• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 4 Tahapan Perkembangan Kognitif Si Kecil dalam Teori Piaget

4 Tahapan Perkembangan Kognitif Si Kecil dalam Teori Piaget

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
4 Tahapan Perkembangan Kognitif Si Kecil dalam Teori Piaget

“Perkembangan kognitif anak mengacu pada proses mengingat, pengambilan keputusan, dan pemecahan masalah. Perkembangan ini bisa berbeda-beda pada tiap anak. Psikolog J. Piaget membagi perkembangan kognitif anak pada empat tahap berdasarkan usia anak.”

Halodoc, Jakarta - Sudah tak asing dengan perkembangan kognitif anak? Perkembangan kognitif anak mengacu pada tahapan kemampuan Si Kecil dalam memperoleh makna dan pengetahuan, dari pengalaman dan informasi yang ia peroleh. Singkat kata, perkembangan motorik ini berkaitan dengan proses mengingat, pengambilan keputusan, dan pemecahan masalah.

Nah, menyoal perkembangan kognitif anak ini terdapat beberapa teori yang perlu ibu ketahui, salah satunya teori Piaget. Teori Piaget berfokus pada anak-anak, mulai dari lahir hingga remaja, dan menjelaskan berbagai tahap perkembangan, termasuk bahasa, moral, memori, dan pemikiran. Seperti apa tahapannya?

Baca juga: Bagaimana Tahap Tumbuh Kembang Anak yang Ideal?

Tahapan Perkembangan Kognitif Anak dalam Teori Piaget

Melansir dari laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), menurut J. Piaget, awal masa remaja terjadi transformasi kognitif yang besar menuju cara berpikir yang lebih abstrak, konseptual, dan berorientasi ke masa depan (future oriented).

Remaja mulai menunjukkan minat dan kemampuan di bidang tulisan, seni, musik, olahraga, dan keagamaan. 

Teori perkembangan kognitif Jean Piaget atau teori Piaget menunjukkan bahwa kecerdasan berubah seiring dengan pertumbuhan anak. Perkembangan kognitif seorang anak bukan hanya tentang memperoleh pengetahuan, anak juga harus mengembangkan atau membangun mental.

Lantas, seperti apa sih tahapan teori Piaget dalam perkembangan kognitif anak?

1. Tahap Sensorimotor (Usia 18 - 24 bulan)

Tahap sensorimotor adalah yang pertama dari empat tahap dalam teori Piaget mengenai perkembangan kognitif anak Piaget. Selama periode ini, bayi mengembangkan pemahaman tentang dunia melalui koordinasi pengalaman sensorik (melihat, mendengar) dengan tindakan motorik (menggapai, menyentuh). 

Perkembangan utama selama tahap sensorimotor adalah pemahaman bahwa ada objek dan peristiwa terjadi di dunia secara alami dari tindakannya sendiri.

Misalnya, jika ibu meletakkan mainan di bawah selimut, anak tahu bahwa main yang biasanya ada (dia lihat) kini tidak terlihat (hilang), dan anak secara aktif mencarinya. Pada awal tahapan ini, anak berperilaku seolah mainan itu hilang begitu saja. 

2. Tahap Praoperasional (Usia 2 - 7 Tahun)

Tahap ini dimulai sekitar 2 tahun dan berlangsung hingga kira-kira 7 tahun. Selama periode ini, anak berpikir pada tingkat simbolik tapi belum menggunakan operasi kognitif. Artinya, anak tidak bisa menggunakan logika atau mengubah, menggabungkan, atau memisahkan ide atau pikiran.

Perkembangan anak terdiri dari membangun pengalaman tentang dunia melalui adaptasi dan bekerja menuju tahap (konkret) ketika ia bisa menggunakan pemikiran logis.

Selama akhir tahap ini, anak secara mental bisa merepresentasikan peristiwa dan objek (fungsi semiotik atau tanda), dan terlibat dalam permainan simbolik. 

Baca juga: Begini Cara Optimalkan Tumbuh Kembang Anak di Usia Emas

3. Tahap Operasional Konkret (Usia 7 - 11 Tahun)

Perkembangan kognitif anak di tahap ini berlangsung sekitar usia 7 hingga 11 tahun, dan ditandai dengan perkembangan pemikiran yang terorganisir dan rasional. Piaget menganggap tahap konkret sebagai titik balik utama dalam perkembangan kognitif anak, karena menandai awal pemikiran logis. 

Pada tahapan ini, Si Kecil cukup dewasa untuk menggunakan pemikiran atau pemikiran logis, tapi hanya bisa menerapkan logika pada objek fisik.

Anak mulai menunjukkan kemampuan konservasi (jumlah, luas, volume, orientasi). Meskipun anak bisa memecahkan masalah dengan cara logis, mereka belum bisa berpikir secara abstrak atau hipotesis. 

4. Tahap Operasional Formal (Usia 12 tahun ke atas)

Perkembangan kognitif anak menurut tahap terakhir menurut Piaget dimulai sekitar usia 12 tahun dan berlangsung hingga dewasa.

Saat remaja memasuki tahap ini, mereka memperoleh kemampuan untuk berpikir secara abstrak dengan memanipulasi ide di kepalanya, tanpa ketergantungan pada manipulasi konkret. 

Seorang remaja bisa melakukan perhitungan matematis, berpikir kreatif, menggunakan penalaran abstrak, dan membayangkan hasil dari tindakan tertentu. 

Baca juga: 4 Gangguan Perkembangan Anak yang Harus Diwaspadai

Nah, itulah tahapan teori Piaget mengenai perkembangan kogntif anak. 

Kenali Tanda Gangguan Kongnitif pada Bayi

Menurut IDAI terdapat beberapa tanda gangguan pada kognitif pada bayi, yaitu:

  • 2 bulan: kurangnya fixation.
  • 4 bulan: kurangnya kemampuan mata mengikuti gerak benda.
  • 6 bulan: belum berespons atau mencari sumber suara.
  • 9 bulan: belum babbling seperti mama, baba.
  • 24 bulan: belum ada kata berarti.
  • 36 bulan: belum dapat merangkai 3 kata.

Nah, andaikan Si Kecil mengalami gejala-gejala di atas, ibu bisa bertanya langsung pada dokter anak melalui aplikasi Halodoc. Selain itu, ibu bisa membeli suplemen atau vitamin untuk meningkatkan sistem imun anak menggunakan aplikasi Halodoc. Tanpa perlu repot keluar rumah, kamu bisa membelinya kapan pun dan di mana pun. Praktis, kan?

Referensi:
IDAI. Diakses pada 2021. Mengenal Keterlambatan Perkembangan Umum pada Anak.
Healthline. Diakses pada 2021. What Are Piaget’s Stages of Development and How Are They Used? Simply Psychology. Diakses pada 2021. Piaget's Theory and Stages of Cognitive Development