• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 5 Cara Mengatasi Bintik Merah pada Kulit Bayi

5 Cara Mengatasi Bintik Merah pada Kulit Bayi

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
5 Cara Mengatasi Bintik Merah pada Kulit Bayi

Halodoc, Jakarta - Bintik merah pada bayi rentan terjadi karena bayi memiliki kulit yang sensitif. Jenis bintik merah pada bayi beraneka ragam, sehingga cara mengatasinya harus sesuai dengan jenisnya. Bintik merah pada bayi bisa disebabkan oleh hal yang tidak begitu mengkhawatirkan, seperti biang keringat. Di sisi lain penyebabnya bisa mengkhawatirkan, seperti meningitis. 

Untuk mengatasi bintik merah pada bayi, orangtua harus paham betul dengan jenisnya. Dengan begitu, penanganan bisa lebih tepat dan proses penyembuhannya optimal. Berikut ini cara mengatasi bintik merah pada bayi sesuai dengan jenisnya:

Baca juga: Ini Gejala dan Pengobatan Ruam Popok pada Bayi

1. Biang Keringat

Biang keringat biasa terjadi saat cuaca panas atau saat bayi mengenakan pakaian yang menyebabkan keringat. Saat merasa gerah dan berkeringat, muncullah bintik merah pada bayi yang disebut biang keringat. Untuk mengatasi biang keringat, cobalah mengenakan pakaian yang berbahan sejuk dan tipis supaya bayi tidak kepanasan hingga berkeringat.

Di iklim atau cuaca panas, tidak apa membiarkan bayi tidur hanya dengan popok dan satu lapisan pakaian Bila perlu nyalakan pendingin ruangan agar ada sirkulasi udara. Ayah dan ibu juga bisa memandikan bayi dengan sabun khusus biang keringat. 

2. Jerawat Bayi

Jerawat bayi juga dikenal sebagai jerawat neonatal dan umum terjadi pada bulan pertama kehidupan bayi. Jerawat bayi terlihat seperti bintik atau benjolan kecil berwarna merah. Jerawat bayi biasanya bisa hilang dengan sendirinya jika rutin dibersihkan secara lembut.

Jika kondisi berlangsung lebih dari tiga hingga empat bulan dan mengkhawatirkan, sebaiknya segera temui dokter di rumah sakit dengan membuat janji di aplikasi Halodoc.




3. Roseola

Roseola adalah bintik-bintik merah yang lebarnya 2-3 milimeter. Untuk mengatasi kondisi ini sebenarnya tidak diperlukan perawatan khusus. Cukup berikan banyak cairan, istirahat, dan obati demam Si Kecil.

Baca juga: Begini Cara Simpel Mencegah Ruam Popok pada Bayi

4. Ruam Popok

Ruam popok terjadi akibat iritasi dari popok basah dan gesekan. Bintik merah pada bayi akibat ruam popok bisa sembuh dengan sendirinya dengan sering mengganti popok dan menggunakan krim bayi yang mengandung zinc oxide. Kandungan ini berfungsi sebagai penghalang untuk mencegah gesekan dan iritasi di area popok.

Bintik merah akibat ruam popok bisa dicegah dengan memastikan kulit bokong bayi benar-benar kering sebelum mengenakan popok. Selain itu pilih popok yang cocok dengan kulit bayi dan sering-seringlah menggantinya setiap 4 jam atau kapan pun saat sudah basah. 

5. Meningitis

Meningitis bisa terjadi saat selaput di sekitar otak dan sumsum tulang belakang meradang. Kondisi ini serius sehingga harus segera ditangani dengan cepat. Meningitis yang disebabkan virus biasanya bisa sembuh dengan sendirinya dalam 7-10 hari.

Hanya saja meningitis yang disebabkan bakteri harus mendapatkan penanganan medis segera. Antibiotik bisa diberikan untuk mengatasinya. Jika kasus lebih serius mungkin diperlukan rawat inap di rumah sakit. 

Baca juga: Jenis Ruam yang Umum pada Bayi dan Mengatasinya

Kapan Harus ke Dokter?

Umumnya, bintik merah pada bayi tidak berbahaya dan bisa hilang dengan sendirinya. Namun beberapa bintik merah pada bayi bisa mengindikasikan infeksi atau kondisi kesehatan yang lebih serius. Sebaiknya segera temui dokter jika bintik merah pada bayi semakin parah, atau jika bayi mengalami:

  • Lepuh berisi cairan;
  • Demam;
  • Kehilangan nafsu makan;
  • Muncul garis-garis merah yang memanjang dari bintik merah;
  • Bintik merah pada bayi tidak memudar saat ditekan;
  • Lesu;
  • Batuk.

Bintik merah pada bayi adalah kondisi yang umum terjadi, serta banyak kemungkinan penyebabnya. Kebanyakan bintik merah pada bayi bisa sembuh tanpa pengobatan. Namun, sebaiknya segera temui dokter apabila bintik merah pada bayi tidak kunjung hilang, atau disertai gejala-gejala lain. 

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2021. How to Spot and Take Care of Your Baby’s Rash
WebMD. Diakses pada 2021. Your Newborn's Skin and Rashes
Medical News Today. Diakses pada 2021. What can cause a rash on the face in a baby?