Ketahui 4 Pemeriksaan untuk Deteksi Sindrom Cauda Equina

Ditinjau oleh: dr. Fitrina Aprilia
Ketahui 4 Pemeriksaan untuk Deteksi Sindrom Cauda Equina

Halodoc, Jakarta - Sindrom cauda equina, namanya terdengar menarik bukan? Namun, jangan salah, cauda equina merupakan masalah kesehatan yang dijamin membuat mengidapnya meringis kesakitan. Pengidapnya bisa mengalami nyeri hebat pada punggung bagian bawah. Lho, kok bisa?

Sindrom cauda equina merupakan kondisi saat sekumpulan akar saraf (cauda equina) di bagian bawah saraf tulang belakang mengalami tekanan. Sekolompok akar saraf ini punya tugas menghubungkan antara otak dan organ tubuh bagian bawah. Tugasnya mengirim dan menerima sinyal sensorik dan motorik dari dan menuju tungkai, organ panggul, dan kaki. 

Lalu, bagaimana sih cara mendeteksi sindrom cauda equina?

Baca juga: 6 Penyakit yang Bisa Sebabkan Nyeri Punggung

Nyeri Panggul sampai Masalah BAB

Sebelum menjawab pertanyaan di atas, ada baiknya untuk berkenalan dulu dengan gejala sindrom cauda equina. Biang keladi utama dari sindrom cauda equina adalah hernia diskus, bantalan tulang belakang mengalami pergeseran.

Ketika seseorang terserang sindrom cauda equina, biasanya gejala akan muncul secara bertahap. Di samping itu, pengidapnya mungkin akan mengalami gejala yang bervariasi. Nah, berikut ini beberapa gejala yang bisa ditimbulkan sindrom cauda equina: 

  • Nyeri di sepanjang saraf panggul (skiatika);

  • Rasa nyeri yang hebat pada punggung bagian bawah;

  • Mati rasa di daerah pangkal paha;

  • Disfungsi seksual yang muncul tiba-tiba;

  • Otot tungkai mengalami kelemahan;

  • Masalah saat buang air kecil, atau sulit menahan kencing (inkontinensia urine);

  • Refleks anggota tubuh bagian bawah berkurang atau menghilang; dan

  • Inkontinensia alvi (tinja), ketidakmampuan untuk mengontrol buang air besar.

Nah, bila merasakan gejala-gejala di atas, segeralah temui dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc

Kembali ke judul utama, seperti apa pemeriksaan untuk mendeteksi sindrom cauda equina?

Baca juga: 3 Penyebab Nyeri Punggung yang Jarang Diketahui

Ada Tes Pencitraan dan Fisik

Seperti melakukan pemeriksaan penyakit pada umumnya, dokter akan melakukan wawancara medis lengkap untuk mendeteksi sindrom cauda equina. Di sini dokter akan menanyakan pengidap seputar gejala yang dirasakan dan faktor risiko yang dimilikinya. 

Tahap selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik menyeluruh dan pemeriksaan neurologis. Tujuannya untuk mengidentifikasi tanda-tanda yang mengarah pada sindrom cauda equina. 

Dalam pemeriksaan fisik ini, dokter akan menguji kekuatan, koordinasi, dan keseimbangan pada tungkai dan kaki pasien. Biasanya, dokter akan menginstruksi pengidapnya untuk berjalan dengan tumit dan jari kaki hingga membungkukkan tubuh ke depan, belakang, atau samping.

Nah, setelah pemeriksaan fisik usai, barulah dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan penunjang. Pemeriksaan inilah yang nantinya akan membantu dokter untuk menegakkan diagnosis. 

Berikut ini beberapa pemeriksaan penunjang dalam untuk menelisik sindrom cauda equina. 

  1. CT scan, untuk memperlihatkan gambaran kondisi sumsum tulang belakang dan jaringan di sekitarnya dari berbagai sudut.

  2. MRI, untuk mendapatkan gambaran rinci sumsum tulang belakang, cauda equina, dan daerah di sekitar tulang belakang.

  3. Mielografi, pemeriksaan tulang belakang dengan menggunakan sinar-X dan cairan kontras yang disuntikkan ke dalam jaringan di sekitar tulang belakang. Tujuannya untuk memperlihatkan tekanan yang terjadi pada saraf tulang belakang.

  4. Elektromiografi,  merekam aktivitas elektrik yang dihasilkan oleh otot dan sel saraf, serta mengidentifikasi gangguan fungsi pada saraf dan otot.

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
Healthline (Diakses pada 2019). What Is Cauda Equina Syndrome (CES) and How Is It Treated?
WebMD (Diakses pada 2019). Cauda Equina Syndrome Overview.