• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 5 Kondisi yang Berisiko Mengalami Bidai Tulang Kering

5 Kondisi yang Berisiko Mengalami Bidai Tulang Kering

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
5 Kondisi yang Berisiko Mengalami Bidai Tulang Kering

Halodoc, Jakarta – Bidai tulang kering ditandai dengan muncul rasa nyeri pada tulang kering atau tulang tibia yang merupakan tungkai bawah bagian depan. Kondisi ini bisa menyerang siapa saja, tetapi ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami bidai tulang kering atau dalam istilah medis disebut dengan medial tibial stress syndrome. Meski jarang berbahaya, tetapi kondisi ini sebaiknya tidak diabaikan. 

Secara umum, bidai tulang kering sering terjadi akibat kebiasaan berolahraga atau beraktivitas fisik yang terlalu keras. Hal itu kemudian menyebabkan tulang kering dan jaringan ikat, yaitu jaringan yang melekat pada otot tulang mengalami tekanan berulang lalu menyebabkan jaringan tungkai bawah menjadi rusak. Selain olahraga berlebihan, ada beberapa faktor lain yang bisa meningkatkan risiko bidai tulang kering. Biar lebih jelas, simak penjelasannya dalam artikel ini! 

Baca juga: 9 Cedera Olahraga yang Sering Terjadi


Faktor Risiko Bidai Tulang Kering 

Bidai tulang kering paling sering menyerang orang yang berolahraga terlalu berat, terlebih jika sebelumnya tidak pernah berolahraga. Meski bukan kondisi yang dianggap serius, cedera bidai tulang kering bisa sangat mengganggu, karena sering memicu rasa nyeri yang bisa bertambah buruk jika diabaikan. Jika pengobatan dilakukan dengan tepat, kondisi ini umumnya akan membaik dalam beberapa minggu. 

Baca juga: Gerakan dan Alat Olahraga yang Memicu Cedera

Hingga kini masih belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab bidai tulang kering bisa menyerang. Namun, ada beragam faktor yang disebut bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami kondisi ini. Di antaranya adalah:

  1. Mengalami kelebihan berat badan alias obesitas.
  2. Memiliki jaringan kaki yang lemah.
  3. Kebiasaan mengenakan sepatu yang tidak tepat atau tidak pas, terutama saat melakukan aktivitas fisik berat.
  4. Memaksakan diri berolahraga, apalagi jika sebelumnya jarang atau bahkan tidak pernah berolahraga.
  5. Kebiasaan olahraga yang tidak tepat, misalnya berlari di permukaan yang tidak rata dan terlalu keras. 

Penyakit ini ditandai dengan gejala, seperti nyeri di bagian dalam tulang kering serta pembengkakan pada area kaki. Untuk menentukan apakah penyebab nyeri dan pembengkakan merupakan cedera bidai tulang kering atau bukan, perlu dilakukan pemeriksaan. Umumnya, pemeriksaan yang dilakukan untuk memastikannya adalah dengan foto rontgen atau MRI.

Setelah pemeriksaan selesai dilakukan, dokter akan menentukan jenis pengobatan yang perlu dilakukan agar cedera bisa segera sembuh. Pengobatan untuk mengatasi gangguan kesehatan ini sebenarnya tergolong sederhana, bahkan bisa dilakukan secara mandiri di rumah. Jika bidai tulang kering terjadi karena olahraga berlebih, kamu bisa mengatasinya dengan cukup beristirahat, menghindari aktivitas berat, serta mengompres bagian yang nyeri atau bengkak.

Disarankan untuk mengompres bagian yang terasa nyeri dengan menggunakan kantong es selama 10–15 menit. Ulangi pengompresan sebanyak 4 sampai 8 kali dalam satu hari, untuk meredakan nyeri dan bengkak. Namun, jika gejala tidak kunjung membaik atau bertambah parah, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke rumah sakit. 

Baca juga: Hindari Cedera, Ini 4 Tips Latihan Maraton yang Tepat

Cari tahu lebih lanjut seputar bidai tulang kering dan apa saja faktor risikonya dengan bertanya pada dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat, kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
NHS Choices UK. Diakses pada 2020. Shin Splints.
Patient. Diakses pada 2020. Shin Splints. 
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Shin Splints.