• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 5 Kebiasaan yang Tingkatkan Risiko Karyawan Alami Sindrom Carpal Tunnel

5 Kebiasaan yang Tingkatkan Risiko Karyawan Alami Sindrom Carpal Tunnel

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
5 Kebiasaan yang Tingkatkan Risiko Karyawan Alami Sindrom Carpal Tunnel

Halodoc, Jakarta – Pernah dengar tentang kondisi sindrom carpal tunnel? Ini merupakan kondisi yang memengaruhi tangan atau pergelangan tangan. Tangan memiliki sebuah terowongan karpal di sisi telapak tangan. Terowongan ini seperti lorong sempit yang dikelilingi oleh tulang dan ligamen. Nah, sindrom carpal tunnel terjadi ketika saraf median di terowongan karpal mengalami tekanan terus-menerus. 

Tekanan ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kondisi kesehatan tertentu, posisi tangan yang salah atau aktivitas tertentu. Ketika masalah ini timbul, gejalanya bisa termasuk mati rasa, kesemutan dan kelemahan pada tangan dan lengan. 

Baca juga: Carpal Tunnel Syndrome Bahaya atau Tidak, Ya?

Kebiasaan Ini Picu Sindrom Carpal Tunnel

Sindrom carpal tunnel bisa dialami siapa pun, tetapi karyawan kantoran cenderung lebih umum mengalami kondisi ini. Nah, berikut beberapa kebiasaan yang meningkatkan risiko sindrom carpal tunnel terlalu lama. 

  • Mencengkram terlalu dalam. Pada umumnya, pekerjaan seorang karyawan pasti berhubungan dengan keyboard, mouse, atau pena. Nah, kebiasaan mencengkram benda-benda tersebut terlalu dalam nyatanya bisa memicu sindrom carpal tunnel, lho! Maka dari itu, sebaiknya tekan keyboard atau mouse dengan lembut atau pilih pena besar dengan pegangan lembut untuk menulis. 
  • Jarang istirahat. Pekerjaan yang menumpuk terkadang menuntut seorang karyawan untuk bekerja tanpa henti. Padahal, istirahat amat dibutuhkan untuk mencegah sindrom carpal tunnel maupun kondisi lainnya. Regangkan dan tekuk tangan serta pergelangan tangan dengan lembut secara berkala saat sedang bekerja. 
  • Melakukan aktivitas yang berulang dalam waktu lama. Gerakan berulang, seperti mengetik, yang dilakukan terlalu lama juga dapat memicu sindrom carpal tunnel. Untuk mencegahnya, sebaiknya sering-sering regangkan tangan di sela-sela waktu. 
  • Postur yang salah. Terkadang, saat sedang mengetik tak sedikit orang yang tidak memperhatikan postur tubuhnya. Postur tubuh yang salah, seperti menggulung bahu ke depan atau leher menghadap ke bawah ternyata dapat memengaruhi pergelangan tangan, jari, dapat menyebabkan nyeri leher.
  • Suka di ruangan yang dingin. Kamu lebih mungkin mengalami nyeri dan tangan yang kaki jika bekerja di lingkungan yang dingin. Apabila tidak dapat mengontrol suhu di tempat kerja, kenakan sarung tangan tanpa jari untuk menjaga tangan dan pergelangan tangan tetap hangat.

Baca juga: Alami Carpal Tunnel Syndrome, Kapan Harus Ke Dokter Ortopedi?

Pekerjaan yang Berisiko Menyebabkan Sindrom Carpal Tunnel

Dibandingkan pria, wanita berpotensi tiga kali lipat untuk mengalami sindrom carpal tunnel. Melansir dari Mayo Clinic, kondisi ini paling sering didiagnosis antara usia 30 dan 60 tahun. Adapun beberapa kondisi medis yang meningkatkan risiko sindrom carpal tunnel, seperti diabetes, tekanan darah tinggi, dan radang sendi. Bukan hanya kondisi medis saja, faktor gaya hidup seperti merokok, asupan garam yang tinggi, malas bergerak, dan indeks massa tubuh (BMI) yang tinggi juga meningkatkan risiko.

Selain faktor-faktor tersebut, ada beberapa pekerjaan yang bisa membuat seseorang rentan terkena sindrom carpal tunnel. Biasanya, pekerjaan ini melibatkan gerakan pergelangan tangan berulang seperti, pekerjaan manufaktur, pekerjaan jalur perakitan, bekerja dengan keyboard dan pekerjaan konstruksi. 

Tips Mencegah Sindrom Carpal Tunnel

Jika kamu seorang karyawan, kamu dapat mencegah sindrom carpal tunnel dengan mengubah kebiasaan dan gaya hidup yang mengurangi faktor risikonya. Misalnya, sering beristirahat sebentar di sela-sela waktu bekerja dan memperhatikan postur tubuh. Apabila mengidap kondisi seperti diabetes, tekanan darah tinggi, dan radang sendi, segera obati untuk mengurangi risikonya.

Baca juga: Benarkah CTS Hanya Bisa Sembuh dengan Operasi?

Memperhatikan postur tangan dan menghindari aktivitas yang terlalu membebani pergelangan tangan adalah strategi penting untuk mengurangi gejala. Jika punya pertanyaan lain seputar kondisi ini, jangan ragu hubungi dokter melalui aplikasi Halodoc. Lebih mudah dan praktis lewat Halodoc dan kamu bisa menghubungi dokter kapan dan di mana saja. 

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Carpal tunnel syndrome.
Healthline. Diakses pada 2021. Carpal Tunnel Syndrome.