• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 5 Mitos Seputar Depresi yang Perlu Diketahui

5 Mitos Seputar Depresi yang Perlu Diketahui

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta – Depresi adalah masalah kesehatan mental yang sangat umum dan merupakan salah satu penyebab utama dari berbagai penyakit tubuh. Meski begitu, masih banyak mitos dan kesalahpahaman yang beredar mengenai hal tersebut.

Orang yang mengalami depresi sering kali harus menghadapi prasangka dari orang-orang di sekitarnya akibat stigma yang melekat pada gangguan kesehatan mental tersebut. Karena itu, untuk membantu pengidap depresi sembuh dari kondisi tersebut, penting untuk memerangi prasangka dan stigma ini dengan cara memahami fakta mengenai depresi.

Berikut ini mitos dan kesalahpahaman umum seputar depresi, serta fakta penyakit ini:

1.Depresi Bukanlah Penyakit yang Nyata

Banyak orang yang memiliki pemahaman yang salah bahwa depresi hanyalah sebuah bentuk kesedihan atau bahkan kelemahan karakter. Namun nyatanya, depresi adalah gangguan kesehatan mental yang kompleks, yang memiliki unsur sosial, psikologis dan biologis. 

Bila kamu merasa mungkin mengalami depresi, jangan menyepelekannya. Sebaliknya, bicarakan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang kamu butuhkan untuk mengelola kondisi kamu.

2.Depresi Terjadi Akibat Situasi yang Menyedihkan

Hampir semua orang pernah mengalami perasaan sedih atau duka yang mendalam akibat suatu peristiwa. Misalnya, kematian orang yang dicintai atau berakhirnya hubungan. Peristiwa-peristiwa seperti itu meningkatkan risiko depresi. Namun, depresi tidak selalu disebabkan oleh kejadian negatif.

Depresi bisa menyebabkan periode keputusasaan, kesedihan, dan kelesuan yang tidak bisa dijelaskan. Orang yang depresi juga akan memiliki kecenderungan untuk bunuh diri. Episode ini bisa berlangsung lama. Perasaan tersebut dapat muncul secara tiba-tiba dan tidak dapat dijelaskan, bahkan ketika hal-hal dalam hidup tampaknya berjalan dengan baik.

Baca juga: Pentingnya Memahami Perbedaan Sedih dan Depresi

3.Kamu Hanya Perlu Keluar dari Perasaan Tersebut

Tidak ada satu orang pun yang mau mengalami depresi. Namun, beberapa orang secara keliru percaya bahwa depresi terjadi ketika seseorang membiarkan dirinya berlarut-larut dalam kesedihan atau duka. Mereka beranggapan bahwa depresi bisa disembuhkan dengan memiliki pikiran yang positif atau perubahan sikap.

Namun kenyataannya, depresi bukan tanda kelemahan, mengasihani diri sendiri atau malas. Depresi adalah kondisi medis di mana kimiawi, fungsi, dan struktur otak dipengaruhi secara negatif oleh faktor lingkungan atau biologis.

4.Antidepresan Selalu Bisa Menyembuhkan Depresi

Depresi bisa diobati dengan berbagai cara. Salah satunya, dokter mungkin dapat meresepkan obat antidepresan. Obat tersebut mengubah kimiawi otak kamu dan dapat membantu mengatasi masalah biologis yang mendasar yang mungkin berkontribusi pada kondisi tersebut.

Namun, bagi banyak orang, obat antidepresan saja tidak cukup. Dokter mungkin juga merekomendasikan psikoterapi atau terapi bicara. Kombinasi obat dengan terapi bicara adalah strategi pengobatan depresi yang paling umum.

Baca juga: 5 Makanan Sehat Anti Depresi

5.Bila Orangtuamu Depresi, Kamu Juga Akan Mengalaminya

Menurut Mayo Clinic, bila kamu memiliki riwayat depresi dalam keluarga, kemungkinan besar kamu juga akan mengembangkan gangguan kesehatan mental tersebut.

Namun, para ahli belum tahu pasti seberapa signifikan pengaruh genetika dalam menentukan risiko depresi kamu. Hanya karena orangtua atau anggota keluarga kamu mengalami depresi, bukan berarti kamu juga akan mengalaminya.

Memahami adanya riwayat depresi dalam keluarga memang baik. Namun, cobalah untuk tidak terlalu mengkhawatirkan faktor risiko yang tidak bisa kamu kendalikan. Sebaliknya, fokuslah pada faktor-faktor yang bisa dikelola. Misalnya, hindari penyalahgunaan alkohol atau obat-obatan untuk membantu menurunkan risiko depresi.

Baca juga: Ciri dan Tanda Gejala Depresi Pada yang Wajib Kamu Ketahui

Nah, itulah 5 mitos mengenai depresi yang perlu diluruskan kembali. Bila kamu merasa mengalami depresi, sebaiknya segera cari bantuan dari ahli. Kamu juga bisa berbicara pada psikolog melalui aplikasi Halodoc mengenai masalah kesehatan mental yang kamu alami. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. 9 Depression Myths.