• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 5 Fakta Tentang Penyakit Trakhoma yang Perlu Dipahami

5 Fakta Tentang Penyakit Trakhoma yang Perlu Dipahami

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta – Pernah dengar tentang penyakit trakhoma? Ini adalah infeksi mata yang disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis. Trakhoma termasuk penyakit yang sangat mudah menular. Bakteri bisa menyebar melalui kontak dengan mata, kelopak mata, dan sekresi hidung atau tenggorokan orang yang terinfeksi, maupun melalui benda-benda tertentu. 

Pada awalnya, seseorang yang terinfeksi bakteri trakhoma mengalami gatal-gatal ringan dan iritasi pada mata serta kelopak mata. Lama-kelamaan, kelopak mata menjadi bengkak dan muncul nanah yang mengalir dari mata. Karena ini termasuk penyakit mata yang harus diwaspadai, sebaiknya kamu ketahui fakta-faktanya berikut.

Baca juga: Mengapa Trakhoma Lebih Sering Menyerang Wanita?

Fakta Seputar Penyakit Trakhoma

1. Menjadi Penyakit Endemik di Beberapa Negara

Melansir dari WHO, trakhoma menjadi masalah kesehatan umum pada masyarakat di 42 negara dan hampir 182 juta orang tinggal di daerah endemik trakhoma dan berisiko mengalami kebutaan. Penyakit ini sering ditemui di daerah pedesaan terpencil di negara-negara Afrika, Asia, Australia, Amerika Tengah dan Selatan, dan Timur Tengah.

2. Menular dari Orang ke Orang

Infeksi bakteri Chlamydia trachomatis mudah menyebar melalui kontak pribadi, seperti melalui tangan, pakaian, atau tempat tidur. Lalat yang telah kontak dengan kotoran dari mata atau hidung orang yang terinfeksi juga bisa menular ketika lalat ini hinggap pada orang lain. 

3. Menimbulkan Nyeri dan Sakit Parah

Trakhoma menimbulkan peradangan kronis pada lapisan mata dan kelopak mata. Akibatnya, kelopak pun menjadi kasar dan meninggalkan bekas luka jika tidak ditangani. Ketika dibiarkan, mata kemudian tidak bisa melumasi, melindungi, atau memberi makan kornea, sehingga kornea pun meradang dan rentan terhadap infeksi lain.

Baca juga: Kenali Strategi SAFE untuk Mengobati Trakhoma

Ketika penyakit ini semakin berkembang, kelopak mata bagian dalam menjadi sangat terluka akibat bulu mata yang melukai kornea lebih jauh (trichiasis). Alhasil, pengidapnya akan mengalami iritasi terus-menerus dan sangat menyakitkan. Mata mereka mungkin terasa seperti berdenyut-denyut, gatal, dan sakit setiap kedipan mata.

4. Kebutaan Akibat Trakoma Tidak Bisa Disembuhkan

Pada tahap selanjutnya, gesekan terus-menerus antara bulu mata dan mata bagian dalam menimbulkan jaringan parut yang semakin parah. Semakin lama tidak ditangani, kornea berisiko tinggi mengalami rusak parah dan menyebabkan kebutaan atau mata telah rusak secara permanen. Pada tahap ini, tidak ada pengobatan apapun yang bisa dilakukan untuk mengatasi kebutaan. 

5. Trakhoma Tetap Bisa Dicegah dan Diobati

Meski berisiko tinggi menimbulkan kebutaan, trakhoma tetap bisa dicegah dan diobati sesegera mungkin. Pada stadium awal, trakhoma dapat diobati menggunakan antibiotik. Selain itu, penggunaan air bersih juga sangat penting untuk masa penyembuhan trakhoma, terutama di daerah-daerah yang sulit mendapatkan air bersih. Jika penyakit sudah masuk stadium lanjut, pembedahan mungkin diperlukan guna mencegah kerusakan kornea lebih parah yang bisa menyebabkan kebutaan.

Baca juga: Prosedur Bedah Mata untuk Tangani Trakhoma yang Parah

Itulah beberapa fakta seputar trakhoma yang perlu kamu tahu. Jika kamu punya pertanyaan lebih lanjut mengenai kondisi ini, hubungi dokter mata melalui aplikasi Halodoc. Kamu bisa menghubungi dokter kapan pun kamu mau melalui Chat atau Voice/Video Call.

Referensi:
Pan American Health Organization. Diakses pada 2020. Blinding Trachoma.
WHO. Diakses pada 2020. Trachoma.
The Fred Hollows Foundation. Diakses pada 2020. Trachoma: FIVE FACTS YOU NEED TO KNOW.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Trachoma.