24 March 2019

5 Makanan yang Aman untuk Pengidap Sindrom Cushing

5 Makanan yang Aman untuk Pengidap Sindrom Cushing

Halodoc, Jakarta - Sindrom cushing terjadi ketika tubuh terlalu banyak memproduksi kortisol, sehingga menyebabkan kelelahan, pertambahan berat badan yang memicu obesitas, perubahan pada kulit, depresi, osteoporosis, tekanan darah tinggi, dan diabetes. Gejala utama pengidap kelainan ini adalah wajah membulat, otot lemah, menstruasi yang tidak teratur pada wanita, dan gangguan tidur.

Kortisol penting untuk proses metabolisme sehingga tingginya hormon ini dapat memengaruhi bagaimana tubuh memproses nutrisi. Meski tidak ada diet khusus untuk pengidap kelainan ini, perubahan diet dan pola makan tertentu membantu menurunkan risikonya. Berikut diet yang aman untuk pengidap sindrom cushing:

  • Perhatikan Asupan Sodium

Asupan natrium tinggi meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, dan ini menjadi perhatian utama bagi para pengidap sindrom cushing. Makanan olahan cenderung mengandung natrium dalam jumlah berlebih, terutama keju atau pizza. Jadi, bantu lindungi kesehatan dengan membatasi asupan natrium dan makanan dengan lemak berlebih. Di samping itu, sebaiknya perbanyak makanan kaya serat, seperti buah dan sayuran, sumber lemak tak jenuh yang sehat seperti kacang dan salmon.

Baca juga: Ini Akibatnya Jika Hormon Kortisol Terlalu Tinggi

  • Tingkatkan Asupan Kalsium

Kelebihan kortisol menyebabkan keropos tulang yang memburuk dari waktu ke waktu. Kondisi ini bisa dicegah dengan diet kaya kalsium. Kamu bisa mendapatkan asupan nutrisi ini dengan sangat mudah, karena tersedia dalam berbagai jenis makanan, seperti kangkung, brokoli, susu, yogurt, dan sebagian besar biji-bijian. Kalsium bisa diperoleh dari sereal yang bisa kamu konsumsi ketika sarapan atau sebagai camilan sore.

  • Konsumsi Makanan Kaya Protein

Salah satu dari sekian banyak fungsi kortisol untuk merangsang pemecahan protein, yang penting untuk membangun dan memelihara otot. Paparan kortisol berlebih dapat menyebabkan otot kehilangan massanya, sehingga mudah melemah. Makanan diet protein tinggi membantu mencegah hal tersebut. Pilih makanan tanpa lemak dan kaya protein seperti ikan, kacang-kacangan, tahu, lentil, yogurt rendah lemak, dan keju rendah lemak.

Baca juga: Perlu Tahu, Gejala yang Ditimbulkan Sindrom Cushing

  • Hindari Rokok dan Alkohol

Rokok dan alkohol tidak pernah memberikan manfaat untuk kesehatan tubuh, terlebih bagi pengidap sindrom cushing. Konsumsi alkohol berlebihan dapat merusak jaringan hormon aksis hipotalamus-hipofisis-adrenal, menghasilkan gejala yang hampir sama dengan kelainan ini. Sementara itu, rokok dapat meningkatkan komplikasi terkait sindrom ini.

  • Kontrol Gula Darah

Sindrom cushing memicu peningkatan gula darah dan mengarah pada diabetes. Memilih makanan yang mengandung karbohidrat dengan indeks glikemik rendah dan membantu karena kandungan gulanya yang rendah, sehingga tidak terlalu berdampak terhadap kenaikan gula darah. Roti gandum, kacang-kacangan, apel, jeruk, pir, dan wortel menjadi jenis makanan rendah gula darah yang bisa kamu coba.

Baca juga: Ini Tindakan Medis yang Dibutuhkan untuk Menangani Sindrom Cushing

Itu tadi beberapa makanan yang boleh dan tidak boleh untuk para pengidap sindrom Cushing. Selain itu, pengidap sindrom Cushing harus menghindari stres berlebih, perbanyak olahraga, dan rutin kontrol tekanan darah.

Lalu, bagaimana kamu bisa mengetahui gejala awal tentang kelainan ini? Mudah saja, supaya mendapatkan jawaban yang valid, langsung tanyakan pada dokter. Harus ke klinik? Tidak perlu, karena aplikasi Halodoc membuat tanya jawab semakin mudah. Kamu bisa bertanya kapan saja, di mana saja langsung oleh pakarnya. Jadi, download aplikasi Halodoc, ya!