• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 4 Pemeriksaan untuk Mendeteksi Mioma Uteri

4 Pemeriksaan untuk Mendeteksi Mioma Uteri

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Dari banyaknya masalah kesehatan yang bisa menghantui rahim, mioma uteri, atau fibroid rahim merupakan salah satu yang mesti diwaspadai. Mioma uteri sendiri adalah pertumbuhan tumor jinak di dalam atau luar rahim yang tak bersifat ganas atau kanker. Kondisi ini juga bisa disebut sebagai sel otot rahim yang tumbuh secara abnormal.

Mioma ini berasal dari sel otot polos rahim dan pada beberapa kasus juga berasal dari otot polos pembuluh darah rahim. Jumlah dan ukuran mioma bervariasi. Namun, umumnya seorang wanita yang mengidap miom memiliki lebih dari satu buah tumor di dalam rahimnya. 

Dalam kebanyakan kasus, mioma sering ditemukan pada dinding rahim. Bentuknya menonjol ke rongga endometrium atau permukaan rahim. Hal yang perlu digaris bawahi, sebagian besar mioma tidak bergejala ditemukan pada wanita usia 35 tahun. Sementara itu, sebagian kecil ditemukan secara tidak sengaja sewaktu pemeriksaan rutin pada wanita usia reproduksi atau usia subur.

Lantas, bagaimana sih cara mendiagnosis mioma uteri agar bisa ditangani sedini mungkin? 

Baca juga: Mitos atau Fakta, Obesitas Berisiko Terserang Mioma Uteri

Lewat Berbagai Pemeriksaan Penunjang

Dalam kebanyakan kasus, mioma uteri sering kali tak menimbulkan keluhan. Timbulnya miom baru diketahui ketika pemeriksaan rutin oleh dokter kandungan. Lalu, bagaimana cara dokter mendiagnosis mioma uteri? Nah, selain lewat pemeriksaan fisik, dokter juga akan melakukan pemeriksaan penunjang, seperti:

1.USG

Salah satu cara mendiagnosis mioma uteri bisa melalui USG perut atau trnsvaginal.

2.MRI

MRI atau magnetic resonance imaging merupakan hasil pencitraan yang bisa memperlihatkan ukuran dan lokasi miom dengan jelas. 

3.Histeroskopi

Cara mendiagnosis mioma uteri juga bisa melalui histeroskopi. Tindakan ini dilakukan untuk mencari miom yang menonjol ke rongga rahim. Di sini dokter akan menggunakan selang kecil berkamera dan memasukkannya ke dalam rahim lewat vagina. 

4.Biopsi

Di sini dokter akan mengambil sampel jaringan tumor setelah melakukan histeroskopi. Kemudian, sampel ini akan diteliti di laboratorium. Lewat pemeriksaan ini dokter bisa mengetahui apakah tumor bersifat jinak atau ganas

Baca juga: Perokok Aktif Berisiko Terkena Mioma Uteri, Ini Faktanya

Gegara Hormonal dan Faktor Risiko Lainnya

Sayangnya, sampai kini penyebab pasti mioma uteri belum diketahui. Akan tetapi, penyakit yang satu ini cukup berkaitan dengan hormon estrogen. Hormon yang dihasilkan oleh ovarium ini bisa menyebabkan penebalan dinding rahim dalam siklus menstruasi. Nah, penebalan inilah yang bisa berkembang menjadi miom. 

Di samping itu, mioma menunjukkan pertumbuhan maksimal selama masa reproduksi, yaitu saat pengeluaran estrogen tinggi. Nah, sehingga cenderung membesar saat wanita sedang hamil dan mengecil saat wanita memasuki masa menopause.

Selain masalah hormonal, riwayat penyakit dalam keluarga juga bisa memicu terjadinya mioma uteri. Sebab, seseorang yang memiliki anggota keluarga yang pernah mengidap mioma, berisiko lebih besar untuk mengalami penyakit ini. 

Penyebab mioma uteri tak hanya kedua hal di atas saja, sebab masih ada beberapa faktor risiko lainnya yang bisa memicu mioma. Misalnya: 

  1. Usia pengidap yang umumnya mengidap mioma pada usia 40 tahun.
  2. Keturunan, bila orangtua memiliki kondisi miom di rahim, kemungkinan kita juga bisa berisiko terserang penyakit ini.
  3. Kebiasaan merokok. 
  4. Diet tinggi konsumsi daging merah, tetapi rendah sayuran hijau.
  5. Kebiasaan konsumsi minuman beralkohol.
  6. Berat badan berlebih atau obesitas.
  7. Penggunaan alat kontrasepsi hormonal yang tinggi estrogen.

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
NHS Choices UK. Diakses pada 2020. Health A-Z. Fibroids. 
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Diseases and Conditions. Uterine Fibroids.
WebMD. Diakses pada 2020. What Are Uterine Fibroids?