• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 5 Ciri Pasangan yang Posesif

5 Ciri Pasangan yang Posesif

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta – Keinginan untuk memiliki adalah hal lumrah dalam suatu hubungan. Namun, jika rasa memiliki ini berlebihan dan membuat seseorang merasa berhak untuk mengatur, membatasi, serta melarang hidup pasangannya, ini dinamakan posesif.

Baca juga: 4 Cara Bertengkar Sehat dengan Pasangan

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), posesif adalah sifat yang membuat seseorang merasa menjadi pemilik. Dengan kata lain, orang dengan sifat ini merasa bahwa pasangannya adalah miliknya, sehingga ia akan melakukan apa pun agar tidak kehilangan pasangannya. Ia akan mengontrol apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan pasangannya dan merasa cemburu saat pasangannya tidak menurut. Sayangnya, beberapa orang menganggap sifat ini adalah bentuk perhatian meskipun sudah membuat hubungan tidak sehat. Agar kamu tidak salah, simak lima ciri pasangan posesif berikut ini, yuk.

  1. Tidak Menghargai Kamu

Pada beberapa kasus, sifat posesif ditunjukkan dengan ucapan kasar, sarkasme, ucapan kritis, atau panggilan yang tidak sopan. Ini dilakukan untuk menurunkan rasa percaya dirimu, sehingga kamu akan merasa tidak berdaya dalam mencari hubungan lain selain pasangan kamu yang sekarang. Bahkan tak jarang, sifat ini juga ditunjukkan kepada mantan, orang-orang yang dekat denganmu maupun kamu sendiri.

  1. Cemburu Berlebihan

Sifat posesif juga identik dengan rasa cemburu. Ini ditunjukkan dengan cara beragam, mulai dari mengintogerasi, menguji, menguntit, mengecek ponsel dan akun media sosial, hingga memutus kontakmu dengan orang lain yang membuatnya cemburu. Jika ini dilakukan oleh pasangan kamu, maka perlu waspada. Apalagi jika ia selalu bertanya kamu di mana di setiap waktu, cemburu tanpa alasan yang jelas, dan meminta bukti foto saat berada di suatu tempat.

Baca juga: Ini Bahayanya Cemburu yang Berlebihan

  1. Selalu Mengancam

Jika keinginannya tak dipenuhi, orang yang posesif akan mengancam pasangannya. Ia juga akan melakukan apapun untuk membuat pasangannya menurut, termasuk mengancam meninggalkan atau bahkan bunuh diri jika pasangannya tidak menurut.

  1. Selalu Mengontrol

Orang yang posesif cenderung mengontrol apa yang boleh dan tidak boleh dikenakan, dilakukan, dan dimiliki oleh pasangannya. Itu sebabnya, orang yang posesif akan mengatur dengan siapa kamu boleh berteman, pakaian apa yang boleh dikenakan, dan aturan lain yang seringkali tak masuk akal.

  1. Emosi Tidak Stabil

Kondisi ini terjadi karena orang yang posesif merasa takut kehilangan pasangannya. Karena itu, saat pasangannya melakukan sesuatu hal yang menurutnya salah, ia akan kecewa dan marah. Termasuk saat pasangannya telat memberi kabar, pulang terlambat dari waktu yang disepakati, bertemu orang yang tidak disukai dirinya, dan alasan lain yang dibuat-buat. Bahkan tak jarang, rasa kecewa ini ditunjukkan dalam bentuk kekerasan fisik, seperti menampar atau memukul.

Baca juga: 4 Trik Supaya Pasangan "Tahan Lama"

Tips Menghadapi Pasangan yang Posesif

Sifat posesif dari pasangan bisa membuat hubungan kalian menjadi tidak sehat. Karena itu, simak 3 cara efektif yang bisa kamu lakukan untuk menghadapi pasangan posesif di sini:

  • Bicarakanlah

Sifat posesif biasanya muncul karena ada kondisi-kondisi tertentu yang mendasarinya. Karena itu, memahami mengapa pasangan kamu berperilaku posesif merupakan langkah awal yang baik untuk mengatasi permasalahan ini. Bicaralah dengannya tentang rasa tidak aman dan ketakutan yang ia miliki. Apakah ada hubungannya dengan masa lalunya, seperti masa kecil yang tidak baik atau pengalaman ditinggal oleh orang yang dicintai? Meksipun ini adalah percakapan yang sulit, tetapi menunda membicarakannya hanya akan memperburuk keadaan.

Jadi, kamu perlu membantu pasangan mengatasi rasa tidak aman yang ia miliki, sehingga mereka mengerti bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Dengan demikian, kamu bisa memiliki hubungan yang sehat.

  • Tunjukkan Kasih Sayangmu Padanya

Kamu mungkin tidak tahu bagaimana pelukan sederhana sambil mengatakan “aku mencintaimu” atau pujian bisa memberikan dampak yang luar biasa bagi suatu hubungan, terutama bila kamu memiliki pasangan yang insecure. Jadi, jangan ragu untuk mengungkapkan rasa cinta kamu, baik secara verbal maupun fisik. Berikan pasangan kamu jaminan yang sangat dibutuhkannya dan supaya ia mengerti bahwa kamu benar-benar berkomitmen pada hubungan kalian.

  • Libatkan Pasangan

Agar pasangan kamu tidak cemburu, lain kali saat kamu ingin pergi bersama dengan teman-teman, ajak pasangan untuk ikut juga. Libatkanlah ia dalam rencana kamu dan biarkan ia melihat seperti apa dunia kamu. Semakin sering kamu melibatkan pasangan, semakin aman perasaannya. Bila pasangan kamu punya masalah dengan teman prianya, pertemukanlah mereka. Biarkan ia melihat sendiri bahwa kamu memiliki hubungan pertemanan yang murni dengan pria tersebut.

Sifat posesif seringkali membuat suatu hubungan renggang. Sebab, sifat ini sering dianggap mengganggu dan membuat seseorang tidak nyaman dan merasa tidak tenang. Jika kamu punya pasangan posesif, tak ada salahnya kamu bicara dengan dokter Halodoc. Kamu bisa bertanya pada dokter Halodoc tentang apa yang harus kamu lakukan saat menghadapi pasangan yang posesif.

Untuk bicara dengan dokter, kamu bisa memanfaatkan fitur Chat with a doctor di aplikasi Halodoc. Kamu hanya perlu download aplikasi Halodoc di App Store dan Google Play, lalu kamu sudah bisa menghubungi dokter kapan dan di mana saja melalui Chat, Voice Call, atau Video Call. Jadi, yuk gunakan aplikasi Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Bustle. Diakses pada 2020. 7 Signs Your Partner Is Possessive — & What Experts Say To Do About It.
The Minds Journal. Diakses pada 2020. How to Deal With a Possessive Partner.