• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 5 Fakta seputar Sunat pada Anak Perempuan

5 Fakta seputar Sunat pada Anak Perempuan

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
5 Fakta seputar Sunat pada Anak Perempuan

Halodoc, Jakarta – Sunat, di dunia medis dikenal dengan sirkumsisi adalah tindakan membuang sebagian atau seluruh kulit penutup bagian depan kelamin. Tindakan ini lebih umum dilakukan pada anak laki-laki, namun dalam beberapa kebudayaan dan tradisi, sunat juga dilakukan pada anak perempuan.

Namun, berbeda dari sunat pada anak laki-laki yang bermanfaat, sunat pada anak perempuan tidak diperlukan dan malah berbahaya. Itulah mengapa prosedur ini masih menjadi kontroversial di banyak negara. Ketahui fakta-fakta tentang sunat anak perempuan di sini.

Baca juga: Apakah Wanita Juga Perlu Dikhitan?

  1. Ada Berbagai Jenis Sunat Anak Perempuan

Bila pada anak laki-laki, sunat dilakukan dengan membuang kulit penutup depan dari penis atau dikenal juga dengan prepusium, sunat pada anak perempuan biasanya dilakukan dengan memotong atau melukai sedikit kulit penutup (prepusium) klitoris.

Sunat anak perempuan bisa diklasifikasikan menjadi 4 jenis, yaitu:

  • Tipe 1: ini adalah pengangkatan sebagian atau seluruh kelenjar klitoris (bagian luar yang terlihat dari klitoris), dan atau kulit klitoris (lipatan kulit yang mengelilingi kelenjar klitoris).
  • Tipe 2: ini adalah pengangkatan sebagian atau seluruh kelenjar klitoris dan labia minora (lipatan bagian dalam vulva), dengan atau tanpa pengangkatan labia mayora (lipatan luar kulit vulva).
  • Tipe 3: dikenal juga sebagai infibulasi, ini adalah tindakan menyempitkan lubang vagina dengan cara membuat segel penutup. Segel tersebut dibentuk dengan memotong atau memposisikan ulang labia minora atau labia mayora, kadang-kadang melalui jahitan, dengan atau tanpa pelepasan preputium klitoris dan kelenjar.
  • Tipe 4: Ini termasuk prosedur berbahaya lainnya pada alat kelamin wanita yang melibatkan menusuk, menggores, memotong atau membakar area genital.
  1. Praktik Sunat Anak Perempuan Dilakukan di Banyak Negara

Melansir dari World Health Organization (WHO), lebih dari 200 juta anak perempuan dan wanita yang hidup sekarang ini sudah pernah disunat. Praktik sunat anak perempuan dilakukan di 30 negara, paling sering di Afrika, Timur Tengah, dan Asia.

Sunat biasanya dilakukan pada perempuan pada saat mereka masih bayi hingga umur 15 tahun, serta kadang-kadang pada wanita dewasa.

  1. Tidak Ada Manfaat, Hanya Bahaya

Sunat pada anak laki-laki memang bisa memberi banyak manfaat kesehatan. Selain untuk menjaga alat kelamin tetap bersih, sunat bisa mengurangi risiko pria terkena berbagai penyakit. Mulai dari infeksi pada saluran kemih, penyakit menular seksual (gonore sifilis, dan herpes genital), hingga kanker penis.

Namun, tidak demikian halnya dengan sunat pada anak perempuan. Tindakan menghilangkan dan merusak jaringan genital yang sehat dan normal ini diketahui tidak memberikan manfaat apa-apa pada perempuan, melainkan hanya membahayakan kesehatan dan keselamatan mereka saja.

Pada saat prosedur dilakukan, sunat bisa menyebabkan komplikasi langsung pada perempuan, berupa:

  • Rasa sakit yang hebat.
  • Perdarahan yang berlebihan.
  • Pembengkakan jaringan genital.
  • Demam.
  • Infeksi, misalnya tetanus.
  • Masalah berkemih.
  • Masalah penyembuhan luka.
  • Syok.
  • Kematian.

Sedangkan komplikasi sunat perempan jangka panjang, meliputi:

  • Masalah berkemih, seperti rasa nyeri saat buang air kecil atau infeksi saluran kemih.
  • Masalah vagina, seperti keputihan, gatal, bakterial vaginosis, dan infeksi lainnya.
  • Masalah menstruasi.
  • Masalah seksual.
  • Peningkatan risiko komplikasi persalinan.

Baca juga: Ini Perbedaan Pria Disunat dan Tidak dari Segi Kesehatan

  1. Sunat Menyebabkan Masalah Seksual

Sunat bisa membuat perempuan mengalami kesulitan atau rasa sakit saat berhubungan seks. Hal ini juga bisa mengakibatkan berkurangnya hasrat seksual dan kurangnya sensasi yang menyenangkan saat melakukan aktivitas seksual.

Namun, dalam beberapa kasus, prosedur operasi yang disebut deinfibulasi mungkin direkomendasikan dokter untuk membantu meringankan dan memperbaiki beberapa gejala seksual tersebut.

  1. Dampak Sunat pada Kehamilan

Beberapa wanita yang disunat mungkin sulit untuk hamil, dan mereka yang hamil bisa mengalami masalah saat melahirkan.

Prosedur ini tidak memberikan manfaat dan justru bisa mengancam jiwa, WHO menentang bentuk sunat pada anak perempuan dan menentang penyedia layanan kesehatan untuk melakukan prosedur tersebut. Sunat pada anak perempuan juga diakui secara internasional sebagai pelanggaran hak asasi perempuan dan wanita.

Itulah beberapa fakta seputar sunat pada anak perempuan. Bila kamu masih memiliki pertanyaan mengenai prosedur medis tertentu, hubungi saja dokter melalui aplikasi Halodoc. Melalui Video/Voice Call dan Chat, kamu bisa bertanya apa saja seputar kesehatan pada dokter terpercaya di Halodoc. Yuk, download aplikasinya sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
World Health Organization. Diakses pada 2021. Female genital mutilation.
National Health Service. Diakses pada 2021. Female genital mutilation (FGM).