• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 4 Tips yang Dilakukan saat Berada di Toxic Family
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 4 Tips yang Dilakukan saat Berada di Toxic Family

4 Tips yang Dilakukan saat Berada di Toxic Family

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 29 Juni 2022

“Toxic family dapat berdampak buruk pada kesehatan mental. Sebaiknya jaga jarak dan jangan berharap lebih dengan toxic family.”

4 Tips yang Dilakukan saat Berada di Toxic Family

Halodoc, Jakarta – Umumnya, keluarga dapat memberikan rasa aman dan nyaman pada setiap anggota keluarganya. Namun sayangnya, bagi beberapa orang berkumpul dengan keluarga dapat memicu berbagai perasaan yang kerap dialami, mulai dari perasaan positif hingga negatif.

Toxic family memang sangat sulit untuk dikenali atau dihindari, terutama apabila kamu masih berada di dalamnya. Namun, jika perasaan stres, depresi, hingga muncul berbagai emosi negatif saat berkumpul dengan keluarga, tidak ada salahnya simak ulasan mengenai tips yang bisa kamu lakukan saat berada di toxic family berikut ini!

Apa Itu Toxic Family?

Tentunya sangat menyenangkan jika kamu berada dalam keluarga yang saling mendukung dan dicukupi kebutuhan akan kasih sayang yang dibutuhkan. Namun, jika kamu merasa kurang kasih sayang, selalu diperintah, dan tidak memiliki hak untuk mengungkapkan perasaan kamu, sebaiknya waspada kamu terjebak dalam toxic family.

Ada beberapa tanda yang perlu kamu waspadai sebagai gejala dari toxic family, seperti:

  • Kritikan yang dilakukan orang tua membuat kamu merasa rendah diri, tidak diinginkan, hingga tidak dicintai.
  • Kamu tidak mendapatkan perhatian dan kasih sayang selama tumbuh kembang.
  • Orang tua selalu mengontrol apapun tindakan anak.
  • Selalu diremehkan dan tidak dihargai.
  • Terdapat tindak kekerasan dalam keluarga.
  • Pelecehan baik secara tindakan maupun lisan.
  • Selalu menyalahkan orang lain.
  • Memutuskan keputusan yang bukan keinginan kamu sehingga membuat kamu tidak nyaman.
  • Tidak peduli terhadap perasaan yang kamu rasakan.

Bertumbuh dan berkembang di dalam toxic family dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, baik secara mental maupun fisik. Gangguan cemas dan depresi adalah gangguan kesehatan yang menjadi dampak dari toxic family yang kerap dialami. 

Selain itu, toxic family dapat menyebabkan dampak jangka panjang pada seseorang yang berada di dalamnya, seperti misalnya:

  • Perasaan kesepian.
  • Rendah diri.
  • Hubungan yang kurang baik dengan keluarga maupun sosial.
  • Perasaan bersalah.
  • Trauma masa kecil.
  • Masalah pengasuhan saat menjadi orang tua.

Lakukan Ini saat Berada di Dalam Toxic Family

Untuk mencegah dampak dari toxic family, sebaiknya lakukan beberapa tips ini untuk menjaga kesehatan mental dan fisik kamu:

  1. Jaga Jarak

Menjaga jarak menjadi cara yang bisa kamu lakukan saat berada di dalam toxic family. Seperti misalnya saat kamu bercerita dengan keluarga dan mereka malah mengejek atau menghina. Jadi sebaiknya jangan ceritakan hal yang serupa untuk kedepannya.

Pastikan kamu menemukan orang yang bisa mendengarkan cerita kamu secara tulus dan membuat perasaanmu menjadi lebih nyaman. Jadi, jika kamu mengalami kekerasan fisik atau pelecehan dalam keluarga, sebisa mungkin hindari pertemuan dengan seseorang yang melakukannya. 

  1. Ketahui Apa yang Bisa Kamu Bagikan dan Rahasiakan

Kamu tidak perlu membagikan masalah atau perasaan yang sedang kamu alami. Pastikan kamu tahu mana yang bisa kamu bagikan bersama keluarga atau kamu jalani sendiri untuk menghindari pelecehan, ejekan, atau sikap merendahkan.

  1. Jangan Berharap Lebih

Sebaiknya turunkan ekspektasi kamu terhadap keluarga. Jangan berharap berlebihan jika kamu berada di dalam toxic family.

  1. Belajar untuk Mengatakan Tidak

Tentunya tidak mudah untuk menolak atau mengatakan tidak pada keluarga. Namun, jika hal itu membuat kamu tidak nyaman, memicu kondisi stres, dan depresi, sebaiknya belajar untuk mengatakan tidak terhadap keputusan sepihak yang dilakukan oleh keluarga.

Itulah beberapa tips yang bisa kamu lakukan saat berada di dalam toxic family. Kenali tanda-tanda stres atau depresi agar kamu bisa segera mendapatkan pertolongan secara medis. Kamu bisa buat janji pemeriksaan dengan psikolog melalui aplikasi Halodoc untuk memastikan kondisi kesehatan mental kamu. Jangan lupa untuk download aplikasi Halodoc melalui App Store atau Google Play!

Referensi:

Web MD. Diakses pada 2022. How to Deal With Toxic Family Member.
Healthline. Diakses pada 2022. When Family Becomes Toxic.