• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 5 Jenis Tes Depresi untuk Membantu Mendiagnosis
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 5 Jenis Tes Depresi untuk Membantu Mendiagnosis

5 Jenis Tes Depresi untuk Membantu Mendiagnosis

4 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 05 Juli 2022

“Untuk mendiagnosis depresi, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik dan tes laboratorium untuk menyingkirkan kemungkinan penyebab medis lainnya. Setelah itu, dokter akan mengevaluasi perasaan pengidap melalui kuesioner dan menggunakan instrumen tambahan lainnya untuk tes depresi.”

5 Jenis Tes Depresi untuk Membantu Mendiagnosis

Halodoc, Jakarta – Sedih merupakan perasaan yang umum dan wajar dialami semua orang ketika menghadapi kehilangan, masalah, dan lain-lain. Namun, bila kamu mengalami perasaan sedih terus menerus hingga kehilangan minat terhadap segala sesuatu, bahkan pada hal-hal yang biasanya kamu sukai, kamu mungkin perlu melakukan tes depresi.

Depresi merupakan gangguan suasana hati yang lebih serius daripada sekadar perasaan sedih. Gangguan ini bisa membuat pengidapnya mengalami kesulitan dalam melakukan aktivitas normal sehari-hari. Bahkan terkadang, pengidap bisa merasa tidak semangat untuk melanjutkan hidup. 

Seseorang bisa dikatakan mengalami depresi bila mengalami gejala masalah mental tersebut setidaknya selama dua minggu. Selain itu, ada juga beberapa jenis tes depresi yang bisa membantu untuk memastikan diagnosis gangguan tersebut.

Jenis Tes Depresi yang Bisa Dilakukan Dokter

Tidak semua pemeriksaan yang dilakukan dokter adalah tes depresi. Ada beberapa pemeriksaan yang dilakukan dokter bukan untuk mendiagnosis depresi, melainkan untuk mengesampingkan kondisi medis serius lainnya yang bisa menyebabkan gejala serupa.

Pada kebanyakan kasus, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan meminta tes laboratorium khusus. Tujuannya untuk memastikan gejala depresi kamu tidak terkait dengan kondisi lain, seperti penyakit tiroid, kekurangan vitamin D, atau masalah medis lainnya. Bila gejala yang kamu alami terkait dengan penyakit tersebut, maka mengobati penyakit bisa membantu meringankan depresi.

Berikut beberapa tes depresi yang bisa dilakukan dokter untuk mendiagnosis gangguan mental tersebut:

1. Pemeriksaan Fisik

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan mengajukan pertanyaan tentang kesehatanmu untuk menyingkirkan kemungkinan penyebab medis lainnya untuk mendiagnosis depresi. Saat melakukan pemeriksaan fisik, dokter mungkin akan fokus pada sistem neurologis dan endokrin. Pasalnya, masalah pada sistem neurologis dan endokrin bisa menyebabkan gejala depresi klinis. 

Gangguan endokrin yang terkait dengan depresi, antara lain hipotiroidisme, hipertiroidisme dan penyakit Cushing. Sedangkan gangguan neurologis yang bisa terkait depresi, antara lain tumor sistem saraf pusat, trauma, multiple sclerosis, dan stroke.

2. Tes Laboratorium

Dokter biasanya akan melakukan tes darah untuk memeriksa kondisi medis yang bisa menyebabkan gejala depresi. Tes ini bisa digunakan untuk memeriksa hal-hal, seperti anemia, serta tiroid atau hormon lain, dan kadang-kadang kadar kalsium dan vitamin D.

3. Tes Pencitraan

Dokter juga bisa meminta tes-tes penunjang berikut sebagai bagian dari pemeriksaan fisik awal:

  • CT scan atau MRI otak untuk menyingkirkan penyakit serius, seperti tumor otak.
  • Elektrokardiogram (EKG) untuk mendiagnosis beberapa masalah jantung.
  • Electroencephalogram (EEG) untuk merekam aktivitas listrik otak.

4. Evaluasi Psikiatri

Setelah melakukan pemeriksaan fisik dan sejumlah tes pendukung untuk menyingkirkan kemungkinan penyebab lain, dokter akan mendiskusikan suasana hatimu dan pengaruhnya terhadap hidupmu. Ingat bahwa kuesioner yang mungkin digunakan dokter hanyalah salah satu bagian dari proses medis untuk mendiagnosis depresi. Tes-tes tersebut bisa memberi dokter pemahaman yang lebih baik mengenai suasana hatimu, sehingga bisa membuat diagnosis yang lebih akurat.

Salah satu contoh tes skrining yang sudah terbukti sangat ampuh dalam mengidentifikasi kemungkinan depresi adalah kuesioner dua bagian. Pada tes tersebut, kamu akan diminta untuk menjawab dua pertanyaan, yaitu:

  • Selama sebulan terakhir, apakah kamu merasa terganggu dengan perasaan sedih, depresi, atau putus asa?
  • Selama sebulan terakhir, apakah kamu terganggu oleh kehilangan minat atau kesenangan dalam melakukan sesuatu.

Studi menunjukkan bahwa dua pertanyaan ini, terutama bila digunakan bersama dengan tes lain sebagai bagian dari proses penilaian, sangat efektif untuk mendeteksi sebagian besar kasus depresi.

Nah, jawabanmu atas dua pertanyaan tersebut akan menentukan apa yang akan dilakukan dokter selanjutnya. Dokter mungkin akan menanyakan pertanyaan tambahan untuk membantu memastikan diagnosis depresi. Atau jika jawabanmu menunjukkan bahwa kamu tidak mengalami depresi, dokter mungkin akan meninjau kembali gejala yang kamu alami untuk menemukan penyebabnya.

5. Tes Skrining Depresi

Bila kamu menunjukkan tanda-tanda depresi, berikut adalah tes depresi yang bisa digunakan dokter untuk mengukur keberadaan dan tingkat keparahan gejalanya:

  • Kuesioner Kesehatan Pasien-9

Ini adalah 9 item alat skrining diagnostik dan keparahan yang dikelola sendiri berdasarkan kriteria diagnostik saat ini untuk depresi berat. 

  • Back Depression Inventory (BDI)

Tes depresi ini terdiri dari 21 pertanyaan pilihan ganda yang berguna untuk mengukur tingkat keparahan gejala dan perasaan depresi.

  • Zung Self-Rating Depression Scale

Ini adalah survei singkat untuk mengukur tingkat depresi, mulai dari normal hingga depresi berat.

  • Center for Epidemiologic Studies-Depression Scale (CES-D)

Tes depresi ini memungkinkan pasien untuk mengevaluasi perasaan, perilaku, dan pandangan mereka dari minggu sebelumnya.

  • Hamilton Rating Scale for Depression (HRSD)

Ini adalah kuesioner pilihan ganda yang bisa digunakan dokter untuk menilai tingkat keparahan depresi. 

Itulah beberapa tes depresi yang bisa dilakukan dokter untuk memastikan diagnosis. Kamu diharapkan untuk sejujur mungkin saat menilai gejala dan mengisi kuesioner. Dengan begitu, dokter bisa membuat diagnosis yang akurat dan kemudian bisa memberikan pengobatan yang efektif.

Untuk menjaga kesehatanmu secara keseluruhan, periksakanlah diri kamu secara berkala dengan  buat janji medis di rumah sakit pilihan melalui aplikasi Halodoc

Dengan melakukan pemeriksaan kesehatan, masalah kesehatan bisa ditangani lebih awal sebelum terlambat. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga untuk memudahkanmu mendapatkan solusi kesehatan terlengkap.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Depression (major depressive disorder).
WebMD. Diakses pada 2022. Tests Used to Diagnose Depression