• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 5 Cara Melatih Anak untuk Rajin Mencuci Tangan

5 Cara Melatih Anak untuk Rajin Mencuci Tangan

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
5 Cara Melatih Anak untuk Rajin Mencuci Tangan

“Orangtua memainkan peranan penting dalam mengajarkan anak-anak untuk rajin mencuci tangannya. Ibu dapat mengajari Si Kecil rajin mencuci tangan dengan beberapa cara. Mulai dari memberikannya pemahaman mengapa cuci tangan penting, hingga mengingatkannya untuk selalu mencuci tangan seusai melakukan kegiatan tertentu.”

Halodoc, Jakarta- Beberapa aktivitas yang dilakukan oleh anak dapat menjadi perantara virus dan bakteri tanpa disadari. Misalnya seperti ketika anak bermain, berinteraksi dengan temannya, menggunakan alat tulis, hingga menyentuh benda tertentu. Pasalnya, hanya dengan menyentuh area wajah dengan tangan yang belum dicuci, anak bisa dengan mudah terinfeksi kuman. 

Oleh sebab itu, mengajari Si Kecil agar rajin mencuci tangan dengan sabun sangatlah penting dilakukan, agar anak terhindar dari risiko berbagai penyakit. Penasaran apa saja cara yang dapat dilakukan? Yuk, simak ulasannya di sini!

Baca juga: Tahap Perkembangan Anak Usia 8-9 Tahun

Cara Efektif Melatih Anak Cuci Tangan

Orangtua memainkan peranan penting dalam mengajarkan anak-anak untuk mencuci tangan. Terlebih lagi, rajin mencuci tangan juga dapat menjadi kebiasaan sehat seumur hidup bila diajarkan pada anak sejak usia dini. Berikut adalah cara yang dapat ibu lakukan, antara lain:

1. Berikan Pemahaman

Berikanlah pemahaman pada anak, bahwa  kuman dapat dengan mudah masuk ke dalam tubuh. Misalnya bila tubuh terinfeksi bakteri, kondisi tersebut dapat menyebabkan berbagai penyakit serius. Ketika memberikan pemahaman, pastikan untuk menggunakan penyampaian yang mudah dimengerti oleh Si Kecil. Selain itu, beritahukan juga bahwa kuman dapat menyebar dari orang atau permukaan lain, ketika seseorang:

  • Menyentuh area wajah seperti mulut dengan tangan kotor.
  • Menyiapkan atau mengonsumsi makanan dan minuman dengan tangan kotor.
  • Menyentuh permukaan atau benda yang terkontaminasi kuman.
  • Menutup hidung ketika batuk atau bersin dengan tangan, lalu menyentuh tangan orang lain atau benda umum.   

2. Ajarkan Anak Langkah Cuci Tangan yang Tepat

Dilansir dari Stanford Children’s Health berikut ini adalah empat langkah cuci tangan yang benar, antara lain:

  1. Ajarkan anak untuk membasahi tangan terlebih dahulu, lalu gunakan sabun secukupnya. 
  2. Ketika sudah berbusa, tangan perlu digosok. Ajari anak bahwa punggung tangan, bagian di antara jari-jari dan di bawah kuku juga harus digosok.
  3. Beritahu anak bahwa tangan harus digosok minimal selama 20 detik. Agar Si Kecil dapat mengukur waktunya, cobalah untuk mencuci tangan bersamanya sambil menyanyikan lagu ‘selamat ulang tahun’ dari awal sampai akhir, diulangi dua kali.
  4. Terakhir, bilaslah tangan dengan air bersih yang mengalir. Dilanjutkan dengan menggoyangkan tangan beberapa kali, lalu dikeringkan menggunakan handuk.

3. Jadikan Cuci Tangan Sebagai Kebiasaan

Anak-anak belajar dengan mengamati dan meniru perilaku orang dewasa dalam kehidupan mereka. Oleh sebab itu, buatlah cuci tangan sebagai bagian dari rutinitas orang tua sebagai contoh untuk Si Kecil. Ibu juga dapat mengajak anak untuk mencuci tangan bersama-sama, sembari mengajarkan cara cuci tangan yang tepat. Jadikan cuci tangan sebagai kebiasaan yang menyenangkan bagi anak.

4. Memberitahu Kapan Waktu yang Tepat

Dilansir dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) beberapa aktivitas dapat meningkatkan risiko penyebaran kuman. Misalnya ketika sehabis batuk (meski menutup mulut dengan tisu), seusai menyentuh sampah, sebelum dan sesudah makan, sebelum dan sesudah merawat luka, setelah menggunakan toilet, hingga setelah menyentuh hewan, pakan ternak, dan kotoran hewan. Maka dari itu, beritahukan anak bahwa dalam situasi tertentu, mengharuskan dirinya untuk mencuci tangan.

Baca juga: Ini Cara Menjaga Kesehatan Mental Anak Agar Tumbuh Optimal

5. Ingatkan Anak untuk Selalu Mencuci Tangan

Membentuk keterampilan dan kebiasaan mencuci tangan pada anak akan membutuhkan waktu. Oleh sebab itu, sangat penting bagi ibu untuk selalu mengingatkan anak-anak untuk mencuci tangan. Terutama setelah melakukan berbagai aktivitas yang berisiko menjadi penyebaran kuman. Misalnya seperti setelah menyentuh hewan peliharaan, menggunakan kamar mandi, atau sebelum dan sesudah makan.

Selain itu, ibu dapat menjelaskan kembali pada anak apa saja dampak negatif yang terjadi jika kuman bersarang pada tangan. Ketika anak sudah terbiasa, nantinya mereka akan mempraktikkannya sepanjang hidup mereka. 

Baca juga: Inilah Pentingnya Mengajarkan Rajin Cuci Tangan pada Anak

Nah, itulah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk melatih anak agar rajin mencuci tangannya. Mulai dari memberikan pemahaman mengapa cuci tangan perlu dilakukan, hingga mengingatkan anak untuk selalu mencuci tangan. Mencuci tangan sangatlah penting guna mencegah berbagai penyakit menular, termasuk virus COVID-19. Karena anak-anak mudah meniru, maka ajarkanlah anak untuk rajin mencuci tangan sedari dini.  

Apabila Si Kecil mendadak merasakan sakit perut dan BAB berlebihan dengan feses cair, yang tak kunjung membaik, segeralah periksakan dirinya ke dokter. Pasalnya, keluhan tersebut adalah gejala dari diare.

Melalui aplikasi Halodoc, ibu dapat menghubungi dokter anak terkait keluhan yang dialami Si Kecil. Tentunya lewat fitur chat/video call yang tersedia secara langsung. Nantinya, dokter terpercaya akan memberikan anjuran atau meresepkan obat yang sesuai. Jadi tunggu apa lagi? Yuk download aplikasi Halodoc sekarang!

This image has an empty alt attribute; its file name is HD-RANS-Banner-Web-Artikel_Spouse.jpg

Referensi:

CDC.gov. Diakses pada 2021. Handwashing: A Family Activity
CDC.gov. Diakses pada 2021. When and How to Wash Your Hands
Stanford Children’s Health. Diakses pada 2021. Teaching Kids to Wash Their Hands
University of Rochester Medical Center. Diakses pada 2021. Teaching Kids to Wash Their Hands