• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 5 Kondisi yang Bisa Memicu Terjadinya Endometriosis

5 Kondisi yang Bisa Memicu Terjadinya Endometriosis

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Tidak ada salahnya untuk segera periksakan kondisi kesehatan ketika kamu mengalami nyeri yang sangat parah ketika menstruasi. Kondisi ini bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan yang dikenal sebagai endometriosis. Penyakit ini dapat terjadi ketika jaringan yang membentuk lapisan dalam dinding rahim tumbuh di luar rahim, seperti indung telur, usus, tuba falopi, vagina, bahkan pada rektum. Jaringan ini dikenal sebagai endometrium. 

Baca juga: Awas, Endometriosis Bisa Pengaruhi Kesuburan

Normalnya, endometrium akan menebal sebagai tempat menempel sel telur yang sudah dibuahi. Namun, saat tidak terjadi kehamilan, endometrium akan luruh dan keluar menjadi darah menstruasi. Pada pengidap endometriosis, endometrium yang tumbuh di luar rahim juga ikut menebal, tetapi tidak dapat luruh dan keluar dari tubuh. Tidak ada salahnya ketahui kondisi yang dapat memicu kondisi endometriosis, di sini agar kamu dapat lakukan penanganan dengan tepat.

Ketahui Kondisi yang Memicu Endometriosis

Hingga saat ini belum diketahui secara pasti apa penyebab endometriosis, tetapi ada beberapa faktor yang memicu kondisi ini, seperti:

1.Retrograde Menstruation

Kondisi ini terjadi ketika aliran darah menstruasi berbalik arah. Darah menstruasi yang tidak keluar tubuh masuk ke dalam rongga panggul. Kondisi ini akan menyebabkan endometrium menempel pada dinding maupun permukaan panggul. Lama-kelamaan endometrium yang menempel akan menebal dan terus tumbuh.

2.Gangguan Kekebalan Tubuh

Adanya gangguan kekebalan tubuh membuat sel endometrium yang tumbuh di luar rahim tidak dapat dihancurkan.

3.Perubahan Sel yang Belum Matang

Adanya sel yang belum akibat pengaruh hormon estrogen dapat memicu munculnya jaringan endometrium.

4.Bekas Luka Operasi

Bekas luka operasi, seperti tindakan caesar atau histerektomi dapat meningkatkan risiko munculnya jaringan endometrium pada bekas sayatan bedah.

5.Genetik

Riwayat keluarga dengan kondisi endometriosis meningkatkan risiko kamu mengalami kondisi yang serupa.

Tidak hanya itu, ada beberapa kondisi lain yang dapat memicu kondisi endometriosis, seperti belum pernah melahirkan, mulai menstruasi di usia yang sangat muda, mengalami menopause di usia yang lebih tua dibandingkan usia normal, dan juga mengalami kelainan rahim.

Baca juga: Endometriosis Penyebab Datang Bulan Enggak Teratur, Bahayakah?

Kenali Gejala Endometriosis

Gejala endometriosis yang dialami akan berbeda. Beberapa wanita mengalami gejala yang terbilang ringan, tetapi ada juga yang mengalami gejala cukup parah. Umumnya, gejala utama dari kondisi ini adalah nyeri panggul. Selain itu, pengidap endometriosis akan mengalami sakit pada punggung bagian bawah selama menjalani menstruasi. 

Kondisi kram perut juga akan dialami dalam waktu 1–2 minggu selama menjalani menstruasi. Perhatikan juga jika kondisi ini disertai dengan perdarahan yang berlebihan ketika menstruasi. Adanya penyakit endometriosis juga dapat menyebabkan nyeri setelah berhubungan intim. Segera periksakan kondisi kesehatan reproduksi ke rumah sakit terdekat jika kamu mengalami beberapa keluhan kesehatan yang berkaitan dengan penyakit endometriosis.

Penanganan Endometriosis

Laparoskopi menjadi satu-satunya pemeriksaan yang dapat mendeteksi endometriosis. Hingga saat ini belum ada pengobatan yang dapat mengatasi endometriosis secara optimal. Pengobatan dilakukan untuk mengurangi gejala, memperlambat pertumbuhan endometrium, meningkatkan kesuburan, dan juga mengurangi risiko kondisi ini kembali muncul.

Inilah beberapa pengobatan yang dapat menjadi pilihan untuk mengatasi kondisi ini:

1.Penggunaan Obat-obatan

Obat-obatan digunakan untuk menghilangkan nyeri yang dialami oleh pengidap endometriosis.

2.Terapi Hormon

Terapi hormon dilakukan untuk memperlambat pertumbuhan jaringan endometrium di luar rahim. Ada beberapa terapi hormon yang bisa dilakukan, seperti penggunaan kontrasepsi hormonal, penggunaan progesteron, hingga danazol.

3.Operasi

Tindakan operasi atau bedah dilakukan jika kedua pengobatan sebelumnya dinilai kurang efektif dalam menangani endometriosis. 

Baca juga: Endometriosis Bisa Disebabkan dari Genetik, Ini Faktanya

Itulah penanganan yang bisa dilakukan melalui penanganan medis. Untuk mengurangi nyeri, kamu bisa lakukan penanganan secara mandiri di rumah dengan mengompres atau berendam air hangat agar nyeri berkurang. 

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Endometriosis.
Healthline. Diakses pada 2020. Endometriosis.
National Health Service UK. Diakses pada 2020. Endometriosis.