4 Tanda Bahaya dalam Kehamilan

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
tanda bahaya pada kehamilan, perubahan pada ibu hamil, menjaga kesehatan kehamilan, kehamilan

Halodoc, Jakarta – Kehamilan memang menjadi suatu yang sangat membahagiakan. Tidak hanya menjaga kesehatan janin dalam kandungan selama masa kehamilan, menjaga kesehatan ibu juga sangat diperlukan selama masa kehamilan.

Kehamilan nyatanya membuat banyak perubahan pada fisik maupun mental ibu hamil. Rasa mual, sakit pada sekitar tubuh, dan sakit kepala disebabkan oleh adanya perubahan hormon yang membuat ibu hamil merasa tidak nyaman. Namun, semua itu merupakan hal normall yang terjadi pada ibu hamil.

Tidak hanya menjaga kesehatan pada masa kehamilan, nyatanya ibu hamil juga perlu mengetahui beberapa perubahan yang terjadi. Selain itu, ibu juga perlu mengetahui penanganan medis untuk mengatasi perubahan tersebut. Pasalnya, bisa saja perubahan tersebut menjadi tanda bahaya dalam kehamilan ibu. Berikut adalah beberapa tanda bahaya dalam kehamilan:

1. Pendarahan

Pendarahan adalah salah satu tanda bahaya yang paling utama dalam masa kehamilan. Setiap ibu pasti akan merasa panik saat mengalami pendarahan di masa kehamilan. Sebaiknya saat mengalami pendarahan, ibu hamil segera lakukan bed rest dan tanyakan kondisi kesehatan pada dokter.

Pendarahan yang berbahaya terjadi saat pendarahan darah yang keluar cukup banyak. Pendarahan juga biasanya disertai rasa nyeri pada rahim dan keluarnya gumpalan darah. Sebaiknya ibu segera menghubungi dokter jika hal tersebut terjadi. Pada kondisi seperti ini, pendarahan bisa saja menjadi salah satu tanda keguguran atau kondisi hamil yang memerlukan perawatan.

Baca juga: Bercak Darah Tanda Kehamilan yang Harus Diketahui

2. Mual dan Muntah-muntah

Pada trimester pertama, mengalami mual dan muntah-muntah adalah hal yang sangat wajar. Biasanya, pada masa ini ibu hamil akan mengalami morning sickness. Morning sickness biasanya terjadi akibat adanya perubahan hormon pada ibu hamil. Namun, gejala morning sickness tidak akan membahayakan ibu maupun janin.

Hal yang perlu diperhatikan saat mengalami mual dan muntah, sebaiknya ibu hamil tidak mengonsumsi apa pun. Hal ini akan menyebabkan ibu hamil mengalami dehidrasi, bahkan janin dalam kandungan bisa mengalami kekurangan gizi.

Mual dan muntah yang berlebihan dalam jangka waktu yang panjang juga bisa menjadi tanda bahaya penyakit yang diderita ibu hamil, salah satunya preeklamsia. Selain mual dan muntah berat, beberapa penyakit juga menimbulkan gejala berupa nyeri pada tulang rusuk dan pembengkakan pada wajah dan kaki.

3. Demam

Usahakan ibu hamil tidak pernah mengalami panas atau demam tinggi. Sebab, demam tinggi yang tidak segera ditangani dapat berdampak buruk pada ibu hamil. Salah satunya adalah kehamilan berpotensi mengalami keguguran dan bayi terlahir prematur.

Ibu hamil yang mengalami demam tinggi juga tidak disarankan mengonsumsi obat generik. Sebaiknya ibu hamil berdiskusi dengan dokter terlebih dahulu agar kesehatan ibu dan bayi dalam kandungan tetap terjaga. Jangan lupa untuk istirahat dan banyak mengonsumsi air putih.

4. Gerakan Bayi yang Berkurang atau Tidak Gerak Sama Sekali

Pergerakan bayi dalam kandungan menandakan bayi dalam keadaan sehat. Ibu perlu memastikan setiap harinya bayi dalam kandungan bergerak aktif seperti biasa. Banyak hal yang bisa ibu lakukan, salah satunya memberikan stimulasi melalui sentuhan-sentuhan melalui perut.

Biasanya, gerakan pada bayi bisa dipantau sejak usia kehamilan memasuki trimester kedua. The American Congress of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) mengatakan pada usia kehamilan 28 minggu, diharapkan ibu hamil bisa merasakan 10 kali gerakan dalam waktu 12 jam.

Baca juga: 5 Kondisi yang Membahayakan Janin

Untuk menjaga kesehatan ibu dan bayi dalam kandungan, sebaiknya ibu juga rutin memeriksakan kehamilan pada dokter kandungan. Jika ibu memiliki keluhan selama masa kehamilan, ibu juga bisa gunakan aplikasi Halodoc untuk mengatasi keluhan yang dirasakan. Yuk, download aplikasi Halodoc melalui App Store dan Google Play sekarang juga!