• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 5 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari saat Puasa
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 5 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari saat Puasa

5 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari saat Puasa

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 09 Mei 2022

“Penting untuk memilih makanan yang sehat dan bergizi demi kelancaran puasa. Mengonsumsi makanan secara sembarangan yang minum serat dan nutrisi justru bisa mengundang beragam masalah kesehatan yang bisa mengganggu ibadah puasa.”

5 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari saat Puasa

Halodoc, Jakarta – Kamu sebaiknya lebih bijak dalam memilih makanan saat puasa. Keadaan perut kosong selama lebih dari 12 jam perlu beradaptasi secara perlahan saat berbuka. Oleh karena itu, pilihlah makanan yang lembut dan bergizi seimbang supaya perut tidak kaget dan menimbulkan masalah. Meski begitu, masih banyak orang yang mengabaikan hal ini.

Sebagian besar justru memilih makanan yang tidak sehat dan mengonsumsinya secara berlebihan saat berbuka. Tak heran jika kebiasaan ini malah mendatangkan masalah kesehatan di kemudian hari. Nah, supaya kamu tidak terjerumus ke dalam kebiasaan yang tidak sehat ini, yuk ketahui makanan apa saja yang sebaiknya kamu hindari saat berbuka puasa.

Makanan yang Sebaiknya Dihindari saat Puasa

1. Makanan pedas dan asam

Bisa dibilang, hampir semua makanan Indonesia memiliki rasa yang pedas, baik dari cabai maupun dari rempah lainnya. Saat berbuka puasa, makan pedas dan asam sebaiknya dihindari terutama bagi kamu yang memiliki masalah asam lambung atau biasa disebut maag. Mengonsumsi makanan pedas atau pun asam saat perut kosong justru dapat meningkatkan produksi asam. Tidak hanya itu, lambung menjadi lebih sensitif saat dalam keadaan kosong sehingga dapat membuat maag kamu kambuh.

2. Kopi dan minuman berkarbonasi

Nikmatnya berbuka dengan kopi hangat memang menggoda atau menyesap minuman bersoda dingin saat berbuka juga menyegarkan. Namun, tahukah kamu jika kopi dan minuman bersoda yang diminum saat berbuka puasa dapat memicu produksi asam lambung? Kalau sudah begini, perut akan terasa kembung dan muncul rasa mual.

Bukan itu saja, kopi dan minuman bersoda juga bersifat diuretik. Artinya, minuman tersebut mampu menambah kecepatan pembentukan urine. Alhasil, kamu lebih berisiko mengalami dehidrasi, terlebih setelah berpuasa seharian penuh yang membuat tubuh tidak mendapatkan asupan cairan dalam waktu lama.

3. Makanan tinggi lemak

Tidak bisa disangkal jika mengonsumsi gorengan saat berbuka memang nikmat rasanya. Namun, gorengan termasuk makanan yang tinggi kandungan lemak jenuh dan lemak transnya. Kedua jenis lemak tersebut diketahui dapat meningkatkan risiko kolesterol. Selain itu, gorengan termasuk dalam kategori makanan rendah serat yang sulit dicerna. Tak hanya kolesterol, makanan yang tinggi lemak juga dapat meningkatkan produksi asam lambung.

4. Makanan instan dan junk food

Saat berbuka, kamu membutuhkan makanan yang bernutrisi tinggi untuk mengganti kekurangan energi saat puasa. Nah, makanan instan dan junk food sudah pasti rendah kandungan serat serta minim nutrisi sehingga tidak disarankan untuk disantap saat puasa. Hindari makanan instan, seperti mi instan, sosis, dan daging olahan. Pilih makanan yang kamu olah sendiri di rumah sehingga lebih kaya serat dan sehat.

Tips sahur dan Berbuka dengan Cara yang Sehat

Selain menghindari makanan-makanan di atas, ada beberapa hal sebaiknya diperhatikan saat sahur maupun berbuka puasa  :

  • Makan secara perlahan, terutama saat berbuka puasa. Makan berlebihan bisa mengganggu metabolisme tubuh dan membuat kamu cepat mengantuk. Kondisi tersebut bisa mengganggu aktivitas kamu sehari-hari.
  • Awali dengan makanan ringan saat berbuka, seperti buah kurma, sup, kolak, atau makanan pembuka lainnya. Setelah itu, bisa dianjurkan mengonsumsi makanan utama.
  • Prioritaskan pilihan makanan sehat dan bergizi saat sahur dan berbuka. Sebisa mungkin batasi asupan gula, garam, kafein, gorengan, makanan berlemak, dan makanan berminyak. 
  • Saat malam hari, dianjurkan untuk membagi pola makan menjadi tiga waktu untuk mencukupi kebutuhan nutrisi, yaitu saat berbuka, setelah salat Tarawih, dan sahur. 

Jika kamu mengalami masalah kesehatan saat puasa, segera periksakan diri ke dokter. Supaya lebih mudah dan praktis, kamu bisa membuat janji rumah sakit melalui aplikasi Halodoc. Jangan tunda sebelum kondisinya semakin memburuk, download Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Hamad Medical Corporation. Diakses pada 2022. Foods that should be avoided in Ramadan.
Healthline. Diakses pada 2022. What Breaks a Fast? Foods, Drinks, and Supplements.