• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 4 Tips Orangtua Dapat Mengenali Bakat Anak sejak Dini

4 Tips Orangtua Dapat Mengenali Bakat Anak sejak Dini

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Setiap anak memiliki bakat dan keistimewaan masing-masing, dan tidak selalu mencerminkan kemampuan orangtuanya. Tugas orangtua adalah mengenali bakat anak sejak dini dan mendukungnya. Namun, banyak orangtua yang masih bingung, bagaimana cara melihat bakat anak. Yuk, simak pembahasannya!

Cara Melihat Bakat Anak

Bakat bisa muncul dalam bentuk apa pun, tetapi mungkin perlu diasah dan ditekuni agar bisa lebih terlihat menonjol dan membawa anak pada kesuksesan. Berikut ini cara melihat bakat anak dan mendukungnya, yang bisa dilakukan orangtua:

1.Perhatikan Anak saat Bermain

Anak-anak biasanya tidak mengenali bakat mereka sendiri, meskipun mereka akan mengejarnya secara naluriah. Jika anak menunjukkan minat tertentu pada kotak cat, misalnya, itu bisa menjadi pertanda bahwa dia memiliki bakat dalam seni. Meski awalnya ia mungkin belum melakukannya dengan baik, tetapi kesabaran dan dukungan ibu berguna untuk “mematangkan” bakatnya.

Baca juga: Trik Menemukan Bakat dalam Diri Si Kecil

2.Berikan Kesempatan 

Bakat membutuhkan kesempatan untuk berkembang. Jika tidak ada kesempatan untuk mengembangkan keterampilan, bakat anak bisa jadi akan terus terpendam. Bahkan, bukan tidak mungkin jika saat kesempatan muncul, sudah terlambat untuk mengembangkan bakat secara maksimal.

Jadi, penting bagi orangtua untuk memberi kesempatan pada anak untuk mengembangkan bakatnya. Jika seorang anak memiliki bakat dalam perkusi, misalnya, belikan ia peralatannya, juga waktu dan tempat untuk berlatih. 

Jika ibu belum tahu apa yang jadi bakat anak, cobalah perkenalkan ia pada berbagai topik, permainan, keterampilan, dan aktivitas. Hal ini dapat membantu ibu mengetahui bakat anak, dan pastikan untuk mendukungnya secara maksimal.

3.Apresiasi dengan Pujian

Pujian dan dorongan akan sangat bermanfaat untuk mengembangkan bakat yang diakui anak. Beritahu Si Kecil bahwa ibu bangga dengan kemampuannya dan tunjukkan minat pada topik yang ia sukai. Carilah kesempatan baginya untuk mendemonstrasikan keahliannya kepada teman dan kerabat, untuk membangun rasa percaya diri anak. 

Baca juga: Usia yang Tepat untuk Mulai Pendidikan Seks pada Anak

4.Bantu Temukan Role Model

Saat mengasah bakat anak, gunakan setiap kesempatan untuk memperluas dan memperkaya pemahamannya dengan menemukan role model, karena ini akan membimbing dan menginspirasi dorongannya. Perkenalkan ia pada pencapaian dan teknik para ahli dan biarkan dia menyaksikannya beraksi.

Jika Si Kecil tertarik pada alat musik saksofon, ajak ia ke beberapa konser jazz. Jika Si Kecil memiliki bakat renang, ajak ia menonton kompetisi renang secara langsung atau di televisi. 

Bakat anak memang berharga, tetapi mengejar sambil menikmatinya adalah hal yang menyenangkan. Menjadi juara pemain catur, misalnya, tidak akan menjadi bonus bagi kehidupan seorang anak jika ia merasa perlombaannya sangat membosankan atau persaingan itu sangat menegangkan. 

Selain itu, bakatnya tidak akan berkembang dalam keadaan seperti itu. Jika masalah besar muncul dan tidak ada solusi yang dapat ditemukan, mungkin perlu untuk menunda pengejaran bakat secara serius selama beberapa tahun. Namun, jika anak terlihat sangat bahagia dan menikmati saat menekuni bakatnya, terus dukung dan berikan apresiasi.

Baca juga: Hubungan Ayah dan Anak Renggang, Ibu Lakukan Ini

Jangan lupa juga dukung anak dengan cara menjaga kesehatannya. Pastikan anak mengonsumsi makanan bergizi seimbang setiap harinya, serta cukup minum air putih dan istirahat. Kalau anak sakit, gunakan aplikasi Halodoc untuk buat janji dengan dokter di rumah sakit, ya.

Referensi:
The Asian Parents Singapore. Diakses pada 2021. How to Discover and Develop Your Kid’s Hidden Talent. 
Child Development Institute. Diakses pada 2021. 4 Ways to Spot and Nurture Talent In Your Child.