5 Gejala Perikoronitis yang Wajib Diwaspadai

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
5 Gejala Perikoronitis yang Wajib Diwaspadai

Halodoc, Jakarta - Gangguan kesehatan yang menyerang area mulut memang bikin enggak nyaman. Salah satunya adalah perikoronitis, peradangan yang menyerang jaringan gusi pada gigi geraham bungsu. Geraham bungsu ini adalah geraham ketiga yang letaknya paling dalam dan terakhir tumbuh. Kamu tidak boleh menganggap remeh kondisi ini, perikoronitis yang tidak diobati bisa merusak susunan gigi serta menyebabkan aroma tidak sedap pada mulut.

Penyakit ini bermula pada infeksi yang menyerang gigi geraham akibat ia tumbuh tidak normal, tertanam, atau tumbuh miring. Gejala perikoronitis terbagi dua berdasarkan kondisi penyakit, yakni akut (timbul dalam waktu singkat dan mendadak) atau kronis (sudah berlangsung lama atau menahun). Pada banyak kasus, gejala perikoronitis sebagai berikut:

  • Gusi membengkak.

  • Nyeri tajam di sekitar gigi geraham.

  • Sulit dan sakit ketika menelan makanan.

  • Keluarnya nanah dari gusi yang terinfeksi.

  • Gerakan membuka dan menutup rahang menjadi terbatas, atau bahkan menyebabkan rasa sakit.

Sementara itu perikoronitis kronis ditandai dengan nyeri tumpul pada gigi yang kerap terjadi selama 1-2 hari, bau napas, dan rasa tidak enak di sekitar mulut.

Baca Juga: Cara Mengetahui Gigi Bungsu Bermasalah

Apa yang Menjadi Penyebab Perikoronitis?

Pada mulanya, kondisi ini terjadi akibat susunan gigi yang tidak sempurna. Penyebabnya bisa karena jarak antar gigi terlalu rapat atau terlalu renggang. Akibat kondisi ini, maka sisa makanan jadi mudah terselip di sela-sela gigi dan sulit untuk dibersihkan. Sisa makanan ini kemudian membentuk tumpukan plak dan bakteri dapat masuk ke jaringan gusi. Bakteri yang masuk ke dalam jaringan menginfeksi gusi dan mengakibatkan peradangan.

Tidak hanya itu, beberapa hal ini dapat menyebabkan seseorang mengalami perikoronitis: 

  • Berusia 20-29 tahun.

  • Pertumbuhan gigi geraham bungsu yang tidak normal, tertanam atau miring.

  • Kesehatan gigi yang tidak terjaga dengan baik.

  • Stres.

  • Kelelahan.

  • Kehamilan.

Baca Juga: 4 Tips Atasi Nyeri Saat Gigi Bungsu Tumbuh

Apa Saja Langkah Mengatasi Perikoronitis?

Untuk mengatasi perikoronitis, terdapat metode pengobatan yang bisa dilakukan. Hal ini tergantung tingkat keparahannya. Beberapa langkah untuk mengatasinya antara lain: 

  • Pemberian Obat. Obat-obatan yang digunakan dalam kasus perikoronitis adalah paracetamol atau ibuprofen untuk mengurangi rasa nyeri. Pada kondisi gusi yang sudah membengkak, dokter meresepkan antibiotik. Pemberian obat diiringi dengan tindakan pembersihan gigi dan gusi oleh dokter gigi, untuk menghilangkan sisa makanan serta tumpukan plak di dalam mulut.

  • Operasi gigi dan gusi. Pembedahan akan dilakukan untuk mengatasi gusi yang meradang yang dianggap bisa menimbulkan gangguan lebih parah. Operasi ini akan memperbaiki lipatan gusi, atau mencabut gigi bila diperlukan.

Tidak hanya menunggu tindakan dokter, ini beberapa hal yang mendukung efektivitas pengobatan dan mencegah gejala perikoronitis bertambah parah, caranya dengan:

  • Menjaga kebersihan gigi dengan cara menyikat gigi dan membersihkan sela-sela gigi dengan benang gigi (dental floss) minimal dua kali sehari.

  • Rajin berkumur dengan obat kumur atau larutan garam.

  • Memeriksakan gigi ke dokter gigi secara berkala.

Baca Juga: 6 Perawatan Setelah Operasi Gigi Bungsu 

Itulah beberapa jhal yang wajib kamu ketahui mengenai perikoronitis. Jika gejala tidak kunjung hilang atau malah semakin parah, kamu harus segera memeriksakan diri ke dokter. Dengan melakukan penanganan yang tepat di rumah sakit, maka hal ini bisa meminimalisir risiko. Kini kamu bisa pilih dokter gigi di rumah sakit yang tepat sesuai dengan kebutuhan kamu melalui aplikasi Halodoc. Praktis, bukan? Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!