4 Metode Pengobatan untuk Atasi Balanitis

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
4 Metode Pengobatan untuk Atasi Balanitis

Halodoc, Jakarta – Menjaga kebersihan alat vital cukup penting untuk menghindari berbagai gangguan kesehatan. Ada berbagai macam gangguan pada alat vital yang diakibatkan karena kebersihan yang tidak dijaga dengan baik, khususnya bagi para pria. Salah satu gangguan yang dapat dialami para pria adalah balanitis.

Kondisi balanitis sendiri merupakan salah satu gangguan pada penis. Biasanya, seseorang yang mengalami balanitis mengalami peradangan pada ujung penis. Selain kurangnya menjaga kebersihan penis, balanitis bisa disebabkan berbagai faktor lainnya. Tidak ada salahnya mengetahui penyebab balanitis agar para pria dapat menghindari gangguan ini.

Baca juga: Benarkah Mr P yang Tidak Disunat Bisa Alami Balanitis?

Jaga Kebersihan Alat Vital untuk Hindari Balanitis

Umumnya, balanitis lebih sering dialami oleh pria yang belum menjalani khitan atau sunat. Tidak hanya menjadi budaya, khitan atau sunat menjadi kegiatan yang memiliki manfaat untuk kesehatan, salah satunya menghindari pria dari kondisi balanitis. Infeksi atau peradangan yang terjadi pada ujung penis pria yang belum disunat terjadi akibat adanya infeksi jamur maupun infeksi bakteri pada kulit bagian ujung penis yang tidak disunat.

Sebaiknya jaga kebersihan penis dan hindari ujung penis dari penumpukan kotoran agar kesehatan penis tetap terjaga dan terhindar dari berbagai macam gangguan kesehatan. Selain itu, ada penyebab lain seseorang mengalami balanitis, seperti:

1. Infeksi Menular Seksual

Kondisi ini meningkatkan risiko seseorang mengalami kondisi balanitis. Berbagai infeksi menular seksual seperti herpes, klamidia atau gonorea membuat risiko balanitis meningkat. Sebaiknya lakukan hubungan seksual yang aman agar terhindar dari berbagai macam infeksi menular seksual.

2. Infeksi Menular Nonseksual

Bakteri seperti jamur candida sp dapat menyebabkan seseorang mengalami balanitis. Infeksi yang disebabkan jamur candida lebih mudah menyerang orang-orang dengan kondisi memiliki beberapa penyakit, seperti penyakit diabetes dan penyakit fimosis.

3. Alergi

Area kulit kepala penis adalah bagian kulit yang sensitif. Perawatan yang baik menghindari kondisi ujung penis dari infeksi maupun peradangan. Hindari ujung penis dari proses pembersihan dengan menggosok bagian kulit. Jangan lupa perhatikan sabun yang digunakan untuk membersihkan penis. Perhatikan bahan kimia yang terdapat dalam kondom maupun lubrikan agar tidak menyebabkan peradangan pada ujung penis.

Baca juga: Waspada Smegma yang Dapat Menumpuk di Kelamin

Begini Pengobatan Balanitis

Ujung penis yang mengalami kemerahan dan iritasi merupakan gejala yang dialami oleh pengidap balanitis. Tidak hanya itu, penis terasa kering dan kaku, terjadi iritasi, pembengkakan kepala penis yang disertai keluarnya cairan dengan bau yang tidak sedap menjadi gejala lain dari kondisi balanitis.

Sebaiknya segera periksakan kondisi kesehatan ke rumah sakit terdekat jika iritasi maupun gejala balanitis yang dialami tidak kunjung reda dan semakin parah. Terkadang pengidap balanitis juga mengalami mual dan demam dalam waktu beberapa hari.

Penyebab balanitis dapat dipastikan dengan beberapa pemeriksaan. Pengobatan dilakukan sesuai dengan penyebab balanitis, yaitu:

1. Krim Anti Jamur

Tentu pengobatan ini dilakukan pada kondisi balanitis yang disebabkan oleh infeksi jamur candida.

2. Antibiotik

Penggunaan antibiotik dilakukan pada kondisi balanitis yang disebabkan infeksi bakteri.

Baca juga: Mr. P Bau? Mungkin 4 Hal Ini Sebabnya

3. Krim Steroid Ringan

Pengobatan ini dilakukan untuk balanitis yang disebabkan karena alergi atau iritasi.

4. Sunat

Tindakan sunat dilakukan untuk kondisi balanitis yang berulang dan disertai dengan kondisi fimosis.

Rutin melakukan pengobatan dapat membuat kondisi balanitis segera mereda dan membaik. Selalu jaga kesehatan alat vitalmu agar terhindar dari berbagai gangguan kesehatan.