4 Mitos Penyakit Menular Seks yang Salah Kaprah

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
4 Mitos Penyakit Menular Seks yang Salah Kaprah

Halodoc, Jakarta – Ada banyak informasi yang beredar seputar penyakit menular seksual alias PMS. Namun, tidak semua informasi tersebut sudah pasti benar dan mengandung fakta. Nyatanya, ada beberapa informasi seputar penyakit menular seksual yang salah kaprah. Apa saja? 

Umumnya, informasi yang salah ini beredar di kalangan remaja yang sedang penasaran dan mencari tahu. Maka dari itu, peran orang dewasa serta orang tua sangat penting untuk memberi pengertian pada anak mengenai penyakit menular seksual. Sebab, jika sampai remaja terpapar informasi yang tidak tepat, risiko penyebaran PMS di kalangan remaja bisa menjadi lebih tinggi dan menyebabkan hal yang tidak diinginkan. 

Baca juga: 3 Penyakit Menular Seksual yang Berbahaya

Berikut ini 4 mitos atau informasi salah kaprah tentang penyakit menular seksual yang perlu diluruskan.

1. PMS hanya Menyerang Orang Tertentu 

Ada informasi yang menyebut bahwa penyakit menular seksual alias PMS hanya menyerang orang-orang tertentu, yaitu orang yang tidak menjaga kebersihan. Nyatanya, menjaga kebersihan adalah hal yang penting. Namun, bukan berarti PMS hanya akan menyerang orang yang kurang peduli kebersihan. Semua orang yang aktif secara seksual memiliki risiko untuk tertular PMS.

Selain menjaga kebersihan, mencegah PMS juga bisa dilakukan dengan selalu menggunakan pengaman atau kondom saat berhubungan seksual. Nyatanya, penggunaan kondom sangat penting dan bisa membantu menurunkan risiko penyakit menular seksual menyerang. 

2. PMS hanya Terjadi karena Penetrasi 

Banyak yang percaya bahwa penyakit menular seksual hanya bisa terjadi karena penetrasi. Ada mitos yang menyebut bahwa seseorang bisa terhindar dari penularan PMS jika melakukan hubungan seksual secara oral (melalui mulut) ataupun secara anal (melalui anus). Namun hati-hati, nyatanya hal itu hanya mitos. Risiko penularan PMS selalu ada kapanpun ada hubungan seksual, baik melalui penetrasi, oral, anal, maupun sekadar sentuhan. 

Baca juga: 4 Penyakit Menular Seksual yang Masih Bisa Sembuh

Virus atau bakteri yang merupakan penyebab penyakit menular seksual bisa masuk ke dalam tubuh melalui luka di mulut, anus, ataupun luka di alat kelamin. Bahkan, ada beberapa jenis penyakit menular seksual yang bisa menyebar hanya melalui sentuhan kulit, misalnya herpes dan kutil kelamin. 

3. Penyakit Menular Seksual bisa Dilihat 

Banyak orang yang percaya bahwa penyakit menular seksual bisa dilihat secara kasat mata. Hal itu membuat banyak orang merasa yakin dan aman untuk melakukan hubungan intim dengan sembarang orang, karena merasa tidak melihat adanya risiko penyakit pada orang tersebut. Padahal, informasi itu sama sekali tidak benar. 

Meski tidak terlihat, bukan berarti seseorang pasti bersih dari virus penyebab penyakit menular seksual. Kondisi ini tidak bisa dilihat secara kasat mata, bahkan oleh dokter. Untuk memastikan seseorang mengidap penyakit menular seksual atau tidak, dibutuhkan rangkaian pemeriksaan medis, misalnya pemeriksaan darah. 

Pada beberapa kasus, orang yang mengidap penyakit ini bahkan tidak mengetahui ia memiliki PMS. Sebab, penyakit menular seksual seringkali muncul tanpa gejala. 

4. PMS Hanya Terjadi Sekali 

Sebagian informasi menyebut bahwa penyakit menular seksual hanya terjadi satu kali seumur hidup. Hal itu tidak sepenuhnya benar. Bahkan, beberapa jenis PMS bisa bertahan sepanjang hidup, misalnya herpes dan HIV. Jangan sepelekan penyakit menular seksual dan pastikan untuk selalu melindungi diri dengan baik. 

Baca juga: Inilah 4 Penyakit yang Bisa Ditularkan Melalui Hubungan Intim

Itulah 4 mitos penyakit menular seksual yang perlu kamu ketahui. Bila kamu memiliki masalah seksual yang mengganggu, sekarang bisa buat janji dengan dokter di rumah sakit pilihanmu bisa melalui aplikasi Halodoc lho! Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store atau Google Play!