5 Kiat Bangun Kedekatan dengan Anak Tiri

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
5-kiat-bangun-kedekatan-dengan-anak-tiri-halodoc

Halodoc, Jakarta – Sebuah pandangan bijak mengatakan bahwa ketika menikahi seseorang, itu berarti kamu harus menerima pasangan beserta dengan keluarganya, termasuk bila pasangan sudah memiliki anak dari pernikahan sebelumnya. Menjalin hubungan anak tiri mungkin awalnya memang tidak mudah. Apalagi selama ini pandangan yang terbentuk di masyarakat adalah bahwa orangtua tiri selalu kejam kepada anak tirinya. Namun nyatanya, membangun hubungan yang baik dengan anak tiri bukan sesuatu yang mustahil, kok. Contohnya, aktris papan atas asal China, yaitu Zhang Ziyi. 

Meskipun saat ini Zhang sedang mengandung anak keduanya dengan Wang Feng, tetapi ia tetap tidak lupa untuk merayakan ulang tahun anak tirinya, yaitu putri Wang dari pasangan sebelumnya. Berkaca dari Zhang Zi Yi, kamu juga bisa memiliki hubungan yang baik dengan anak tiri. Berikut ini kiat-kiatnya:

1. Buat Perkenalan Pertama yang Cepat

Untuk menghindari kecanggungan pada pertemuan awal, usahakan agar pertemuan pertama berlangsung singkat saja. Kamu juga tidak perlu berusaha terlalu keras dan mengeluarkan semua “jurus” untuk mendapatkan hati anak tiri pada pertemuan pertama, seperti memberikan hadiah dan lain-lain. Sikap kamu yang berlebihan dalam merayu anak bisa memberi tekanan atau dianggap berlebihan, sehingga berpotensi menyebabkan calon orangtua tiri ditolak.

Jadi, biarkanlah semua berjalan secara bertahap. Biarkan anak yang mengatur kecepatan hubungan di antara kalian. Ketika anak sudah siap untuk hubungan yang lebih dekat, ia pasti akan memberi tahu melalui sikapnya kepada kamu.

2. Beri Waktu pada Anak Tiri

Bila pasangan kamu berpisah dari pasangan sebelumnya karena bercerai, berikanlah waktu dan ruang pada anak tiri untuk memproses atau beradaptasi akan hal tersebut. Melihat ayah atau ibunya menikah lagi tentu menghancurkan harapan anak untuk melihat orangtua kandungnya bersatu kembali. Ketika harapan tersebut hilang, anak-anak akan merasakan kesedihan yang mendalam dan bukan tidak mungkin muncul rasa benci pada orangtua tirinya. Jadi, berikanlah waktu dan ruang bagi anak untuk bisa menerima perubahan keadaan ini.

Namun, bila anak tiri memiliki orangtua yang berpisah karena salah satunya meninggal, maka kamu bisa membantu anak tersebut untuk mengenang orangtuanya dengan cara mendengarkan cerita, melihat-lihat kembali foto orangtua, ataupun merencanakan kegiatan memorial pada hari ulang tahun orangtua mereka.

Baca juga: Bagaimana Mendampingi Anak yang Mengalami Trauma atau Depresi

3. Perlakukan Anak Tiri sebagai Keluarga Sendiri

Sebagian orangtua tiri biasanya akan bersikap lebih baik pada anak tiri demi mendapatkan hatinya. Namun, perlakuan tersebut kadang tidak terasa alami dan malah membuat anak tiri semakin menyadari bahwa ia bukanlah anak kandung. Jadi, alih-alih memperlakukan mereka sangat spesial, anggaplah anak tiri seperti anak sendiri dengan membiarkan mereka juga mengerjakan tugas-tugas rumah tangga, meminta mereka untuk bertanggung jawab atas sesuatu yang mereka kerjakan, meninjau pekerjaan rumah, dan menghadiri pertemuan orangtua dengan guru di sekolah. Dengarkan dan hormati pendapatnya dan pujilah ia ketika ada kesempatan.

Baca juga: Beda Pendapat dengan Anak, Bagaimana Menyikapinya?

4. Beri Anak Tiri Waktu Berdua Bersama Orangtua Kandungnya

Meskipun kamu ingin membangun kedekatan dengan anak tiri, tetapi jangan juga selalu menghabiskan waktu untuk bersama dengannya. Pastikan anak tiri juga memiliki waktu berdua dengan ayah atau ibu kandungnya. Hal ini akan membantu mereka merasa lebih aman di tengah-tengah perubahan dalam hidupnya. Setelah anak tiri bersenang-senang dengan orangtua kandungnya, ia mungkin akan lebih kangen dan lebih bersemangat untuk menghabiskan waktu bersama dengan kamu.

5. Pertahankan Persahabatan yang Stabil

Memikirkan apakah kamu sudah mencintai anak tiri atau belum maupun apakah mereka mencintaimu kembali bisa menjadi suatu beban. Kamu bisa berusaha mencintai tanpa syarat dan mendukung anak tiri seperti anak sendiri, tetapi tetap jadilah realistis. Setidaknya untuk beberapa tahun pertama, kamu mungkin hanya bisa berteman dengan anak tiri. Namun, kamu dianjurkan untuk terus memberikan perhatian dan kasih sayang secara konstan pada anak tiri. Urusan apakah mereka sudah menerima kamu sebagai orangtuanya adalah urusan belakangan.

Baca juga: 4 Trik Ibu yang Bekerja agar Tetap Akrab dengan Anak

Nah, itulah 5 kiat untuk membangun kedekatan dengan anak tiri. Bila kamu bingung menerapkan pola asuh seperti apa yang terbaik untuk anak, tanyakan saja pada ahlinya dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Kamu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat untuk minta tips pola asuh anak kapan saja dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
Parents. Diakses pada 2019. Advice for Stepparents: 7 Ways to Connect With Stepkids