• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 4 Pola Hidup Sehat untuk Pengidap Fisura Ani
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 4 Pola Hidup Sehat untuk Pengidap Fisura Ani

4 Pola Hidup Sehat untuk Pengidap Fisura Ani

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 03 Desember 2021
4 Pola Hidup Sehat untuk Pengidap Fisura Ani

Fisura ani atau robeknya lapisan anus bisa menimbulkan rasa sakit luar biasa dan ketidaknyamanan saat buang air besar. Pengidap fisura ani perlu menerapkan pola hidup sehat agar kondisinya cepat sembuh.”

Halodoc, Jakarta – Sembelit yang terjadi terus menerus berisiko menyebabkan fisura ani. Kondisi ini terjadi ketika jaringan tipis yang melapisi anus robek. Kondisi ini bisa menyebabkan rasa sakit dan pendarahan saat buang air besar. Pengidapnya juga bisa mengalami kejang pada cincin otot di ujung anus (sphincter anal).

Sebagian besar fisura ani dapat membaik dengan perawatan sederhana, seperti konsumsi makanan berserat atau mandi air hangat. Namun, beberapa pengidap fisura ani mungkin memerlukan pengobatan sampai pembedahan. Untuk mempercepat masa penyembuhan, pengidap kondisi ini perlu menerapkan pola hidup sehat.

Pola Hidup Sehat untuk Pengidap Fisura Ani

Mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat dapat membantu meringankan ketidaknyamanan dan mempercepat penyembuhan fisura ani, serta mencegah kekambuhan. Berikut pola hidup sehat yang perlu diterapkan oleh pengidap fisura ani:

1. Perbanyak konsumsi serat

Konsumsi 25-30 gram serat setiap harinya dapat membantu melunakkan tinja sehingga mempercepat penyembuhan fisura ani. Makanlah makanan kaya serat seperti buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan dan biji-bijian. Perlu diperhatikan, dalam beberapa kasus serat bisa membuat perut kembung dan bergas. Maka dari itu, tingkatkan asupan serat secara bertahap.

2. Cukupi kebutuhan cairan

Selain mengonsumsi serat, kamu juga wajib mencukupi kebutuhan cairan. Cairan tubuh yang tercukupi dapat melancarkan keluarnya tinja. Namun, sebaiknya pilih cairan yang bebas pemanis dan bersoda. Air putih adalah pilihan cairan terbaik untuk menghidrasi tubuh.

3. Hindari mengejan

Saat buang air besar, sebaiknya hindari mengejan terlalu keras. Mengejan dapat menciptakan tekanan sehingga berisiko membuat robekan semakin parah. Oleh sebab itu, usahakan jangan mengejan terlalu keras saat buang air besar agar penyembuhan robekan semakin cepat. Selain itu, jangan menunda keinginan buang air besar. Menahan buang air besar justru membuat kotoran mengering dan lebih sulit untuk dikeluarkan

4. Jaga kebersihan anus

Kamu juga harus menjaga area anus tetap bersih dan kering. Pastikan kamu menyeka area genital dengan lembut setelah buang air kecil atau buang air besar. Kemudian keringkan dengan handuk lembut. 

Anus yang tidak bersih dapat mengembangbiakan bakteri dan berisiko menyebabkan infeksi di area robekan. Pada bayi yang mengalami kondisi ini pastikan untuk mengganti popoknya sesering mungkin dan bersihkan area genital dengan lembut.

Berbagai Penyebab Fisura Ani

Fisura ani paling sering disebabkan karena sembelit. Sembelit ditandai dengan tinja yang keras dan sulit dikeluarkan. Nah, tinja yang sangat keras inilah yang dapat merobek lapisan anus. Kondisi lain yang dapat menyebabkan kondisi ini meliputi:

  • Diare terus menerus.
  • Penyakit Crohn.
  • Kolitis ulserativa
  • Persalinan.
  • Infeksi menular seksual, seperti sifilis atau herpes.

Cara yang paling efektif untuk mencegah fisura ani adalah melakukan langkah pencegahan dari kondisi di atas. Pencegahannya bisa meliputi konsumsi makanan berserat tinggi, cukupi kebutuhan cairan tubuh, dan berolahraga secara teratur agar tidak mengejan saat buang air besar. Kamu juga harus menerapkan hubungan seks aman supaya terhindar dari infeksi menular seksual.

Jika kamu sering mengalami sembelit, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Supaya lebih mudah dan praktis, buat janji rumah sakit melalui aplikasi Halodoc. Jangan tunda untuk memeriksakan diri sebelum sembelit menyebabkan fisura ani. Yuk, download Halodoc sekarang juga!

This image has an empty alt attribute; its file name is Banner_Web_Artikel-01.jpeg
Referensi :
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Anal fissure.
National Health Services. Diakses pada 2021. Anal fissure.
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Anal fissure.