4 Tipe Osteogenesis Imperfecta yang Perlu Diketahui

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
4-tipe-osteogenesis-imperfecta-yang-perlu-diketahui-halodoc

Halodoc, Jakarta – Ada banyak hal yang bisa membuat tulang rapuh dan mudah patah. Mulai dari pertambahan usia, kurangnya asupan kalsium, kurang berjemur, dan masih banyak lagi. Namun, tahukah kamu bahwa ada sebuah penyakit yang bisa membuat tulang sangat rapuh, sehingga bila terkena cedera sedikit saja, tulang akan langsung patah.

Penyakit tersebut dinamakan osteogenesis imperfecta (OI). Setiap pengidap penyakit tulang ini bisa mengalami kondisi yang berbeda-beda tergantung tipe OI yang dimilikinya. Yuk, kenali tipe-tipe osteogenesis imperfecta di sini.

Apa Itu Osteogenesis Imperfecta?

Osteogenesis Imperfecta (OI) merupakan sebuah penyakit genetik yang langka yang membuat tulang mudah patah, bahkan hanya karena cedera yang ringan. Itulah mengapa penyakit ini disebut juga penyakit tulang rapuh. Sayangnya, osteogenesis imperfecta tidak bisa disembuhkan. Karena itu, pengidap OI akan membawa penyakit ini seumur hidup dan berisiko tinggi untuk mengalami patah tulang berulang kali.

Selain memiliki tulang yang sangat rapuh, beberapa pengidap OI juga memiliki otot-otot dan sendi yang lemah, dan mereka seringkali mengalami kelainan tulang, seperti berpostur tubuh pendek, skoliosis, dan pembengkokan tulang yang panjang.

Baca juga: Jangan Panik, Inilah Pertolongan Pertama pada Patah Tulang

Ada empat tipe osteogenesis imperfecta yang umum terjadi, yaknii:

  • OI Tipe I. Ini adalah jenis osteogenesis imperfecta yang paling ringan dan paling banyak ditemukan. Dalam kasus OI tipe I, tubuh menghasilkan kolagen yang berkualitas tapi dalam jumlah yang rendah. Akibatnya, tulang menjadi rapuh. Anak-anak dengan OI tipe I biasanya mengalami patah tulang akibat trauma ringan. Sedangkan pada orang dewasa, patah tulang tidak sering terjadi. Penyakit ini juga bisa memengaruhi gigi dan menyebabkan gigi mudah retak dan bolong.

Baca juga: Kiat Mencegah Gigi Ompong

  • OI Tipe II. Ini adalah bentuk OI yang paling parah dan bisa mengancam jiwa. Dalam kasus OI tipe II, tubuh tidak menghasilkan cukup kolagen atau menghasilkan kolagen yang berkualitas buruk. OI tipe II bisa menyebabkan kelainan bentuk tulang. Anak-anak yang terlahir dengan jenis osteogenesis imperfecta ini mungkin akan memiliki dada yang menyempit, tulang rusuk yang rusak, atau paru-paru yang tidak berkembang dengan sempurna. Bayi yang terkena OI tipe II bisa gugur dalam rahim atau meninggal tidak lama setelah lahir.

  • OI Tipe III. Jenis osteogenesis imperfecta ini juga cukup parah dan menyebabkan tulang mudah patah. Dalam kasus OI tipe III, tubuh menghasilkan cukup kolagen, tapi kualitasnya buruk. OI tipe III bisa menyebabkan tulang bayi mulai patah, bahkan sebelum lahir. Anak dengan jenis OI ini juga akan mengalami kelainan bentuk tulang yang mungkin memburuk saat ia bertambah besar.

  • OI Tipe IV. Osteogenesis imperfecta tipe ini memiliki gejala yang bervariasi mulai dari ringan hingga berat. Sama seperti OI tipe III, OI Tipe IV juga disebabkan karena tubuh menghasilkan kolagen yang berkualitas buruk. Anak dengan jenis OI ini biasanya dilahirkan dengan kaki tertekuk, meskipun kondisi ini bisa membaik seiring bertambahnya usia.

Baca juga: Mengenal Penyakit Ricket, Melemahnya Tulang pada Anak

Gejala Osteogenesis Imperfecta

Gejala osteogenesis imperfecta bisa dialami pengidap di usia yang berbeda-beda. Ada pengidap yang baru mengalami gejala OI saat usia sekolah, tapi ada juga yang sudah menunjukkannya sejak masih di dalam kandungan. Gejala osteogenesis imperfecta bisa berbeda-beda pada tiap pengidap, tergantung jenis OI yang dialaminya.

Namun yang pasti, setiap orang yang mengidap penyakit ini memiliki tulang yang rapuh, tapi tingkat keparahannya bervariasi. Karena itu, bila seorang anak mudah mengalami patah tulang, terutama saat belajar merangkak, berjalan, maupun pada masa balita atau sekolah, perlu dicurigai adanya osteogenesis imperfecta.

Itulah tipe-tipe osteogenesis imperfecta yang perlu diwaspadai. Bila kamu ingin mengetahui tentang penyakit tulang rapuh ini lebih jauh, jangan ragu untuk berdiskusi dengan dokter lewat aplikasi Halodoc. Kamu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.