• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 5 Faktor Risiko yang Menjadi Penyebab Keguguran Berulang

5 Faktor Risiko yang Menjadi Penyebab Keguguran Berulang

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
5 Faktor Risiko yang Menjadi Penyebab Keguguran Berulang

Halodoc, Jakarta - Setiap kehamilan memiliki risiko keguguran. Namun, beberapa ibu bisa mengalaminya berulang. Apa yang menjadi penyebab keguguran berulang? Tentunya perlu dicari tahu, agar dapat melakukan langkah-langkah pencegahan di kehamilan selanjutnya. 

Adapun keguguran dapat disebut keguguran berulang jika terjadi 2 kali berturut-turut atau lebih. Kondisi keguguran berulang dapat disebabkan oleh berbagai hal dan faktor risiko. Cari tahu lebih lanjut tentang penyebab keguguran berulang dalam pembahasan berikut ini. 

Baca juga: 4 Mitos Seputar Hamil Muda yang Perlu Diketahui Ibu

Penyebab Keguguran Berulang: Kondisi Medis hingga Gaya Hidup

Ada beberapa faktor yang bisa jadi penyebab keguguran berulang pada seorang wanita, yaitu:

1.Gangguan Darah

Salah satu penyebab keguguran berulang yang cukup umum adalah gangguan darah, seperti sindrom antifosfolipid dan trombofilia. Sindrom antifosfolipid adalah gangguan darah yang membuat seseorang cenderung mengalami penggumpalan darah. 

Sementara itu, trombofilia adalah gangguan yang membuat darah lebih mudah menggumpal. Kondisi ini mirip dengan sindrom antifosfolipid, tetapi memiliki risiko lebih rendah untuk menjadi penyebab keguguran berulang.

2.Kelainan Genetik

Kelainan genetik yang terjadi pada janin juga menjadi penyebab keguguran berulang. Kelainan ini dapat membuat organ-organ janin tidak bisa terbentuk dan berkembang dengan sempurna di dalam kandungan. Itulah sebabnya berisiko tinggi mengalami keguguran atau cacat lahir.

3.Gangguan pada Rahim

Ada banyak gangguan pada rahim yang bisa jadi penyebab keguguran berulang. Misalnya saja kelainan bentuk rahim, sindrom Asherman, atau lemahnya leher rahim. Gangguan ini dapat membuat janin tidak bisa tumbuh dan berkembang dengan baik, sehingga terjadilah keguguran. 

4.Gaya Hidup Tidak Sehat

Gaya hidup tidak sehat yang bisa jadi penyebab keguguran berulang adalah merokok atau terlalu sering mengonsumsi minuman beralkohol. Berbagai kebiasaan tersebut dapat menimbulkan efek berbahaya pada janin yang sedang tumbuh dan berkembang di dalam kandungan. 

Baca juga: Ibu Hamil Ngidam Ingin Makan Sushi, Bolehkah?

5.Usia

Meski tidak selalu, faktor usia juga dapat menjadi penyebab keguguran berulang. Hal ini karena semakin tua usia ibu, jumlah dan kualitas sel telur akan semakin menurun. 

Itulah beberapa faktor yang bisa jadi penyebab keguguran berulang. Meski sebagian besar kasus keguguran tidak dapat dicegah, kamu masih bisa melakukan upaya untuk meminimalkan risiko terjadinya keguguran berulang, jika masalahnya diketahui sedini mungkin. 

Jadi, penting untuk rutin memeriksakan kondisi kehamilan ke dokter, terlebih jika mengalami keguguran berulang. Kamu bisa gunakan aplikasi Halodoc untuk buat janji dengan dokter kandungan di rumah sakit, guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut. 

Dokter dapat menyarankan beberapa pemeriksaan dan penanganan sesuai kondisi, seperti melakukan tes darah untuk mendeteksi adanya kelainan seperti sindrom antifosfolipid, atau pemeriksaan ultrasonografi (USG), untuk mengetahui apakah ada masalah pada rahim atau tidak.

Baca juga: Ngidam Jeroan Saat Sedang Hamil, Waspada Hal Ini

Selain itu, penting untuk mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat. Misalnya dengan selalu mengonsumsi makanan sehat, menjaga berat badan ideal sebelum dan selama hamil, dan hindari rokok serta konsumsi minuman beralkohol. 

Meski keguguran berulang dapat membuat kamu merasa putus asa, jangan berkecil hati dan teruslah berupaya. Sebab, wanita yang mengalami keguguran berulang tetap bisa menjalani kehamilan yang sehat dan melahirkan bayi dengan selamat.

Jadi, jangan ragu untuk berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter, terkait penyebab keguguran berulang dan cara mencegahnya kembali terjadi. Semakin dini penyebab keguguran berulang diketahui dan ditangani, maka semakin baik dan kemungkinan untuk memiliki kehamilan yang sehat di kemudian hari dapat meningkat. 

Referensi:
International Journal of Women's Health. Diakses pada 2021. Recurrent Pregnancy Loss: Current Perspectives.
American College of Obstetricians and Gynecologist. Diakses pada 2021. Repeated Miscarriages.
Stanford Children’s Health. Diakses pada 2021. Recurrent Pregnancy Loss.
Baby Centre UK. Diakses pada 2021. Understanding Recurrent Misscariage.
Family Doctor. Diakses pada 2021. Recurrent Pregnancy Loss.
Parents. Diakses pada 2021. Here’s What Does – and Doesn’t – Cause Misscariage.