• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 4 Perawatan Kulit untuk Mengatasi Keratosis Pilaris
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 4 Perawatan Kulit untuk Mengatasi Keratosis Pilaris

4 Perawatan Kulit untuk Mengatasi Keratosis Pilaris

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 07 Oktober 2022

“Keratosis pilaris tidak bisa disembuhkan, tapi ada beberapa perawatan kulit yang bisa dilakukan untuk menjaganya tetap terkendali, sehingga kulit bisa menjadi lebih mulus. Perawatan kulit tersebut termasuk eksfoliasi kulit, penggunaan krim, dan pelembab. ”

4 Perawatan Kulit untuk Mengatasi Keratosis Pilaris4 Perawatan Kulit untuk Mengatasi Keratosis Pilaris

Halodoc, Jakarta – Keratosis pilaris atau kadang-kadang disebut ‘kulit ayam’ adalah kondisi kulit yang umum yang menyebabkan bercak-bercak benjolan kasar muncul di kulit. Benjolan atau jerawat kecil ini sebenarnya adalah sel kulit mati yang menyumbat folikel rambut. Mereka terkadang berwarna merah atau coklat. 

Keratosis pilaris biasanya ditemukan di lengan atas, paha, pipi, atau bokong. Sebenarnya kondisi kulit tersebut tidak menular, dan juga tidak menyebabkan ketidaknyamanan atau gatal. Namun, keratosis pilaris diketahui bisa memburuk pada saat cuaca dingin ketika kulit cenderung mengering. 

Sayangnya, tidak ada obat untuk menyembuhkan kondisi kulit genetik ini, tetapi ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasinya atau mencegahnya menjadi lebih buruk. Yuk, simak perawatan kulit untuk mengatasi keratosis pilaris di sini.

Perawatan Kulit untuk Mengatasi Keratosis Pilaris

Keratosis pilaris biasanya bisa hilang dengan sendirinya secara bertahap. Namun, ada beberapa perawatan kulit yang bisa dilakukan di rumah untuk mengatasi kondisi kulit tersebut, sehingga kulit bisa menjadi halus dan mulus. 

1. Lakukan eksfoliasi dengan lembut

Eksfoliasi atau pengelupasan kulit bisa menghilangkan sel-sel kulit mati dari permukaan yang menjadi penyebab keratosis pilaris. Kamu bisa melakukan eksfoliasi dengan lembut dengan menggunakan loofah atau waslap kasar. Ingat, hindari menggosok kulit dengan kencang, karena bisa mengiritasi kulit dan memperburuk keratosis pilaris.

2. Oleskan krim untuk mengangkat sel kulit mati

Krim yang mengandung asam alfa hidroksi, asam laktat, asam salisilat atau urea bisa membantu melonggarkan dan mengangkat sel kulit mati. Mereka juga melembabkan dan melembutkan kulit kering. Tergantung pada kekuatannya, krim ini (eksfoliasi topikal) tersedia tanpa resep atau dengan resep dokter. Dokter bisa memberi tahu kamu tentang mana pilihan yang terbaik dan seberapa sering harus mengaplikasikannya. 

Namun, pastikanlah kamu menggunakan krim eksfoliasi tersebut persis sesuai petunjuk yang tertera pada kemasan. Pasalnya, mengaplikasikan terlalu banyak atau menggunakannya lebih sering daripada yang dianjurkan bisa menyebabkan kulit menjadi kasar dan teriritasi.

Bahkan ketika kamu sudah mengikuti petunjuk pemakaiannya, ada kemungkinan kulit kamu bisa menjadi terlalu kering atau teriritasi. Bila hal itu terjadi, hentikan penggunaan produk selama beberapa hari.

3. Gunakan krim pencegah folikel tersumbat

Selain krim untuk mengangkat sel kulit mati, kamu juga bisa menggunakan krim untuk mencegah folikel tersumbat. Krim yang berasal dari vitamin A (retinoid topikal) bekerja dengan meningkatkan pergantian sel dan mencegah folikel rambut tersumbat. Tretinoin  dan tazarotene adalah contoh retinoid topikal. 

4. Gunakan pelembab

Krim untuk mengatasi keratosis pilaris di atas bisa membuat kulit menjadi kering. Karena itu, kamu dianjurkan untuk menggunakan pelembab sesudahnya. Dermatologis merekomendasikan penggunaan krim atau salep bebas minyak untuk membantu mencegah pori-pori tersumbat. Kamu dianjurkan untuk menggunakan pelembab setiap habis mandi atau ketika kulit terasa kering, dan setidaknya 2-3 kali sehari.

Keratosis pilaris bisa membandel. Bila kondisi kulit tersebut tidak membaik, meskipun kamu sudah melakukan perawatan kulit di atas, sebaiknya temui dokter kulit. Kamu bisa berobat ke dokter kulit dengan buat janji di rumah sakit pilihan di aplikasi Halodoc

Selain itu, karena keratosis pilaris tidak bisa sembuh sepenuhnya, jadi kamu harus tetap menggunakan krim obat secara rutin agar benjolan tetap terkendali.

Tips Mencegah Flare-up

Selain perawatan kulit di atas, kamu juga perlu tahu cara mencegah flare up (kulit bengkak dan kemerahan) terjadi:

  • Rajin melembabkan kulit. Keratosis pilaris sering muncul saat kulit menjadi kering. Nah, rajin mengaplikasikan pelembab bisa mencegah kulit kering.
  • Pikirkan kembali hair removal. Mencukur atau waxing kulit yang mengidap keratosis pilaris bisa menyebabkan lebih banyak benjolan. Namun, laser hair removal bisa menghilangkan rambut tanpa menyebabkan kekambuhan.
  • Jangan mandi terlalu lama. Untuk mencegah kulit kering, sebaiknya mandi sebentar saja (sekitar 20 menit atau kurang), dan gunakan air hangat daripada air panas. Selain itu, batasi mandi hanya sekali sehari.
  • Gunakan sabun mandi berbahan ringan, dan hindari sabun batangan, karena bisa mengeringkan kulit.
  • Pasang pelembab udara saat udara terasa kering. Ini bisa membantu mencegah kulit kering.

Itulah perawatan kulit untuk mengatasi keratosis pilaris. Jangan lupa download aplikasi Halodoc sekarang di App Store atau Google Play untuk memudahkan kamu mendapatkan solusi kesehatan terlengkap.

Referensi: 
Healthline. Diakses pada 2022.  Keratosis Pilaris (Chicken Skin).
American Academy of Dermatology Association. Diakses pada 2022. Keratosis Pilaris: Self-Care.
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Keratosis pilaris