• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 5 Cara untuk Mencegah Penyakit Paru Obstruktif Kronis
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 5 Cara untuk Mencegah Penyakit Paru Obstruktif Kronis

5 Cara untuk Mencegah Penyakit Paru Obstruktif Kronis

4 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 07 Februari 2022

“Sebagian besar penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) disebabkan oleh merokok. Cara terbaik mencegah penyakit paru tersebut dengan berhenti merokok. Namun, penelitian menunjukkan bahwa kurkumin memiliki sifat antiinflamasi yang bermanfaat untuk melindungi paru dari beberapa penyakit, seperti PPOK.”

5 Cara untuk Mencegah Penyakit Paru Obstruktif Kronis

Halodoc, Jakarta – Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) adalah istilah umum untuk sekelompok penyakit paru-paru yang meliputi bronkitis kronis dan emfisema. Bila kamu didiagnosis mengidap PPOK, artinya kamu memiliki salah satu atau kedua penyakit yang merusak paru-paru ini.

Seiring perkembangannya, penyakit paru obstruktif kronis bisa menghalangi aliran udara masuk dan keluar dari paru-paru yang dapat membuat kamu lebih sulit untuk bernapas. Gejala lainnya yang juga bisa kamu alami bila mengalami penyakit ini, antara lain batuk, mengi, dan sesak di dada. 

Sejauh ini, belum ditemukan obat untuk PPOK. Kerusakan paru-paru yang disebabkan penyakit tersebut juga tidak bisa dipulihkan. Oleh karena itu, penting untuk mewaspadai PPOK dengan memahami cara untuk mencegah penyakit ini.

Berbagai Cara untuk Mencegah PPOK

Tidak seperti beberapa penyakit, penyakit paru obstruktif kronis biasanya memiliki penyebab yang jelas, sehingga cara mencegahnya bisa diketahui dengan mudah. 

Berikut ini beberapa cara untuk mencegah PPOK:

  1. Berhenti Merokok

Sebagian besar kasus PPOK berhubungan langsung oleh merokok. Dilansir dari Kementerian Kesehatan Indonesia, kebiasaan merokok merupakan penyebab utama terjadinya PPOK.

Jadi, cara terbaik untuk mencegah penyakit paru obstruktif kronis adalah dengan berhenti merokok. Bila kamu mengalami kesulitan untuk berhenti merokok, cobalah untuk berbicara dengan dokter mengenai program untuk menghentikan kebiasaan kamu tersebut. 

Kombinasi dari penggantian nikotin dengan konseling, dukungan dari orang-orang terdekat dan pengobatan bisa meningkatkan peluang kamu untuk berhasil berhenti merokok.

  1. Kurangi Paparan Iritan Lingkungan

Merokok bukanlah satu-satunya penyebab penyakit paru obstruktif kronis. PPOK juga bisa disebabkan oleh paparan jangka panjang terhadap iritasi paru-paru, seperti asap rokok, polusi udara, dan asap atau debu kimia dari tempat kerja. 

Oleh karena itu, usahakan sebisa mungkin untuk menjauhi paparan iritan tersebut untuk mencegah PPOK.

Berikut tips-tips untuk mengurangi paparan iritan di udara:

  • Pastikan rumah kamu memiliki ventilasi yang baik untuk mendukung sirkulasi udara yang baik.
  • Hindari beraktivitas di luar ruangan yang memiliki polusi udara tinggi, seperti di tempat dekat pembakaran sampah
  • Usahakan rumah dan lingkungan kerja kamu bebas dari asap rokok. Mintalah orang lain untuk merokok di luar ruangan.
  • Bila kamu bekerja di lingkungan yang memiliki paparan asap dan debu kimia yang tinggi, bicarakan dengan supervisor kamu mengenai peralatan pelindung pernapasan dan cara lain untuk melindungi kesehatan.
  1. Hindari Kontak Dekat dengan Orang yang Memiliki Infeksi Saluran Pernapasan

Infeksi saluran pernapasan bawah yang berulang, pneumonia, dan bronkitis akut bisa menyebabkan jaringan parut pada paru-paru. Hal ini terutama berlaku pada anak kecil. Jaringan parut berperan dalam perkembangan PPOK. 

Jadi, bila memungkinkan, usahakanlah untuk menghindari kontak dekat dengan orang-orang yang memiliki infeksi pernapasan menular. Bagi orang yang berusia 65 tahun atau lebih atau yang memiliki faktor risiko pneumonia, sebaiknya dapatkan vaksinasi pneumonia. Pastikan kamu juga mendapatkan suntikan flu tahunan.

  1. Lakukan Tes Darah untuk Mengetahui Kadar Alpha-1-Antitrypsin

Bila ada anggota keluarga kamu mengidap PPOK tapi tidak pernah merokok atau mengidap penyakit tersebut pada usia dini, kamu mungkin memiliki faktor genetik yang meningkatkan risiko kamu untuk mengalami penyakit tersebut. 

Ada baiknya mempertimbangkan untuk melakukan tes darah untuk mengukur kadar alpha-1-antitrypsin. Ini adalah protein penting yang membantu melindungi paru-paru dari kerusakan akibat peradangan. 

Bila kadar protein tersebut rendah, artinya risiko kamu terkena PPOK tinggi. Bicarakanlah pada dokter mengenai tindakan yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit tersebut.

  1. Konsumsi Suplemen Kurkumin

Tahukah kamu bahwa Kurkumin bisa memberikan manfaat besar bagi kesehatan paru-paru? Senyawa aktif yang bisa ditemukan dalam kunyit dan temulawak (Curcuma xanthorrhiza) ini memiliki efek antioksidan dan antiinflamasi yang tidak hanya bisa mendukung fungsi paru-paru, tetapi juga membantu melindungi organ tersebut dari penyakit. 

Sebuah studi yang melibatkan hewan dalam uji cobanya menemukan bahwa kurkumin bisa meredakan cedera paru-paru dan fibrosis yang disebabkan oleh radiasi, obat kemoterapi, dan racun. 

Perkembangan jumlah data dari studi farmakologi dan hewan juga mendukung gagasan bahwa kurkumin memainkan peran protektif terhadap penyakit paru obstruktif kronik, cedera paru-paru akut, sindrom gangguan pernapasan akut, dan asma alergi. 

Untuk mendapatkan mendapatkan asupan kurkumin dengan praktis, kita dapat mengonsumsi Curcuma Force. Suplemen ini mengandung ekstrak rimpang Curcuma xanthorrhiza yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan fungsi saluran pernapasan.

Selain itu, ekstrak biji Piper nigrum yang juga terkandung di dalamnya bisa meningkatkan penyerapan kurkumin sehingga bisa memberikan manfaat yang optimal.

Jadi, tunggu apa lagi? Jaga kesehatan paru-paru kamu dengan minum Curcuma Force secara rutin. Kamu bisa cek suplemen yang kamu butuhkan tersebut di aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasinya sekarang juga untuk memudahkan kamu mendapatkan solusi kesehatan terlengkap.

Referensi:

Everyday Health. Diakses pada 2022. COPD: A Guide to Prevention and Treatment.
Winchester Hospital. Diakses pada 2022. Reducing Your Risk of Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD).
National Library of Medicine. Diakses pada 2022. Protection from acute and chronic lung diseases by curcumin.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2022. Kenali Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK).