23 February 2018

5 Fakta tentang Jerawat yang Jarang Orang Tahu

5 Fakta tentang Jerawat yang Jarang Orang Tahu

Halodoc, Jakarta – Jerawatan? Duh, banyak kaum Hawa yang ingin menghindarinya. Selain mengganggu penampilan, jerawat yang tiba-tiba muncul juga bisa bikin enggak percaya diri. Karena itu, banyak wanita yang mencari cara agar jerawat enggak muncul di kulit, termasuk menghindari makanan tertentu. Tapi, apakah informasi tentang jerawat yang beredar di masyarakat itu pasti benar? Kalau kamu ragu, coba simak beberapa fakta tentang jerawat di bawah ini, yuk!

Tapi, sebelum membahas fakta tentang jerawat, kamu perlu tahu dulu alasan jerawat muncul di kulit. Umumnya, jerawat muncul karena perubahan hormon, masa pubertas, efek samping penggunaan obat atau kosmetik, dan penyebab lainnya.

Nah, jerawat akan terbentuk jika terjadi penyumbatan di kulit akibat sel-sel rambut, sel-sel kulit, dan kelenjar minyak yang bercampur menjadi satu dan menutup pori-pori kulit. Saat pori-pori kulit tertutup, akan terjadi penyumbatan yang membuat pembengkakan di bawah kulit. Jika penyumbatan tersebut luruh, maka akan muncul bintil di kulit yang dikenal sebagai jerawat.

Sayangnya, meskipun jerawat merupakan keluhan umum, masih ada saja informasi tentang jerawat yang kurang tepat. Kesalahan informasi tersebut enggak jarang membuat jerawat makin meradang. Jadi agar tidak salah, berikut beberapa fakta tentang jerawat yang perlu kamu tahu:

  1. Jangan Terlalu Sering Cuci Muka

Cuci muka memang dapat menghilangkan kotoran dan minyak dari pori-pori wajah. Tapi, jika terlalu sering dilakukan, mencuci muka justru akan membuat kulit menjadi kering, sehingga rentan timbul jerawat. Nah, agar kebiasaan cuci muka bermanfaat untuk kesehatan kulit, kamu dianjurkan untuk cuci muka dengan sabun muka yang sesuai dengan jenis kulit maksimal 2 kali sehari.

  1. Hindari Memencet Jerawat

Kamu mungkin enggak sabar ingin segera "menghilangkan" jerawat yang mengganggu. Tapi, jangan sampai kamu memencet jerawat dengan tangan kamu, ya. Karena, saay kamu memencet jerawat dengan tangan yang enggak bersih, kamu justru akan memindahkan bakteri ke jerawat sehingga akan memperparah kondisi jerawat. Selain itu, tekanan yang diberikan saat memencet jerawat juga akan semakin membuat jerawat meradang.

  1. Pasta Gigi bukan untuk Jerawat

Ada yang bilang kalau pasta gigi bisa untuk mengobati jerawat. Mungkin karena itu, ada orang yang mengoleskan pasta gigi di permukaan jerawat agar cepat kering dan hilang. Padahal, pasta gigi tidak direkomendasikan untuk mengobati jerawat. Hal ini karena ada kandungan di dalam pasta gigi yang dapat menimbulkan iritasi dan membuat jerawat semakin merah dan meradang.

  1. Kacang Enggak Selalu Bikin Jerawatan

Katanya, makan kacang bikin jerawatan. Padahal, yang membuat seseorang jerawatan setelah makan kacang adalah karena alergi, bukan karena kacangnya. Selain itu, enggak semua jenis kacang bikin jerawatan. Justru beberapa kacang, seperti kacang almond dan mete mengandung asam oksalat yang dapat merawat kulit dan mencegah munculnya jerawat. Kacang kedelai yang biasa dikonsumsi juga mengandung omega 3 yang dapat melawan peradangan di tubuh, mencegah kulit kering, serta membuat kulit tampak lebih muda.

  1. Stres Belum Tentu Bikin Jerawatan

Stres sering dikaitkan dengan jerawat, tapi hingga saat ini, belum ada penelitian yang berhasil membuktikan adanya hubungan antara stres dengan munculnya jerawat. Sebuah penelitian hanya menyebutkan bahwa stres dapat memicu produksi sebum atau zat minyak di kulit lebih cepat, sehingga membuat kulit lebih rentan timbul jerawat. Kabar baiknya adalah, produksi sebum berlebih di kulit selama masa stres belum tentu menjamin munculnya jerawat.

Untuk mengobati jerawat, kamu enggak boleh sembarangan. Kamu bisa menggunakan obat khusus jerawat untuk menghilangkan jerawat dan noda bekas jerawat. Kalau kamu belum punya obatnya, kamu bisa membeli obat jerawat yang cocok untuk kulit kamu di aplikasi Halodoc. Kamu bisa memesan obat jerawat melalui fitur Pharmacy Delivery di aplikasi Halodoc, lalu pesanan kamu akan diantar dalam satu jam. Jadi, ayo download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play sekarang juga.