• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 5 Fakta Mengenai Anak dengan ADHD yang Harus Diketahui Orang Tua
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 5 Fakta Mengenai Anak dengan ADHD yang Harus Diketahui Orang Tua

5 Fakta Mengenai Anak dengan ADHD yang Harus Diketahui Orang Tua

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 19 Juli 2022

“Mengetahui beberapa fakta anak dengan ADHD akan memberikan pemahaman yang benar. Dengan begitu, para orang tua dan orang terdekat lainnya bisa tahu bagaimana cara bersikap kepada anak dengan kondisi ADHD.”

5 Fakta Mengenai Anak dengan ADHD yang Harus Diketahui Orang Tua

Halodoc, Jakarta – ADHD atau Attention Deficit Hyperactivity Disorder adalah gangguan pada perkembangan otak yang menyebabkan pengidapnya menjadi hiperaktif, impulsif, dan sulit memusatkan perhatian. 

Karena perilakunya tersebut, beberapa orang menganggap anak ADHD sebagai anak yang nakal dan sulit diatur. Akan tetapi, apakah benar anak ADHD memang seperti itu? Mengapa anak ADHD bersikap hiperaktif? Yuk, simak fakta anak ADHD yang perlu diketahui orang tua di sini! 

Berbagai Fakta Anak dengan ADHD

Ada yang menganggap bahwa ADHD disebabkan karena terlalu banyak menonton TV. Padahal, ADHD bukan disebabkan karena terlalu banyak menonton TV, kondisi ekonomi, ataupun masalah keluarga. ADHD lebih disebabkan oleh faktor genetik dan gangguan pada otak. 

Mengetahui lebih dalam fakta mengenai ADHD akan membawa pada pemahaman yang benar, sehingga para orang tua dan orang terdekat lainnya bisa tahu bagaimana cara bersikap kepada anak dengan kondisi ADHD. Simak fakta lengkapnya di sini!

1. Gangguan pada Saraf Otak

Pada anak dengan ADHD, terdapat gangguan pada pusat perhatian dan saraf otak motorik yang membuatnya kesulitan untuk memusatkan perhatian dan mengendalikan perilaku. Itulah sebabnya mengapa anak ADHD terlihat sangat aktif. 

2. Gejala Anak dengan ADHD

Anak dengan ADHD memiliki gejala yang membuatnya kesulitan mengendalikan perilaku, sehingga dapat mengganggu aktivitasnya di sekolah atau di rumah. Biasanya, sebagian besar kasus ADHD dapat terdeteksi pada usia 6 hingga 12 tahun dengan gejala:

  • Mudah lupa.
  • Sulit berkonsentrasi.
  • Sulit mematuhi instruksi.
  • Terus menerus berbicara.
  • Sering memotong pembicaraan orang lain.
  • Tidak bisa diam atau selalu gelisah.
  • Sangat aktif atau selalu bergerak (hiperaktif).
  • Kurang memahami konsekuensi buruk.
  • Cenderung mudah berganti aktivitas dalam waktu singkat.

3. Wawancara dan Observasi untuk Diagonosis ADHD

Walaupun anak sudah memiliki gejala di atas, tidak bisa serta merta dibilang anak terdiagnosa ADHD. Untuk mendapatkan diagnosa yang tepat tentang ADHD, ahli medis seperti dokter anak dan psikiater akan melakukan serangkaian pemeriksaan berupa wawancara dan observasi. Hal ini dilakukan untuk mencari penyebab anak bersikap tidak wajar, sebelum dilakukan upaya pengobatan yang tepat.

4. Pengobatan Melalui Terapi dan Pemberian Obat

ADHD tidak bisa disembuhkan, tetapi ada beberapa tindakan yang bisa dilakukan untuk mengendalikan gejala ADHD. Tindakan ini dilakukan untuk meningkatkan rasa percaya diri, meningkatkan kemampuan belajar, dan menjaga mereka dari tingkah laku yang dapat membahayakan diri mereka sendiri. 

Biasanya, pengobatan ADHD dapat berupa obat-obatan atau terapi. Obat-obatan diberikan dokter untuk membuat pengidap a menjadi lebih tenang dan menurunkan sikap impulsifnya, sehingga lebih fokus. Sedangkan jenis terapi yang dilakukan adalah Terapi yang biasanya diberikan pada pengidap ADHD adalah terapi perilaku kognitif, terapi psikologi, atau pelatihan interaksi sosial. 

5. Pentingnya Melibatkan Orang Tua untuk Penanganan Anak dengan ADHD

Untuk penanganan anak dengan mengobati ADHD, orang tua dan keluarga juga perlu dilibatkan, karena mereka yang paling sering berinteraksi dengan anak. Orang tua dan keluarga terdekat perlu diberikan pelatihan tentang ADHD, bagaimana cara menghadapi anak dengan ADHD, cara memotivasi anak untuk memanfaatkan kelebihannya, atau pelatihan apapun sebagai bentuk dukungan kepada orang tua yang memiliki anak dengan ADHD. 

Itulah fakta mengenai anak dengan ADHD yang perlu diketahui orang tua. Jika ibu memiliki keluhan dengan kesehatan atau perilaku Si Kecil, ibu bisa bicara ke dokter melalui aplikasi Halodoc  atau buat langsung janji pemeriksaan ke rumah sakit ya!

Referensi:
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2022. What is ADHD?
Kids Health.org. Diakses pada 2022. What is ADHD
ADHD Awareness Month.org. Diakses pada 2022. 7 facts about ADHD.