19 February 2018

5 Cara Mengatasi Keputihan Saat Hamil

5 Cara Mengatasi Keputihan Saat Hamil

Halodoc, Jakarta – Keputihan adalah hal normal yang dialami hampir semua wanita, terutama ibu hamil. Bahkan saat hamil, keputihan akan semakin sering muncul akibat terjadinya perubahan hormon di dalam tubuh ibu. Walaupun enggak berbahaya, tapi keputihan akan membuat ibu jadi merasa kurang nyaman saat beraktivitas.

Keputihan biasanya akan dialami ibu saat trimester pertama dan ketiga. Di masa awal kehamilan, ibu hamil tidak hanya akan mengalami perubahan hormon yang drastis tapi juga kondisi psikologis yang berubah-ubah. Sehingga wajar jika saat hamil muda, ibu tiba-tiba merasa sedih, bad mood, atau sering mengalami stres. Kondisi psikologis yang tidak terkontrol ini juga akan memicu munculnya keputihan.

Memasuki trimester kedua, keputihan mungkin akan berhenti muncul. Tapi, cairan yang keluar dari Miss V ini akan kembali meningkat di trimester ketiga, tepatnya menjelang waktu persalinan. Ini disebabkan oleh semakin banyaknya darah yang mengalir ke dalam leher rahim (serviks). Karena itu, beberapa hari sebelum persalinan, biasanya cairan keputihan yang keluar lebih pekat dan disertai dengan bercak darah. Keputihan juga bisa bertambah banyak saat ibu sedang dalam masa ovulasi, merasakan gairah seksual yang tinggi atau saat sedang menyusui.

Selama keputihan berwarna bening atau putih, tidak berbau dan tidak terasa gatal atau perih, maka keputihan yang ibu alami masih termasuk kondisi yang normal. Tapi ibu perlu waspada dan segera memeriksakan diri ke dokter jika keputihan menunjukkan tanda-tanda yang tidak normal. Yang termasuk tanda keputihan tidak normal yaitu beraroma busuk, cairannya kental atau menggumpal, berwarna abu-abu dan terasa nyeri. (Baca juga: Waspada! Ini Tanda Keputihan Tidak Normal). Berikut adalah beberapa cara yang bisa ibu lakukan untuk mengatasi keputihan saat hamil:

  1. Selalu Jaga Kebersihan Miss V

Bersihkan Miss V setiap kali selesai buang air kecil atau besar dengan cara membasuhnya dengan air bersih dari arah depan ke belakang. Jika ibu menggunakan toilet umum, sebisa mungkin hindari menggunakan air yang tidak higienis untuk membasuh area kewanitaan. Ibu bisa menggunakan air minum dalam kemasan untuk membersihkan Miss V.

  1. Kenakan Celana yang Nyaman

Kenakanlah pakaian dalam yang terbuat dari bahan katun dan mudah menyerap keringat. Selain itu, hindari menggunakan celana dalam maupun luar yang terlalu ketat. Dan segera ganti pakaian dalam jika sudah terasa sangat basah dan lembab.

  1. Hindari Penggunaan Pantyliner

Sebaiknya sebisa mungkin hindari sering-sering menggunakan pantyliner, karena bahan kapas dari pantyliner bisa membuat area kewanitaan menjadi lembab, sehingga bakteri dapat berkembang biak dengan mudah.

  1. Hindari Berendam dengan Air Hangat

Kegiatan ini sebaiknya dihindari karena, jamur yang menyebabkan keputihan lebih mudah tumbuh dan berkembang biak di suhu hangat.

  1. Kurangi Konsumsi Makanan Tidak Sehat

Sebaiknya ibu mengurangi konsumsi makanan siap saji atau junk food, makanan manis, berpengawet, dalam kemasan dan dikeringkan, karena makanan yang mengandung gula yang cukup tinggi bisa meningkatkan produksi hormon pada daerah kewanitaan.

Perhatikan kebersihan dan kesehatan daerah kewanitaan agar ibu bisa terhindar dari kondisi keputihan yang bisa berisiko mengganggu kesehatan janin, seperti infeksi bakteri di Miss V yang bisa menyebabkan keguguran. Untuk ibu yang mengalami keputihan yang tidak normal, segera periksakan diri ke dokter agar cepat diberi pengobatan. Biasanya dokter akan memberikan obat metronidazole untuk mengobati infeksi trichomoniasis vaginalis pada ibu hamil. Sedangkan infeksi bakteri pada Miss V bisa diobati dengan menggunakan antibiotik oral atau krim yang dimasukkan ke dalam Miss V.

Ibu hamil juga bisa membicarakan masalah yang terjadi pada Miss V kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Hubungi dokter Halodoc melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Halodoc juga memudahkan ibu untuk mendapatkan produk kesehatan dan vitamin yang dibutuhkan. Tinggal order melalui aplikasi dan pesanan akan diantar dalam satu jam. Ingin melakukan tes kesehatan? Halodoc kini memiliki fitur Lab Service yang memudahkanmu melakukan berbagai macam tes kesehatan. Ayo, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.