• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 5 Komplikasi yang Bisa Disebabkan oleh Campak

5 Komplikasi yang Bisa Disebabkan oleh Campak

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Campak merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh virus jahat yang mudah menular. Penyakit ini ditandai munculnya ruam di seluruh tubuh pengidapnya yang dibarengi keluhan lainnya.

Gejala penyakit ini biasanya muncul sekitar satu hingga dua minggu setelah virus masuk ke dalam tubuh. Hati-hati, dalam beberapa kasus penyakit ini bisa menimbulkan beberapa masalah serius. Lantas, apa saja sih komplikasi campak yang perlu diwaspadai? 

Baca juga: Inilah Perbedaan Campak dengan Campak Jerman

Infeksi Paru-Paru Sampai Kematian Ibu Hamil

Penyakit campak biasanya menghilang atau pulih dalam kurung waktu sekitar 7 hingga 10 hari, tanpa menimbulkan masalah lebih lanjut. Setelah seseorang terkena campak, tubuh mereka membangun kekebalan atau antibodi terhadap virus ini. Dengan begitu, potensi terserang penyakit ini di kemudian hari pun akan semakin kecil.

Namun, menurut pakar di National Health Service (NHS) UK, campak bisa menimbulkan komplikasi serius yang bisa mengancam nyawa pada beberapa orang, khususnya bayi dan anak-anak. Lantas, apa saja komplikasi campak yang bisa dialami pengidapnya?

Nah, berikut ini komplikasi campak menurut NHS dan National Institutes of Health (NIH): 

  1. Infeksi paru-paru (pneumonia).
  2. Iritasi dan pembengkakan pada saluran utama yang membawa udara ke paru-paru (bronkitis).
  3. Infeksi otak (ensefalitis).
  4. Diare.
  5. Infeksi telinga (otitis media).

Pada beberapa kasus, komplikasi campak bisa memengaruhi kehamilan. Contohnya seperti menyebabkan persalinan prematur, berat badan lahir rendah, dan kematian bumil. Tuh, tidak main-main bukan komplikasi campak? 

Komplikasinya sudah, bagaimana dengan gejala campak?

Baca Juga: Hindari Tertular Campak dengan Vaksin

Bukan Cuma Ruam Merah

Ketika menyerang seseorang, penyakit ini akan menimbulkan satu gejala yang amat umum, yaitu munculnya ruam kemerahan pada kulit. Ruam ini bermula pada wajah dan leher, dan selanjutnya menyebar hampir ke seluruh tubuh. Ruam campak ini bisa berlangsung selama empat hingga tujuh hari. 

Gejala campak biasanya muncul sekitar 10 hingga 14 hari setelah tubuh terpapar virus. Gejala campak tak hanya seputar ruam pada kulit saja. Nah, berikut ini gejala campak lainnya yang mesti diwaspadai:

  • Mata merah dan meradang (konjungtivitis);
  • Batuk;
  • Demam;
  • Sensitivitas terhadap cahaya (fotofobia);
  • Nyeri otot;
  • Pilek;
  • Sakit tenggorokan;
  • Bintik putih kecil di dalam mulut (bintik Koplik).

Nah, bagi kamu atau terdapat anggota keluarga yang mengalami gejala-gejala di atas, segera temui dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat. 

Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Tidak perlu keluar rumah, kamu bisa menghubungi dokter ahli kapan saja dan di mana saja. Praktis, kan? 

Awasi Penularan Virusnya 

Seperti penjelasan di atas, penyebab penyakit campak adalah virus jahat yang cenderung mudah menular. Virus campak terdapat dalam percikan cairan (droplets) yang dikeluarkan ketika pengidapnya bersin atau batuk. Nah, virus ini bisa menulari siapa pun yang menghirup percikan cairan tersebut. 

Penularan virus campak juga bisa terjadi ketika seseorang menyentuh hidung atau mulut, setelah memegang benda yang telah terkontaminasi droplet pengidapnya. Hati-hati, virus jahat ini dapat bertahan di permukaan benda selama beberapa jam, dan menempel pada benda-benda lainnya.

Baca juga: Campak dan Rubella, Serupa tetapi Tidak Sama

Menurut ahli di NIH, sekitar 90 persen orang yang melakukan kontak dengan pengidap campak, dapat tertular penyakit tersebut. Namun, untungnya tingkat risiko ini bisa diperkecil bila seseorang telah divaksinasi. Vaksin campak biasanya diberikan ketika bayi berusia 9 bulan, dan dilanjutkan dengan vaksin MMR ketika bayi berusia 15 bulan dan 5 tahun.



Referensi:
National Institutes of Health - MedlinePlus. Diakses pada 2020. Measles
National Health Service - UK. Diakses pada 2020. Measles
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Measles