• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 5 Cara Mengatasi Stres Usai Alami Perceraian

5 Cara Mengatasi Stres Usai Alami Perceraian

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
5 Cara Mengatasi Stres Usai Alami Perceraian

“Stres merupakan kondisi yang rentan terjadi usai perceraian. Bila tidak segera ditangani, bukan tidak mungkin stres berkembang menjadi depresi. Tak hanya memengaruhi mental, depresi bahkan bisa memengaruhi fisik seseorang. Itu sebabnya, koping stres usai perceraian amat dibutuhkan guna mencegah terjadinya dampak negatif.”

Halodoc, Jakarta – Tak ada seorang pun yang menganggap kalau perceraian adalah keputusan yang mudah. Setelah menikah, setiap pasangan pasti akan berusaha untuk menghindari perceraian. Namun, kondisi ini mungkin tak bisa dihindari lagi saat perseteruan tak kunjung usai dan tidak menemui titik damai. 

Apa pun penyebabnya, menjalani perpisahan atau perceraian bisa sangat sulit. Ini dapat mengubah dunia menjadi terbalik dan menyulitkan seseorang untuk melewati hari. Alhasil, momen perceraian  membuat seseorang merasa terpuruk dan rentan stres bahkan depresi.

Baca juga: 5 Tips Untuk Tetap Bahagia Usai Perceraian

Cara Mengatasi Stres Usai Perceraian

Stres dan depresi merupakan kondisi yang rentan terjadi setelah perceraian. Oleh sebab itu, perlu ada cara efektif untuk mencegah atau mengurangi stres akibat perceraian. Berikut beberapa tips yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi stres usai perceraian:

1. Terima kenyataan

Sadari bahwa tidak apa-apa untuk memiliki perasaan yang berbeda. Adalah normal untuk merasa sedih, marah, lelah, frustrasi, dan bingung. Kamu mungkin juga merasa cemas tentang masa depan. Terimalah bahwa kondisi seperti ini akan berkurang seiring waktu. Jadi, jangan terlalu membebani diri sendiri dengan pikiran-pikiran negatif tentang masa depan. Mulailah menerimanya dan tetap melanjutkan hidup. 

2. Beri waktu untuk beristirahat

Beri dirimu izin untuk merasakan dan berfungsi pada tingkat yang kurang optimal untuk jangka waktu tertentu. Kamu mungkin tidak bisa cukup produktif dalam pekerjaan atau merawat orang lain, dengan cara yang biasa kamu lakukan untuk sementara waktu. Tidak masalah, kamu tidak harus menjadi orang yang selalu kuat. Luangkan waktu untuk menyembuhkan diri dan beristirahatlah dari hiruk pikuk kehidupan untuk mengembalikan kekuatanmu.

Baca juga: Perceraian Tidak Selalu Membuat Anak Jadi Bermasalah

3. Jangan melaluinya sendirian

Meskipun kamu merasa kuat, tapi sebaiknya jangan lalui masa sulit ini sendirian. Cobalah untuk membagi perasaan kamu pada teman atau keluarga. Mengisolasi diri sendiri malahan dapat meningkatkan tingkat stres, mengurangi konsentrasi, dan menghambat pekerjaan, hubungan, bahkan dapat memengaruhi kesehatan. Jangan takut untuk mendapatkan bantuan dari luar jika kamu membutuhkannya.

4. Jaga kesehatan fisik dan mental

Walaupun hidup terasa kacau balau usai perceraian, penting untuk tetap menjaga kesehatan fisik dan mental. Luangkan waktu untuk berolahraga, makan dengan baik, dan bersantai. Jangan lupa untuk mempertahankan rutinitas normal sebanyak mungkin. Hindari membuat keputusan besar atau perubahan dalam rencana hidup. Jangan menggunakan alkohol, obat-obatan atau rokok sebagai cara untuk mengatasinya. Sebab, itu justru bisa menimbulkan lebih banyak masalah.

5. Berusaha berpikir positif

Kedengarannya memang lebih mudah diucapkan daripada dilakukan. Segalanya mungkin sudah tidak sama lagi, tetapi memulai aktivitas dan teman baru, dan bergerak maju dengan harapan yang masuk akal bisa membuat masa transisi ini lebih mudah. Seiring waktu, hidup pasti akan kembali normal, meskipun “normal” nya akan berbeda dari yang sebelumnya.

Baca juga: 6 Cara Menjelaskan Perceraian Orangtua pada Anak

Kalau stres yang kamu alami usai perceraian cukup berat, jangan ragu untuk meminta bantuan dengan berbicara ke psikolog. Tak perlu ke rumah sakit, kamu bisa menghubungi psikolog, psikiater ataupun dokter kapan pun dan di mana pun kamu butuhkan melalui aplikasi Halodoc. Download aplikasinya sekarang juga!

This image has an empty alt attribute; its file name is HD-RANS-Banner-Web-Artikel_Spouse.jpg
Referensi:
Mental Health America. Diakses pada 2021. Coping With Separation And Divorce.
Help Guide. Diakses pada 2021. Dealing with a Breakup or Divorce.