• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 5 Manfaat Membaca untuk Mendukung Otak Lebih Sehat
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 5 Manfaat Membaca untuk Mendukung Otak Lebih Sehat

5 Manfaat Membaca untuk Mendukung Otak Lebih Sehat

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 22 April 2022

“Tak hanya menghibur, ada banyak sekali manfaat membaca untuk mendukung otak lebih sehat. Mulai dari membantu meredakan stres, meningkatkan kecerdasan, hingga menambah kemampuan kamu dalam komunikasi. Yuk, biasakan untuk membaca lagi mulai hari ini!”

5 Manfaat Membaca untuk Mendukung Otak Lebih Sehat

Halodoc, Jakarta – Sekitar abad ke-11, seorang wanita Jepang yang dikenal sebagai Murasaki Shikibu menulis The Tale of Genji, sebuah cerita 54-bab yang menuliskan tentang istana kekaisaran Jepang yang diyakini sebagai novel pertama di dunia. Lebih dari 1.000 tahun kemudian, orang-orang di seluruh dunia masih asyik dengan novel, bahkan di era ketika cerita bisa lebih mudah didapat melalui daring. 

Sebenarnya, apa yang didapatkan seseorang dari membaca buku? Apakah hanya karena senang, sebagai salah satu cara untuk mengisi waktu luang, atau adakah manfaat lainnya? Ternyata, manfaat membaca tidak sekadar hiburan semata. Membaca buku bermanfaat bagi kesehatan fisik dan mental, dan manfaat tersebut dapat bertahan seumur hidup. Salah satunya terhadap kesehatan otak.

Manfaat Membaca untuk Mendukung Kesehatan Otak

Jika dikaitkan dengan kesehatan otak, berikut manfaat membaca yang bisa kamu dapatkan: 

  1. Sebagai Stimulasi Mental

Studi yang dimuat dalam jurnal Cochrane Library menunjukkan bahwa tetap terstimulasi secara mental dapat memperlambat kemajuan dan mengurangi risiko Alzheimer dan demensia. Informasi yang jarang diakses dan perilaku yang jarang digunakan menyebabkan penurunan jalur saraf tersebut sampai koneksi benar-benar hilang dalam proses yang disebut “pemangkasan sinaptik.” Faktanya, kamu secara tidak sadar berkontribusi terhadap penurunan otak dengan tidak menantangnya. Kegiatan seperti membaca, teka-teki gambar, dan catur melatih otak dan membuatnya tetap aktif.

  1. Mengurangi Stres

Studi lain yang dipublikasikan dalam Journal of College Teaching and Learning mengukur efek yoga, humor, dan membaca pada tingkat stres siswa dalam menuntut program ilmu kesehatan di Amerika Serikat. Studi tersebut menemukan bahwa 30 menit membaca menurunkan tekanan darah, detak jantung, dan perasaan tertekan psikologis sama efektifnya dengan yoga dan humor.

  1. Meningkatkan Keterampilan Sosial

Bagi sebagian orang, membaca buku adalah cara untuk melarikan diri dari dunia nyata dan orang-orang di dalamnya. Menariknya, penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Science menunjukkan bahwa membaca sebenarnya dapat meningkatkan keterampilan sosial untuk membantu kamu menghadapi orang-orang tersebut. Individu yang membaca fiksi akan lebih baik dalam menghasilkan apa yang dikenal sebagai “teori pikiran”, kemampuan untuk memahami keadaan mental, keyakinan, keinginan, dan pemikiran orang lain. Ini adalah keterampilan yang penting untuk hubungan sosial yang kompleks.

  1. Menambah Kosakata

Semakin banyak kamu membaca, semakin banyak kata-kata yang kamu temukan. Penelitian yang terdapat dalam Journal of Speech, Language, and Hearing Research memberikan dukungan kuat untuk korelasi antara keterampilan membaca kata dan kosa kata. Sains menegaskan pentingnya membaca untuk proses perolehan kosakata pada anak-anak dan remaja. Sementara pada orang dewasa, kosa kata yang lebih besar sesuai dengan pendapatan yang lebih tinggi. 

  1. Meningkatkan Konektivitas dan Fungsi Otak

Membaca novel diyakini mampu meningkatkan konektivitas kondisi istirahat otak dan fungsi keseluruhan. Secara khusus, membaca fiksi meningkatkan kemampuan pembaca untuk menempatkan diri mereka pada posisi orang lain dan melenturkan imajinasi dengan cara yang mirip dengan visualisasi memori otot dalam olahraga.

Konektivitas yang meningkat terlihat di korteks temporal kiri, yaitu area otak yang terkait dengan penerimaan bahasa, dan sulkus sentral, wilayah motorik sensorik utama. Neuron membuat representasi sensasi untuk tubuh, sebuah fenomena yang dikenal sebagai kognisi membumi. Hanya berpikir tentang berlari, misalnya, dapat mengaktifkan neuron yang terkait dengan tindakan fisik berlari.

Itu tadi beberapa manfaat membaca untuk menunjang otak lebih sehat. Selain itu, tetap disiplin melakukan pola hidup sehat ya! Jika mengalami kondisi yang tidak biasa pada tubuh, segera lakukan pemeriksaan di rumah sakit terdekat. Pakai aplikasi Halodoc untuk booking rumah sakit lebih mudah. Cukup download aplikasi Halodoc di ponselmu. 

Referensi:
The Best Brain Possible. Diakses pada 2022. 7 Ways Reading Benefits Your Brain.
Dawna Duff, et al. 2015. Diakses pada 2022. The Influence of Reading on Vocabulary Growth: A Case for a Matthew Effect. Journal of Speech, Language, and Hearing Research 58(3): 853-864.
David Comer Kidd And Emanuele Castano. 2013. Diakses pada 2022. Reading Literary Fiction Improves Theory of Mind. Science.
Bob Woods, et al. 2012. Diakses pada 2022. Cognitive Stimulation to Improve Cognitive Functioning in People with Dementia. Cochrane Library. DOI: 10.1002/14651858.CD005562.pub2
Houston, S.M., et al. 2014. Diakses pada 2022. Reading skill and structural brain development. Neuroreport 25(5): 347-352.
Healthline. Diakses pada 2022. Benefits of Reading Books: How It Can Positively Affect Your Life.
Denise Rizzolo, et al. 2009. Diakses pada 2022. Stress Management Strategies For Students: The Immediate Effects Of Yoga, Humor, And Reading On Stress. Journal of College Teaching and Learning 6(8): 79-88.