• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 4 Penyakit yang Bisa Sebabkan Gejala Agitasi
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 4 Penyakit yang Bisa Sebabkan Gejala Agitasi

4 Penyakit yang Bisa Sebabkan Gejala Agitasi

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 26 September 2022

“Terdapat beberapa kondisi atau penyakit yang dapat sebabkan gejala agitasi. Salah satunya adalah siklus menstruasi yang terganggu seperti gangguan dysphoric pramenstruasi (PMDD).”

4 Penyakit yang Bisa Sebabkan Gejala Agitasi4 Penyakit yang Bisa Sebabkan Gejala Agitasi

Halodoc, Jakarta – Agitasi merupakan kondisi yang ditandai dengan perasaan gelisah, cemas, atau jengkel. Perasaan ini terjadi dari waktu ke waktu dan menjadi parah. Sebagian besar kasus agitasi umumnya diakibatkan oleh faktor psikologis, seperti stres atau bahkan tidak diketahui penyebabnya. Kendati demikian, sebenarnya agitasi dapat dipicu oleh beberapa kondisi medis. Artinya, agitasi dapat menjadi gejala akan suatu penyakit atau gangguan kesehatan tertentu. 

Lantas, kira-kira apa saja penyakit yang dapat menyebabkan agitasi? Yuk, ketahui informasinya di sini! 

Penyakit yang Bisa Sebabkan Agitasi 

Ada beberapa penyakit atau kondisi medis yang dapat menyebabkan agitasi meliputi:

1. Siklus menstruasi yang terganggu 

Perubahan hormon sebelum menstruasi bisa membuat seorang wanita merasa tegang. Namun, seorang wanita mungkin benar-benar kewalahan dan gelisah jika dirinya memiliki gangguan dysphoric pramenstruasi (PMDD). Kondisi ini merupakan jenis yang lebih serius dari sindrom pramenstruasi (PMS). Umumnya, kondisi ini juga menimbulkan beberapa gejala lainnya. 

Mulai dari kecenderungan untuk menangis, rasa lelah yang berlebihan, adanya masalah perut, mudah lupa. Akibat beberapa hal tersebut, mereka yang memiliki PMDD dapat memiliki masalah di tempat kerja atau pada hubungan sosialnya dengan orang lain. 

2. Hipotiroidisme

Kondisi yang menyebabkan ketidakseimbangan hormon seperti hipotiroidisme juga dapat menyebabkan agitasi. Penyakit ini terjadi ketika tubuh tidak menghasilkan cukup hormon tiroid. Umumnya, semakin parah penyakit tiroid, semakin parah juga perubahan suasana hati akan terjadi. Sebab, ketika tubuh tidak dapat membuat cukup hormon tiroid, otak dan tubuh tidak bekerja dengan sangat cepat. 

Selain menimbulkan agitasi, hipotiroidisme juga dapat menimbulkan beberapa gejala lain, seperti: 

  • Masalah perhatian atau memori.
  • Sembelit.
  • Depresi atau kecemasan.
  • Kelelahan.

3. Ketergantungan alkohol 

ketergantungan atau sedang mengalami sakau (putus asupan) dari alkohol juga dapat menyebabkan agitasi. Khususnya bagi para peminum berat yang secara mendadak memutus atau secara signifikan membatasi asupannya. Kondisi ini diketahui dengan nama alcohol withdrawal syndrome (AWS). 

Tanda dan gejala AWS dapat muncul mulai dari 6 jam hingga beberapa hari setelah minuman terakhir peminum. Selain dapat menimbulkan agitasi, ada beberapa gejala lain yang dapat muncul akibat kondisi ini, antara lain: 

  • Tangan tremor (gemetaran). 
  • Mual dan muntah. 
  • Sakit kepala. 
  • Peningkatan denyut jantung.
  • Mudah berkeringat.
  • sifat mudah marah.
  • Kebingungan atau disorientasi. 
  • Insomnia. 

4. Tumor Otak 

Pada kasus yang jarang agitasi juga dapat terjadi akibat gangguan neurologis, seperti mengidap tumor otak. Perlu diingat bahwa tumor otak merupakan kumpulan, atau massa, sel-sel abnormal di otak. Selain itu, tumor otak bisa bersifat kanker (ganas) atau non-kanker (jinak). Ketika tumor jinak atau ganas tumbuh, mereka dapat menyebabkan tekanan di dalam tengkorak kepala pengidapnya meningkat. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan otak, dan dapat mengancam keselamatan jiwa.

Tumor otak juga dikategorikan sebagai primer atau sekunder:

  • Tumor otak primer berasal dari otak, dan umumnya tumor otak primer bersifat jinak.
  • Jenis tumor otak sekunder, juga dikenal sebagai tumor otak metastatik, terjadi ketika sel kanker menyebar ke otak dari organ lain. Misalnya seperti paru-paru atau payudara.

Itulah beberapa kondisi atau penyakit yang dapat menyebabkan gejala agitasi. Mulai dari siklus menstruasi yang terganggu, hipotiroidisme, ketergantungan alkohol, hingga tumor otak. Karena itu, penting untuk segera memeriksakan diri ke dokter, jika sering merasa gelisah tanpa alasan yang jelas. 

Pasalnya, kondisi atau penyakit yang mendasari agitasi dapat memengaruhi suasana hati secara signifikan dan memicu dampak serius, jika tidak segera ditangani. 

Jika saat ini kamu ingin memeriksakan kondisimu, kamu bisa membuat janji rumah sakit melalui aplikasi Halodoc, lho. Tentunya tanpa perlu mengantre atau menunggu berlama-lama. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, download Halodoc sekarang juga! 

Referensi: 
Healthline. Diakses pada 2022. What’s Causing My Agitation?
Healthline. Diakses pada 2022. Alcohol Withdrawal Syndrome: Symptoms, Causes, Treatment, and More. 
WebMD. Diakses pada 2022. What Causes Agitation?