• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 5 Kondisi yang Tingkatkan Risiko Kanker Rahim

5 Kondisi yang Tingkatkan Risiko Kanker Rahim

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
5 Kondisi yang Tingkatkan Risiko Kanker Rahim

Halodoc, Jakarta - Kanker rahim (kanker endometrium) adalah kanker yang cukup umum memengaruhi sistem reproduksi wanita. Kondisi ini pun tercatat lebih sering terjadi pada wanita yang telah melalui menopause.

Kanker rahim bermula saat sel-sel sehat di dalam rahim tumbuh tidak terkendali dan membentuk tumor atau benjolan. Tumor ini bisa bersifat jinak atau ganas, tetapi pada kanker rahim, tumor bisa membesar dan menyebar ke organ tubuh lain sehingga sangat membahayakan. Ada beberapa kondisi juga yang bisa tingkatkan risiko penyakit ini yang wajib kamu ketahui.

Baca juga: Kanker Rahim di Usia Muda, Apa Sebabnya?

Hal yang Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Rahim

Sayangnya, hingga kini penyebab kanker rahim belum diketahui secara pasti. Salah satu faktor risiko utama kanker rahim adalah tingginya kadar hormon yang disebut estrogen dalam tubuh. Sejumlah hal bisa menyebabkan kadar estrogen tinggi, termasuk obesitas. Ada juga sedikit peningkatan risiko kanker rahim dengan penggunaan jangka panjang obat kanker payudara tamoxifen. 

Beberapa hal juga bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami kanker rahim, antara lain:

  • Berusia di atas 50 tahun.
  • Mengalami diabetes dan menerapkan gaya hidup tidak sehat.
  • Berat badan berlebih.
  • Mulai menstruasi terlalu dini atau menopause terlambat.
  • Menggunakan hormon estrogen, baik saat terapi penggantian hormon pascamenopause atau sebagai kontrasepsi.

Waspadai Gejala Kanker Rahim

Saat mengalami kanker rahim, maka gejala awal yang paling sering terjadi adalah perdarahan tidak normal melalui vagina. Perdarahan ini dkiatakan tidak normal karena terjadi di luar siklus menstruasi atau setelah menopause. Meski demikian, tidak semua perdarahan setelah menopause terjadi akibat kanker rahim. Untuk memastikannya, kamu perlu memeriksakan diri ke dokter. 

Jadi, segera periksakan diri ke dokter bila perdarahan setelah menopause berlangsung lebih dari dua minggu. Terutama jika kondisi ini juga disertai gejala kurang darah, seperti tubuh mudah lelah, sakit kepala, dan sesak napas. Kamu juga bisa hubungi dokter di Halodoc untuk mendiskusikan gejala seperti ini. Dokter akan menjelaskan dengan rinci perawatan yang tepat untuk kondisi seperti ini.

Baca juga: Benarkah Kanker Rahim Adalah Penyakit Genetik?

Mengobati Kanker Rahim

Perawatan yang paling umum untuk kanker rahim adalah operasi pengangkatan rahim (histerektomi). Histerektomi dapat menyembuhkan kanker rahim pada tahap awal, tetapi kamu tidak akan bisa hamil lagi. Pembedahan untuk kanker rahim juga mungkin mencakup pengangkatan ovarium dan saluran tuba.

Radioterapi atau kemoterapi juga terkadang bisa jadi solusi. Suatu jenis terapi hormon (progesteron) dapat digunakan jika kamu belum pernah mengalami menopause dan masih ingin memiliki anak. Meskipun kanker sudah lanjut dan kemungkinan penyembuhannya kecil, pengobatan masih dapat membantu meringankan gejala dan memperpanjang angka harapan hidup. 

Bagaimana Rasanya Hidup dengan Kanker Rahim?

Hidup dengan kanker itu menantang, dan kanker rahim dapat memengaruhi hidup dengan cara tertentu. Misalnya, kehidupan berhubungan intim mungkin terpengaruh jika kamu menjalani histerektomi, terutama jika ovarium diangkat. Kamu mungkin merasa lebih sulit secara fisik untuk berhubungan intim dan juga mengalami penurunan gairah seksual.

Mungkin bermanfaat untuk membicarakan kondisi yang kamu alami dengan orang lain, termasuk anggota keluarga, pasangan, atau orang lain yang menderita kanker rahim.

Baca juga: Ketahui 3 Pemeriksaan untuk Deteksi Kanker Rahim 

Pencegahan Kanker Rahim

Ingat, kanker rahim tidak bisa dicegah. Namun, risiko terserang kanker rahim bisa dikurangi dengan melakukan beberapa hal, seperti:

  • Mengontrol kadar gula darah.
  • Menjaga berat badan ideal.
  • Menggunakan pil KB kombinasi, bukan hanya estrogen.

Referensi:
National Health Service UK. Diakses pada 2020. Womb (Uterus) Cancer.
Verywell Health. Diakses pada 2020. Symptoms of Endometrial Cancer.
WebMD. Diakses pada 2020. Hysterectomy.