’s Not.
Healthline. Diakses pada 2021. Menstrual Problems.