• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 4 Pengobatan Ginjal Bocor yang Perlu Dipahami
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 4 Pengobatan Ginjal Bocor yang Perlu Dipahami

4 Pengobatan Ginjal Bocor yang Perlu Dipahami

4 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 09 Maret 2022

“Ginjal bocor menjadi salah satu masalah kesehatan yang perlu mendapatkan penanganan segera. Ada beberapa pilihan pengobatan ginjal bocor yang perlu diketahui, sehingga penanganan dapat segera dilakukan dan komplikasi pun dapat dihindari.”

4 Pengobatan Ginjal Bocor yang Perlu Dipahami

Halodoc, Jakarta – Ginjal menjadi organ tubuh dengan fungsi yang sangat penting. Masalah pada ginjal bisa berdampak pada terganggunya penyaringan kotoran dan limbah yang berujung pada komplikasi yang serius jika tidak segera dilakukan penanganan. Salah satu kondisi medis yang rentan menyerang ginjal adalah ginjal bocor

Memiliki nama medis sindrom nefrotik, ginjal bocor adalah gangguan pada ginjal yang mengakibatkan tubuh mengeluarkan protein dalam jumlah berlebih dalam urine. Masalah kesehatan ini biasanya terjadi karena pembuluh darah kecil pada ginjal yang mengalami kerusakan. Sayangnya, pembuluh darah ini punya fungsi untuk menyaring kelebihan air sekaligus limbah dari darah. 

Pilihan Pengobatan untuk Mengatasi Ginjal Bocor

Ginja bocor biasanya ditangani berdasarkan apa yang menjadi penyebabnya. Dokter akan meresepkan beberapa obat guna membantu mengurangi gejala dan mencegah terjadinya komplikasi.  Pilihan obat tersebut, yaitu:

  1. Obat untuk Menurunkan Tekanan Darah

Obat ini membantu mengendalikan tekanan darah dalam glomerulus dan menurunkan protein yang ada dalam urine. Obat tersebut berupa ARB atau Angiotensin II Receptor Blockers dan kelompok ACE inhibitor.

  1. Obat Diuretik

Obat golongan diuretik membantu mengurangi terjadinya pembengkakan pada tubuh karena kebocoran ginjal. 

  1. Obat untuk Menekan Imunitas

Jenis obat ini membantu menelan respons abnormal dari imunitas tubuh sekaligus membantu mengurangi terjadinya peradangan. Contohnya adalah kelompok obat kortikosteroid.

  1. Menjalani Diet Khusus

Tak hanya dengan obat, pengidap ginjal bocor juga dianjurkan untuk disiplin menerapkan pola hidup sehat dan diet tertentu. Misalnya, dengan menghindari asupan makanan berlemak, mengurangi asupan makanan dengan kandungan protein yang tinggi, dan diet garam. 

Mengenali Gejala Ginjal Bocor

Ginjal yang mengalami kebocoran tidak selalu menimbulkan gejala. Seringnya, pengidap baru menyadari adanya kebocoran ginjal setelah menjalani pemeriksaan urine, darah, dan fungsi ginjal. Meski begitu, ada beberapa gejala yang menunjukkan kamu mengidap ginjal bocor, seperti:

  • Urine mengeluarkan buih atau busa.
  • Terjadi pembengkakan pada bagian tubuh, misalnya perut, tangan, wajah, dan kaki.
  • Tubuh menjadi mudah lelah.
  • Sering merasa mual dan muntah.
  • Menjadi lebih sering buang air kecil.
  • Mengalami kesulitan tidur atau insomnia.
  • Kesulitan berkonsentrasi.
  • Kulit mengalami gatal dan menjadi kering.
  • Mengalami masalah elektrolit.
  • Mengalami sesak napas.

Jadi, apabila kamu merasakan adanya tanda atau gejala yang mengarah pada ginjal bocor, jangan tunda untuk segera melakukan pemeriksaan. Kamu bisa langsung menanyakan pada dokter spesialis dan mendapatkan penanganan yang tepat. Caranya tentu dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Jadi, pastikan kamu sudah download aplikasi Halodoc di ponselmu, ya!

Apa Penyebab Ginjal Bocor?

Ginjal bocor bisa terjadi karena masalah kesehatan dan kondisi khusus, seperti:

  1. Nefropati Diabetik

Kondisi ini ditandai dengan penebalan pada ginjal yang berujung pada penurunan fungsi glomerulus. Kondisi inilah yang menyebabkan protein albumin turut ikut dalam urine. Fase awal masalah kesehatan ini bisa saja tidak menunjukkan adanya gejala. 

Namun, gejala baru akan muncul apabila kerusakan yang terjadi pada ginjal sudah semakin buruk. Gejalanya bisa berupa sakit kepala, penurunan nafsu makan, kaki membengkak, dan tubuh kelelahan.

  1. Infeksi pada Ginjal

Infeksi yang terjadi pada ginjal disebabkan karena bakteri yang berpindah, misalnya bakteri E. coli yang berasal dari saluran kemih bagian bawah yang berpindah ke ginjal. Gejala yang muncul, seperti sakit saat berkemih dan terasa sakit di area perut, pinggang, dan punggung.

  1. Lupus Nefritis

Kondisi peradangan pada ginjal yang terjadi karena dampak dari penyakit lupus. Lupus merupakan gangguan autoimun yang terjadi ketika kekebalan yang seharusnya melindungi tubuh justru menyerang sel dan organ tubuh. Kondisi ini dapat mengakibatkan peradangan pada ginjal, sehingga fungsi ginjal pun terganggu. 

Gejala dari lupus nefritis sebenarnya mirip dengan masalah ginjal lainnya, seperti adanya protein dan darah dalam urine, kaki, mata, dan perut membengkak, serta urine yang berwarna gelap dan berbusa. 

  1. Preeklampsia 

Merupakan komplikasi kehamilan yang ditandai dengan kondisi tekanan darah tinggi dan kadar protein dalam urine yang tinggi. Ibu hamil dengan kondisi ini bisa mengalami nyeri perut atas, sakit kepala, tekanan darah meningkat, adanya protein dalam urine, dan penglihatan mengabur. 

  1. Sindrom Nefrotik

Masalah pada ginjal yang mengakibatkan tubuh mengalami kehilangan protein dalam jumlah besar melalui urine. Meski jarang terjadi, tetapi kondisi ini bisa menyerang siapa saja, baik anak maupun orang dewasa. Sindrom nefrotik terjadi karena kerusakan glomerulus di ginjal karena peradangan, penyumbatan pembuluh darah, infeksi, dan kondisi medis tertentu. 

Adapun gejala dari sindrom nefrotik, yaitu protein yang terdapat dalam urine, sangat rentan terserang infeksi, tubuh lemas, urine berbusa, dan pembengkakan pada seluruh bagian tubuh. Jika kamu mengalaminya, segera berobat, ya!

Referensi:
Everyday Health. Diakses pada 2022. Proteinuria: What Does Protein in the Urine Mean and How Is It Tested?
Medscape. Diakses pada 2022. Proteinuria
American Kidney Fund. Diakses pada 2022. Protein in Urine (Proteinuria) Causes, Symptoms, & Treatments.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2022. Proteinuria.