18 April 2018

4 Tanda Kamu Kecanduan Olahraga

4 Tanda Kamu Kecanduan Olahraga

Halodoc, Jakarta – Segala sesuatu yang berlebihan tidak pernah baik. Termasuk ketika kamu melakukan olahraga secara berlebihan sampai menyebabkan cedera dan sakit. Jangan-jangan nih, kamu sudah kecanduan olahraga! Menurut British Medical Journal, penggunaan obat-obatan untuk meningkatkan kemampuan atletik yang biasa dilakukan pada atlet sudah termasuk kategori kecanduan olahraga. Pasalnya penggunaan obat-obatan tersebut memaksa tubuh untuk melakukan kegiatan yang melampaui kemampuan fisik. (Baca juga: Awas, Sistem Imun Berkurang Seiring Bertambahnya Usia)

Mungkin saja kamu bukan atlet tapi ternyata punya kecanduan olahraga. Coba deh cek di sini tanda kecanduan olahraga yang perlu diketahui.

  1. Meningkatkan Intensitas Latihan Terus-menerus

Apakah akhir-akhir ini kamu merasa latihan yang dilakoni cenderung mengalami peningkatan intensitas dan durasi? Bisa jadi ini tanda kecanduan olahraga. Sebenarnya peningkatan latihan secara rutin itu ideal dilakukan untuk meningkatkan performa dan resistensi tubuh. Biasanya tubuh selalu beradaptasi dengan latihan yang dilakukan secara regular. Sehingga ketika kamu sudah terbiasa dengan jenis latihan tertentu, metabolisme menjadi konstan. Makanya perlu ada perubahan latihan tapi tidak secara drastis dan gila-gilaan.

  1. Olahraga Sampai Sakit Bahkan Cedera

Tanda kecanduan olahraga lainnya adalah ketika kamu terlalu terobsesi dengan latihan sampai-sampai tidak memerhatikan kondisi kesehatan hingga mengakibatkan sakit bahkan cedera. Sejatinya olahraga untuk membuat badan sehat, tapi kalau karena olahraga kamu sampai sakit bahkan cedera, artinya latihan fisik tersebut tidak lagi baik untuk dilakukan.

Untuk mengetahui jenis latihan yang pas dan sesuai dengan kebutuhanmu, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

  1. Terlalu Banyak Menghabiskan Waktu untuk Olahraga

Durasi ideal untuk berolahraga per harinya adalah 45-60 menit. Tapi kalau kamu bisa tahan mengolah fisik sampai berjam-jam di gym ataupun klub olahraga lainnya, bisa jadi kamu sudah kecanduan olahraga. Olahraga di pagi, siang, dan malam akan menguras waktumu hingga kamu tak punya kegiatan lain selain mengolah fisik. Apakah kamu sering membatalkan janji hanya karena ketidaksesuaian waktu dengan jadwalmu berolahraga? Bisa jadi, olahraga sudah menjadi candumu nih!

  1. Mood Menjadi Jelek Saat Melewatkan Latihan

Olah raga terbukti menimbulkan rasa senang yang  dengan orgasme saat berhubungan intim karena pelepasan hormon endorfin maupun oksitosin setelahnya. Tak heran jika orang bisa hobi bahkan kecanduan dengan olahraga. Tapi, kalau kamu sampai mood kamu berubah drastis menjadi jelek setiap kali melewatkan latihan, kondisi ketergantunganmu akan olahraga sudah masuk ke tahap gangguan psikologis.

Ini tidak baik bila terus-menerus berjalan. Harus ada kontrol diri yang agar tetap tenang walaupun melewatkan 1-2 kali olahraga. Pastinya ada waktu-waktu tertentu dimana mau tak mau kamu harus melewatkan olahraga karena ada pekerjaan penting yang mendesak. Jangan sampai kegiatan penting tersebut menjadi berantakan hanya karena kamu tidak mau bolong latihan.

Sebuah studi dari American Psychiatric Association mengatakan kalau 3 persen orang yang menjalani olahraga rutin mengalami adiksi terhadap olahraga dan itu merupakan kondisi yang wajar. Kecanduan olahraga akan menjadi masalah ketika pengidap menjadi tidak stabil secara psikologis, mengalami cedera fisik bahkan yang lebih parah adalah mengalami gangguan dalam pola makan.

Berolahraga adalah kebiasaan yang menyehatkan jiwa dan tubuh. Pastikan saja asupan makanmu tetap terjaga, demikian juga air putih. Latihan yang kamu lakukan akan menjadi sia-sia kalau kesehatan drop karena tidak dibarengi dengan makan makanan sehat.