24 April 2018

4 Penyakit Autoimun yang Langka dan Berbahaya

4 Penyakit Autoimun yang Langka dan Berbahaya

Halodoc, Jakarta – Penyakit autoimun adalah kondisi di mana sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang tubuh sendiri. Sistem kekebalan tubuh sebenarnya memiliki fungsi sebagai perlindungan terhadap infeksi dari makromolekul asing atau serangan patogen, termasuk virus, bakteri, protozoa dan parasit. Saat terserang autoimun, yang terjadi adalah sistem kekebalan tubuh menilai sel tubuhmu sebagai benda asing sehingga menyerangnya.

Penyakit autoimun yang umumnya menyerang adalah rematik, radang usus, dan diabetes melitus tipe 1. Selain penyakit umum tersebut, berikut adalah 5 penyakit autoimun yang langka, namun tetap harus kamu waspadai.

Celiac Disease

Penyakit celiac adalah gangguan pencernaan yang terjadi karena reaksi kekebalan terhadap gluten yang tidak normal. Gluten sendiri adalah protein yang ditemukan dalam makanan yang biasanya terbuat dari gandum. Intoleransi gluten juga sering disebut sebagai kepekaan gluten, yang ditandai dengan ketidakmampuan tubuh dalam mencerna atau mengurai gluten.

Pada penyakit celiac, respon imun terhadap gluten menciptakan racun yang bisa merusak villi (tonjolan kecil seperti jari di dalam usus kecil). Bila villi rusak, tubuh menjadi tidak mampu menyerap nutrisi dari makanan. Kondisi ini bisa menyebabkan malnutrisi dan komplikasi kesehatan lainnya, termasuk kerusakan usus permanen.

Tiroiditis Hashimoto

Penyakit tiroiditis Hashimoto terjadi karena kelainan autoimun, yang menyebabkan antibodi menyerang sel tiroid. Tiroid berfungsi melepaskan hormon yang mengatur metabolisme, suhu tubuh, kekuatan otot, dan banyak fungsi tubuh lainnya. Ketika antibodi menyerang kelenjar tiroid, perlahan ukurannya akan membesar hingga akhirnya rusak. Ini menyebabkan kadar hormon tiroid menurun, atau hipotiroidisme. Faktor genetik diyakini sebagai penyeba penyakit autoimun ini.

(Baca juga: Cari Tahu Tentang Penyakit Lupus)

Myasthenia Gravis

Penyakit autoimun lainnya yakni Myasthenia gravis (MG). Penyakit ini adalah kelainan neuromuskular yang mengakibatkan kelemahan pada otot yang disebabkan oleh autoimun. MG terjadi karena kinerja antara sel saraf dan otot terganggu. Pada umumnya, bagian otot yang sering mengalaminya adalah otot mata, kelopak mata, otot untuk mengunyah, menelan, batuk, dan otot wajah.

Graves Disease

Penyakit Graves atau yang juga dikenal dengan sebutan hipertiroidisme adalah salah satu penyakit autoimun yang menyebabkan kelenjar tiroid menghasilkan terlalu banyak hormon tiroid dalam tubuh. Penyakit Graves adalah salah satu bentuk hipertiroidisme yang paling umum.

Pada penyakit Graves, sistem kekebalan tubuh kamu menciptakan antibodi yang dikenal sebagai imunoglobulin yang merangsang tiroid. Antibodi ini menempel pada sel tiroid yang sehat dan menyebabkan kelenjar tiroid memproduksi terlalu banyak hormon tiroid.

Bila dibiarkan, hipertiroidisme bisa menyebabkan penurunan berat badan, sulitnya pengendalian reaksi emosional, kelelahan mental atau fisik, hingga depresi.

(Baca juga: Ketahui Lebih Banyak Lagi Penyebab Hipertiroid)

Itulah 4 jenis penyakit autoimun di atas yang mungkin saja belum pernah kamu dengar sebelumnya dan sangat berbahaya. Agar memahami cara penanganan penyakit autoimun ini, kamu bisa berdiskusi dengan dokter yang ada di Halodoc.

Kamu bisa menanyakan hal apapun terkait kesehatan dan memilih sendiri dokter yang akan kamu ajak berbicara melalui pilihan komunikasi Chat, Voice/Video Call melalui layanan Contact Doctor. Kamu juga bisa membeli keperluan medis seperti obat atau vitamin melalui layanan Pharmacy Delivery yang akan mengantarkan pesananmu tidak lebih dari satu jam.

Selain itu, kamu bisa melakukan pemeriksaan darah dan juga menentukan jadwal, lokasi, dan petugas lab yang akan datang ke lokasi tujuan melalui layanan Lab Service. Hasil lab bisa dilihat langsung pada aplikasi layanan kesehatan Halodoc.  Bagaimana, cukup lengkap bukan? Tunggu apalagi, ayo download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play sekarang juga.