• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 5 Hal yang Perlu Diperhatikan bagi Wanita yang Hobi Lari

5 Hal yang Perlu Diperhatikan bagi Wanita yang Hobi Lari

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Saat bersiap untuk olahraga lari, kamu mungkin lebih memikirkan hal-hal seperti penampilan saat berolahraga (mulai dari sepatu dan pakaian), playlist musik yang akan didengarkan selama lari, dan jalur yang akan dilewati. Padahal, ada yang lebih penting yang perlu diperhatikan sebelum lari yang berkaitan dengan kesehatan tubuh, yaitu payudara, rahim, dan vagina.

Jika ingin mendapatkan hasil maksimal dari olahraga lari yang dijalani, kamu juga perlu memikirkan bagaimana lari memengaruhi seluruh tubuh. Ada beberapa hal yang harus diketahui setiap wanita tentang hubungan antara berlari dan respon tubuh kewanitaan. Apa saja?

Baca juga: Benarkah Olahraga Bisa Cegah Kematian Dini?

1.Keputihan dan Cairan Vagina Keluar Lebih Banyak

Jika selesai berlari kamu melihat celana dalam basah, maka jangan panik. Berlari membuat kamu mengeluarkan keputihan atau cairan dari vagina lebih banyak, namun hanya saat selesai berlari saja. Jika kamu memaksakan diri secara fisik untuk berlari, maka tekanan intra-abdominal akan meningkat. Hal ini akan mengeluarkan cairan dari vagina. 

Jika kamu merasa tidak nyaman dengan rasa basah di area vagina, sebaiknya kenakan panty liner tipis di pakaian dalam. Namun, apabila peningkatan cairan terus berlanjut selama berhari-hari atau berminggu-minggu setelah lari, atau disertai kemerahan, bau tidak sedap atau gatal, kamu perlu waspada. Itu dapat menjadi tanda infeksi jamur atau bakteri, atau ketidakseimbangan pH di area vagina.

2.Berlari Bisa Meningkatkan Risiko Infeksi Jamur

Perlu diketahui, keringat selangkangan adalah hal yang umum dialami pelari. Itulah yang terjadi saat kamu berolahraga keras dengan paha bergesekan 180 kali per menit. Jika kamu tidak cepat mengeringkan tubuh dari keringat, maka jamur alami vagina akan mudah tumbuh dan berkembang biak. Hal ini mengakibatkan infeksi jamur, rasa tidak nyaman, dan terasa gatal. 

Risiko ini bisa dikurangi dengan mengenakan pakaian sintetis yang terbuat dari bahan anti keringat saat berlari. Bahan katun dan serat organik dapat menyerap keringat lebih banyak dan menjaga kelembapan dibandingkan serat sintetis. Apa pun yang kamu kenakan saat berlari, segeralah mandi, atau setidaknya ganti pakaian yang berkeringat setelah tubuh kering. 

Baca juga: Dada Terasa Nyeri Sehabis Olahraga Lari? Ini Faktor Penyebabnya

3.Payudara Terasa Tidak Nyaman Jika Tidak Ditopang dengan Baik

Saat berlari, payudara akan menahan guncangan dari gerakan. Wanita tidak hanya perlu memikirkan tentang besarnya gerakan, tapi juga frekuensi. Jika kamu berlari berjam-jam setiap minggu, payudara akan berguncang puluhan ribu kali. Semua kekuatan itu bertambah. 

Setiap gerakan olahraga, bagaimanapun bisa melukai bentuk dan membuat kamu siap untuk cedera. Selain kerusakan struktural yang secara teoritis bisa terjadi pada jaringan lunak yang menopang payudara. 

Penting untuk diingat, berapapun ukuran payudara, carilah bra dengan elemen pendukung untuk kegiatan olahraga lari, seperti cup, underwire, padded straps, dan multiple hooks. Tujuannya untuk menemukan keseimbangan terbaik antara kenyamanan dan dukungan.

4.Kebocoran Urin

Berlari tidak menyebabkan prolaps uterus, tapi bisa memperburuk gejala jika kamu sudah mengalami kelemahan otot dasar panggul. Wanita yang sudah pernah melahirkan melalui vagina atau yang sedang mendekati masa menopause, harus memperhatikan hal ini.

Selama kehamilan dan persalinan, serta perimenopause dan menopause, perubahan hormonal bisa menyebabkan otot dasar panggul, yang berfungsi sebagai penopang yang menahan rahim dan organ tubuh dalam lainnya akan mengendur. 

Saat rahim turun, ia bisa menekan kandung kemih dan uretra sehingga menyebabkan kebocoran. Saat berolahraga, tekanan intra-abdomen meningkat dan memantul ke atas dan ke bawah. Tubuh memaksa rahim menekan kandung kemih dan uretra lebih keras. 

Baca juga: Sebelum Olahraga Lari, Lakukan Persiapan Ini

5.Terjadi Lecet di Area Paha

Cukup banyak wanita yang mengeluhkan lecet pada labia minora saat berlari. Hal ini umum terjadi pada wanita yang memiliki labia minora (bibir vagina bagian dalam) berukuran besar atau terlihat saat berdiri.

Kamu bisa mengurangi kemungkinan iritasi dan lecet dengan mengoleskan krim anti lecet ke area tersebut sebelum dan setelah berlari. Pastikan kamu hanya mengaplikasikannya hanya dibagian luarnya saja. 

Itulah hal penting yang perlu diperhatikan wanita yang hobi olahraga lari. Penting untuk menjaga organ kewanitaan agar tetap sehat dan mencegahnya dari cedera. Salah satu caranya yaitu mengenakan pakain khusus olahraga, mulai dari pakaian dalam hingga pakaian luarnya. Jika terlanjur mengalami cedera, segera hubungi dokter melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan saran perawatan. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang!

Referensi:
Women’s Health. Diakses pada 2021. 5 Things Female Runners Should Know About Their Lady Parts
Very Well Health. Diakses pada 2021. What to Wear Running: The Best Clothes & Gear for Beginners