21 March 2019

5 Makanan yang Dianjurkan untuk Dikonsumsi oleh Pengidap Kolesistitis

5 Makanan yang Dianjurkan untuk Dikonsumsi oleh Pengidap Kolesistitis

Halodoc, Jakarta - Pernah dengar soal penyakit kolesistitis? Penyakit ini merupakan peradangan yang terjadi pada kantung empedu, yaitu sebuah kantung yang menyimpan cairan empedu. Ketika terjadi peradangan pada kantung ini, empedu yang bertugas membantu dalam pencernaan lemak menjadi terganggu. Pengidap kolesistitis pun biasanya akan dianjurkan untuk mengonsumsi makanan tertentu. Apa saja ya makanan untuk pengidap kolesistitis?

Sebelumnya, perlu diketahui bahwa kolesistitis bisa terjadi secara tiba-tiba (akut) atau dalam jangka panjang (kronis). Sebagian besar kasus kolesistitis akut terjadi karena penyumbatan di saluran empedu. Sementara kolesistitis kronis merupakan peradangan yang terjadi setelah seseorang mengalami kolesistitis akut berulang kali.

Baca juga: 8 Tanda Seseorang Terkena Kolesistitis

Beberapa jenis makanan yang disarankan untuk pengidap kolesistitis atau gangguan pada kantung empedu lainnya, adalah:

1. Sayur dan Buah

Sayur dan buah adalah makanan yang bebas lemak, kecuali alpukat yang punya lemak baik. Buah dan sayur kaya akan vitamin, antioksidan dan juga mineral yang penting bagi tubuh. Nah, bagi pengidap gangguan empedu seperti kolesistitis, buah dan sayur bisa jadi pilihan terbaik untuk dikonsumsi. Terutama yang tinggi kandungan vitamin C, kalsium, atau vitamin B, seperti buah jeruk, jamur, stroberi, atau pepaya.

Walaupun sehat, perhatikan juga cara mencuci dan mengolahnya. Sebaiknya cuci buah dan sayur yang akan diolah dengan air bersih, menggunakan air yang mengalir dan pilih cara memasaknya yang dikukus, direbus, atau dipanggang.

2. Biji-Bijian dan Kacang-Kacangan

Roti dan biji-bijian adalah makanan dengan serat tinggi, vitamin, dan mineral yang baik untuk tubuh. Sebagian besar biji-bijian juga mengandung rendah lemak, sehingga jadi makanan untuk pengidap kolesistitis yang sehat dan aman. Jadi, pilih roti atau sereal yang terbuat dari biji gandum.

Selain biji-bijian, berbagai jenis kacang juga aman sebagai makanan untuk pengidap kolesistitis. Ada tempe dan tahu, makanan sederhana yang terbuat dari kacang kedelai dan sangat mudah untuk diolah. Jadikan juga kacang-kacangan lainnya juga bisa menikmati kacang lainnya, seperti almond atau walnut untuk tambahan salad sayur, oat, atau yogurt untuk camilan. Akan tetapi, harus diperhatikan juga porsinya, jangan berlebihan.

Baca juga: 5 Faktor Risiko yang Meningkatkan Seseorang Terkena Kolesistitis

3. Susu Bebas Lemak

Biasanya, orang yang sedang menjalani diet ketat akan disarankan untuk mengonsumsi lemak hanya sebanyak 30 persen dari total kalorinya. Nah, orang dengan kolesistitis justru harus mengonsumsi lemak kurang dari angka tersebut.

Jadi memang asupan lemak bagi pengidap kolesistitis sangat dibatasi. Untuk itu, pengidap perlu memperhatikan susu dan produk susu yang memang mengandung lemak. Pengidap tetap boleh menikmati enaknya susu asal pilih produk susu, seperti keju atau susu yang rendah lemak.

4. Daging Tanpa Lemak

Selain susu, daging jadi makanan yang cenderung mengandung banyak lemak. Namun, tidak perlu khawatir, pengidap kolesistitis tetap bisa menikmati daging ayam, ikan, atau sapi. Pilih daging sapi yang sudah disisihkan bagian lemaknya. Sementara daging ayam, pilih dagingnya saja tanpa kulit. Untuk ikan, pengidap kolesistitis bisa menikmati ikan segar, beku, atau kalengan karena lemak yang terkandung pada ikan cenderung sedikit dan lebih sehat.

5. Makanan Manis

Jika termasuk orang yang suka makanan manis, pengidap kolesistitis tetap bisa makan makanan manis, kok. Misalnya, es buah, es krim buah, atau yoghurt. Selain itu, permen atau marshmallow juga makanan bebas lemak yang masih aman untuk dikonsumsi. Namun, porsinya tetap harus dibatasi untuk mencegah asupan kalori yang berlebih.

Baca juga: 4 Pantangan Makanan Bagi Pengidap Kolesistitis

Itulah sedikit penjelasan tentang makanan untuk pengidap kolesistitis. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal hal ini atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter pada aplikasi Halodoc, lewat fitur Talk to a Doctor, ya. Mudah kok, diskusi dengan dokter spesialis yang kamu inginkan pun dapat dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call. Dapatkan juga kemudahan membeli obat menggunakan aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!