• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 5 Mitos Seputar HIV dan AIDS yang Masih Sering Dipercaya
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • 5 Mitos Seputar HIV dan AIDS yang Masih Sering Dipercaya

5 Mitos Seputar HIV dan AIDS yang Masih Sering Dipercaya

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 02 Desember 2022

“Hingga saat ini, masih cukup banyak mitos HIV dan AIDS yang sebenarnya keliru. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui seperti apa fakta sebenarnya.”

5 Mitos Seputar HIV dan AIDS yang Masih Sering Dipercaya5 Mitos Seputar HIV dan AIDS yang Masih Sering Dipercaya

Halodoc, Jakarta – Mitos seputar HIV dan AIDS sering memicu kesalahpahaman yang terkadang malah menyebabkan penularan virus semakin besar. Oleh karena itu, penting untuk tidak termakan mitos begitu saja. 

Yuk simak berbagai mitos seputar penyakit ini, dan penjelasannya dalam pembahasan berikut ini!

Berbagai Mitos Seputar HIV dan AIDS

Hingga kini, masih banyak stigma dan mitos seputar HIV dan AIDS. Berikut ini beberapa di antaranya:

1. HIV Hanya Memengaruhi Orientasi Seksual Tertentu 

Siapapun dapat tertular HIV. Berikut ini perilaku dan kondisi yang membuat orang berisiko lebih besar tertular HIV: 

  • Seks anal atau vaginal tanpa kondom. 
  • Memiliki infeksi menular seksual (IMS) lain seperti sifilis, herpes, klamidia, gonore dan vaginosis bakteri. 
  • Berbagi jarum suntik yang terkontaminasi, alat suntik dan peralatan suntik lainnya serta larutan obat saat menyuntikkan narkoba. 
  • Menerima suntikan, transfusi darah dan transplantasi jaringan  yang tidak aman. 
  • Menjalani prosedur yang melibatkan pemotongan atau penindikan yang tidak steril. 

2. HIV Bisa Terlihat dari Penampilan Seseorang

Mitos HIV dan AIDS ini jelas keliru. Kamu tidak dapat mengidentifikasi orang yang hidup dengan HIV hanya dengan penampilan fisiknya saja. Sebab, mereka mungkin tidak memiliki gejala khusus atau memiliki gejala yang menunjukkan kondisi kesehatan lainnya. 

3. Kamu Bisa Tertular HIV dan AIDS Jika Berada di Dekat Pengidapnya

HIV tidak menyebar melalui sentuhan, air mata, keringat, air liur, atau urine. Jadi, kamu tidak bisa tertular penyakit ini dengan:

  • Menghirup udara yang sama.
  • Menyentuh dudukan toilet atau gagang pintu.
  • Minum air yang sama.
  • Berpelukan, berciuman, atau berjabat tangan.
  • Berbagi peralatan makan.
  • Menggunakan peralatan olahraga di pusat kebugaran.

Jadi, mitos bahwa HIV dan AIDS bisa menular jika kamu hidup berdampingan dengan pengidapnya salah besar. Kamu bisa mendapatkan penyakit ini dari darah yang terinfeksi, air mani, cairan vagina, atau ASI .

4. Pengidap HIV Tidak Dapat Memiliki Anak dengan Aman

Hal terpenting yang dapat seorang wanita yang hidup dengan HIV lakukan saat mempersiapkan kehamilan adalah bekerja sama dengan dokter. Dokter akan membantu memberikan pengobatan antiretroviral therapy (ART) sesegera mungkin. 

Pengobatan untuk HIV sudah sangat maju. Jika seorang wanita meminum obat HIV selama dan setelah kehamilan, risikonya penularan HIV ke bayi bisa sangat rendah. Jadi, mitos HIV dan AIDS ini juga salah, ya.

Ada juga cara lain bagi ibu yang mengidap HIV untuk menurunkan risiko penularan jika viral load HIV cukup tinggi. Seperti memilih operasi caesar atau pemberian susu botol dengan susu formula setelah melahirkan.

Wanita yang HIV-negatif tetapi ingin hamil dengan pasangan pria yang membawa virus HIV mungkin juga dapat minum obat khusus untuk membantu menurunkan risiko penularan pada bayi. Sementara itu, untuk laki-laki yang mengidap HIV dan memakai obat ART, risiko penularan hampir nol jika viral load tidak terdeteksi.

5. HIV Selalu Mengarah ke AIDS

HIV adalah infeksi yang menyebabkan AIDS. Namun, ini tidak berarti semua orang HIV-positif akan berkembang menjadi AIDS. Secara umum, AIDS adalah sindrom penurunan sistem kekebalan tubuh yang terjadi karena oleh HIV yang menyerang sistem kekebalan tubuh dari waktu ke waktu dan berhubungan dengan melemahnya respon kekebalan tubuh dan infeksi oportunistik. 

AIDS dapat kamu cegah dengan pengobatan dini infeksi HIV. Dengan menjalani terapi, tingkat infeksi HIV dapat terkontrol. Pengidapnya bisa mempertahankan sistem kekebalan yang sehat untuk waktu yang lama dan mencegah infeksi oportunistik dan diagnosis AIDS.

Itulah beberapa mitos HIV dan AIDS. Jika kamu atau orang terdekat mengalaminya, pastikan untuk minum obat secara teratur. Agar mudah, download Halodoc saja untuk cek kebutuhan medis yang dokter resepkan.

Referensi:
Cleveland Clinic. Diakses pada 2022. Common Myths About HIV and AIDS.
Healthline. Diakses pada 2022. 9 Myths About HIV/AIDS.
WebMD. Diakses pada 2022. Common Myths About HIV and AIDS.