• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 4 Penyebab Perut Balita Terlihat Buncit

4 Penyebab Perut Balita Terlihat Buncit

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta – Sosok bayi berusia di bawah lima tahun (balita) yang masih mungil memang bisa membuat siapa saja yang melihatnya menjadi gemas. Tidak heran bila orangtua bisa mengamati Si Kecil selama berjam-jam tanpa merasa bosan. 

Selain pipinya yang chubby, perut balita biasanya juga terlihat buncit yang membuat mereka semakin menggemaskan. Namun, sebenarnya mengapa perut balita terlihat buncit? Apakah hal itu normal atau tidak? Berikut ulasannya.

Perut Kembung sampai Sembelit Bisa Jadi Penyebabnya

Kebanyakan perut balita biasanya buncit, apalagi setelah menyusu dalam jumlah yang banyak. Namun, di sela-sela waktu makan, perut bayi yang buncit biasanya terasa cukup empuk bila dipegang.

Bila perut Si Kecil terasa bengkak dan keras, atau bila ia tidak buang air besar (BAB) selama lebih dari satu atau dua hari, dan muntah, sebaiknya segera periksakan ia ke dokter. Kemungkinan besar kondisi tersebut disebabkan oleh gas atau sembelit, tapi bisa juga menandakan masalah usus yang lebih serius.

Nah, sebenarnya mengapa perut balita terlihat buncit? Berikut beberapa penyebab perut balita terlihat buncit yang perlu ibu ketahui:

1.Perut Kembung

Salah satu penyebab perut balita terlihat buncit adalah perut kembung. Saat balita kembung, perutnya biasanya terlihat buncit dan ia mungkin menangis, bersendawa, buang angin, atau mengalami kram perut. Perut kembung pada balita biasanya disebabkan karena ia menelan udara berlebih selama menyusui atau menangis.

Ibu bisa meredakan gejala perut kembung yang dialami Si Kecil dengan membuatnya bersendawa selama 2-3 menit. Bila ia tidak bersendawa selama waktu tersebut, ibu bisa kembali menyusui atau memandikannya dengan air hangat bila ia masih menangis. Mandi air hangat bisa membuat balita lebih rileks dan membantunya membuang gas di perut, sehingga perutnya tidak tampak buncit lagi.

Baca juga: Bayi Alami Kembung, Ibu Lakukan 6 Hal Ini

2.Sembelit

Bila ibu menyadari bahwa Si Kecil sudah tidak buang air besar selama 5-10 hari, perutnya yang buncit mungkin saja disebabkan karena sembelit. Sembelit juga bisa menjadi penyebab perut balita terlihat buncit.

Bayi yang diberikan air susu ibu (ASI) memang biasanya hanya buang air besar sekali dalam seminggu. ASI sangat bergizi sehingga terkadang tubuh bayi menyerap hampir semuanya dan menyisakan hanya sedikit yang bergerak melalui saluran pencernaan. Namun, beberapa bayi memiliki usus yang lebih lambat, sehingga mereka tidak sering BAB. Selain itu, kotoran juga bisa mengeras dari waktu ke waktu. 

Ada cara-cara alami yang bisa ibu lakukan untuk mengatasi sembelit pada balita, seperti memberinya minum air putih bila ia sudah berusia di atas 4 bulan. Namun, pastikan ibu bertanya terlebih dahulu dengan dokter sebelum memberikan Si Kecil minum air putih. Memandikan balita dengan air hangat, atau memijat dengan lembut perutnya juga bisa membantunya untuk BAB.

Baca juga: Kenali Hirschsprung, Kondisi yang Sebabkan Bayi Sulit BAB

3.Alergi Susu atau Intoleransi Laktosa

Penyebab perut balita terlihat buncit lainnya mungkin karena ia memiliki alergi susu atau intoleransi laktosa pada susu formula. Selain menyebabkan perut membuncit, kedua kondisi tersebut juga bisa menimbulkan gejala, seperti mual, muntah, diare, darah pada feses, dan rewel.

Namun, intoleransi laktosa kadang-kadang sulit diketahui karena gejalanya mungkin baru muncul 6-10 jam setelah laktosa dikonsumsi. Bila ibu mencurigai Si Kecil memiliki intoleransi laktosa, bicarakan pada dokter tentang kemungkinan untuk melakukan tes untuk memastikannya.

4.Enterokolitis Nekrotikans

Penyebab perut balita terlihat buncit juga bisa menjadi pertanda Si Kecil mengalami enterokolitis nekrotikans, yaitu peradangan usus besar atau usus halus. Masalah kesehatan ini biasanya dialami oleh bayi yang lahir prematur. Gejala yang bisa terjadi, yaitu mual dan muntah, diare, dan feses berdarah. 

Ini adalah kondisi yang perlu ditangani segera, karena enterokolitis nekrotikans bisa merusak jaringan usus bayi dan membahayakan nyawanya.

Baca juga: Adakah Cara Mencegah Necrotizing Enterocolitis?

Jadi, ibu tidak perlu bertanya-tanya lagi tentang mengapa perut balita terlihat buncit. Bila hanya terjadi sementara waktu dan tidak disertai gejala-gejala lain, perut balita yang terlihat buncit masih bisa dikatakan normal. Namun, bila perut Si Kecil membesar disertai dengan gejala yang mengkhawatirkan, segera bawa ia ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Bila Si Kecil sakit, ibu bisa menggunakan aplikasi Halodoc untuk membeli obat yang ibu butuhkan untuk meredakan gejala yang dialami Si Kecil. Yuk, download aplikasinya sekarang juga untuk memudahkan ibu mendapatkan solusi kesehatan terlengkap untuk keluarga.



Referensi:
Hello Motherhood. Diakses pada 2021. Abdominal Distention in Infants.
Parents. Diakses pada 2021. 4 Reasons Your Kid Is Bloated and How to Help.
WebMD. Diakses pada 2021. Your Baby's Bowels and Constipation.