5 Kegiatan yang Dihindari saat Hamil Tua

kehamilan 9 bulan, babymoon, kegiatan yang dihindari saat hamil tua,hamil tua

Halodoc, Jakarta - Memasuki trimester ketiga merupakan momen yang mulai menegangkan untuk Ibu hamil. Sebab, Ibu harus mempersiapkan tenaga dan kestabilan emosi menjelang hari kelahiran calon buah hati. Namun, di sisi lain ibu juga pasti akan merasa senang karena bayi akan segera lahir dan mewarnai dan melengkapi kehidupan rumah tangga ibu dan suami.

Bagi ibu yang sedang mengalami kehamilan kedua, pasti sudah mulai belajar dari kehamilan pertama mengenai apa saja yang baik dan tidak baik dilakukan saat hamil. Namun, untuk Ibu yang baru pertama kali hamil, jangan cemas dulu karena berikut ini akan dipaparkan berbagai kegiatan yang harus Ibu hindari saat kehamilan sudah memasuki trimester ketiga atau dapat juga disebut hamil tua. Nah, berikut ini 5 kegiatan yang dihindari saat hamil tua:

  1. Menyelam

Mungkin beberapa ibu hamil akan berpikiran untuk melakukan babymoon bersama suami menjelang hari kelahiran. Sebaiknya ibu harus memperhatikan kembali kegiatan apa saja yang akan ibu dan pasangan lakukan kelak di tempat wisata. Salah satu yang tidak boleh dilakukan ibu hamil adalah menyelam.

Menyelam akan membuat sirkulasi udara dalam rahim dapat terhenti yang berisiko membahayakan calon bayi. Asupan oksigen yang seharusnya tersedia untuk bayi malah bisa terhenti akibat aktivitas ini. Lagi pula, babymoon sendiri ada baiknya dilakukan saat memasuki trimester ketiga saja dan selalu pastikan untuk melakukan kegiatan yang aman semisal bersantai atau lainnya.

Baca juga: 4 Hal yang Harus Diperhatikan Saat Babymoon

  1. Aktivitas Berat atau Aktivitas yang Banyak Membungkuk

Ibu hamil memang boleh melakukan aktivitas normal menjelang kehamilan 9 bulan. Namun pastikan agar aktivitas yang dilakukan tidak membuat ibu merasa cepat lelah. Selain itu, duduk terlalu lama dan banyak membungkuk menjadi aktivitas berbahaya bagi ibu hamil selama trimester ketiga.

Sikap tubuh ini bisa menyebabkan ibu hamil merasa sakit pada bagian punggung. Selain itu, janin mungkin juga akan mendapatkan posisi tidak nyaman di rahim. Untuk itu, ibu hamil harus lebih sering duduk tegak dan memberikan ruang yang layak untuk janin. Jika bosan, ibu dapat berjalan-jalan di sekitar rumah.

  1. Makan Durian

Durian adalah buah dengan aroma yang sangat nikmat dan banyak disukai orang. Namun, menjelang kehamilan 9 bulan ibu dilarang keras untuk menikmati buah ini. Kandungan kolesterol dan asam arachidonat yang tinggi dapat memicu kontraksi bayi pada trimester akhir kehamilan. Selain itu, bayi juga dapat lahir prematur, bahkan keguguran. Oleh sebab itu, ibu harus menghindari dulu buah ini untuk sementara waktu.

  1. Stres Berlebihan

Menjelang kehamilan 9 bulan memang membuat beberapa ibu khawatir dan stres akan proses melahirkan kelak. Namun, sebaiknya hal ini ibu  hindari karena dapat menyebabkan janin berkontraksi dan berakibat pada kelahiran prematur. Untuk menghindari hal ini, ibu dapat melakukan kegiatan yang menyenangkan atau menjalankan hobi agar stres berkurang. Ibu juga harus selalu  optimis bahwa kelahiran nanti akan berjalan lancar seperti ibu-ibu lainnya.

Baca juga: 3 Jenis Latihan Pernapasan untuk Hilangkan Stres

  1. Malas Ke Dokter

Menjelang kelahiran, Ibu harus rajin-rajin mengontrol perkembangan janin ke dokter. Buang jauh-jauh rasa malas dan lakukanlah kontrol minimal seminggu sekali untuk melihat posisi janin sudah pada posisi atau masih perlu pemijatan agar posisi bayi tidak sungsang.

Selain itu, kini ibu juga dapat memeriksa kondisi kesehatan ibu selama hamil tua dengan dokter di Halodoc. Hubungi dokter untuk meminta saran kesehatan melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!